Pengumuman: Buletin Analisis IHSG dan Rekomendasi Saham Bulanan edisi Desember 2014 akan terbit tanggal 1 Desember mendatang. Keterangan selengkapnya baca disini.

Review Saham: BHIT

Bhakti Investama (BHIT) pada akhir februari lalu menjadi saham yang diburu oleh investor penny stock. Mengapa? Karena kenaikannya yang luar biasa pada februari lalu. Sebagaimana kita ketahui, BHIT naik dari 215 ke 940 hanya dalam satu bulan, setelah itu pergerakannya naik turun. Apa yang membuat BHIT bisa naik sedrastis itu? Dan mengapa saat ini sahamnya nggak naik-naik lagi?

Penyebab kenaikan BHIT adalah berita bahwa BHIT telah menanda tangani perjanjian dengan mitra lokal untuk mengakuisisi ladang minyak dan gas bumi di lepas pantai Papua dengan perkiraan cadangan melebihi 1 miliar barel, senilai 2 milyar Dollar. Selain itu, sang juragan Harry Tanusudibyo juga membeli 50 juta lembar saham BHIT dgn harga 940 per saham. Otomatis para investor tergiur untuk masuk ke BHIT sehingga sahamnya langsung naik.


Namun para investor yang terlambat masuk sepertinya mulai ketar ketir, karena setelah BHIT mencapai puncaknya yaitu 1,020 pada 5 April lalu, saham BHIT malah turun terus hingga sempat menyentuh 730, sebelum kemudian naik lagi. Saat ini BHIT berada pada posisi 820 dan belum ada tanda-tanda bakal menembus angka 1,000 lagi, apalagi 1,500 seperti yang sudah dijanjikan para analis. (maaf saya gak termasuk mereka gan, hehehe). Apa yang terjadi?

Nah, yang perlu anda sekalian cermati adalah, cadangan minyak yang dikatakan sebesar 1 milyar barel di Papua itu baru perkiraan. Bahkan, survey seismik untuk mengetahui bahwa apakah cadangan minyak itu beneran ada atau tidak, baru akan dikerjakan 2011 nanti.

Belakangan ini sepertinya investor mulai sadar bahwa kabar itu mungkin hanya akal-akalan Harry Tanu untuk menaikkan BHIT. Apa pasal? Sebab sejak Indonesia merdeka, sudah tak terhitung lagi banyaknya perusahaan tambang asing maupun lokal yang mengeksplorasi alam Papua. Artinya, kalau disana memang ada minyak, seharusnya sudah ditemukan dari dulu. Faktanya, selama ini Papua hanya menghasilkan emas, perak, tembaga, dan gas, tapi tidak menghasilkan minyak.

Dan yang perlu diingat lagi, BHIT pada 26 maret mengumumkan rencana akan right issue. Biasanya, menjelang right issue maka harga saham akan dikerek naik. Sebab setelah right issue, harga saham BHIT akan jatuh karena terdilusi. Mungkin itu sebabnya, Harry Tanu belakangan tampak giat melakukan berbagai cara agar BHIT terus naik. Tujuannya jelas: agar setelah right issue nanti, saham BHIT tidak jatuh terlalu dalam karena sebelumnya sudah naik cukup banyak.

Secara fundamental, harga BHIT saat ini sebenarnya nggak masuk akal, karena perusahaannya sendiri masih rugi. Pada fy2009 lalu, BHIT mencatat rugi bersih 17 milyar, tapi itu lebih baik dari 2008 yang rugi bersh 49 milyar. Kenaikan sahamnya akhir-akhir ini tak lebih dari hasil goreng-menggoreng yang dilakukan oleh si empunya perusahaan.

Namun apakah BHIT masih bisa naik lagi? Melihat dari begitu rajinnya Harry Tanu dalam menggoreng BHIT, maka BHIT masih mungkin untuk naik lagi, hanya entah bisa sampai posisi berapa.
Share artikel ini melalui (klik salah satu): Facebook Twitter Linkedin

1 komentar:

Anonim mengatakan...

Jujur dan lugas ! Keep posting Bro TEguh !
(HelenHelen)