Buku Kumpulan Analisis Saham-saham pilihan (Ebook Kuartalan) edisi Kuartal III 2017 akan terbit hari Senin, 6 Nov 2017. Anda bisa memperolehnya dengan cara preorder disini.

Jadwal Kelas Value Investing: Jakarta, Amaris Hotel Thamrin City, Sabtu 28 Okt 2017. Keterangan selengkapnya baca disini.

Bakrie Connectivity & Telkom

Salah satu berita yang paling hot yang beredar di market dalam sepekan terakhir adalah tentang aksi korporasi terbarunya Bakrie Telecom (BTEL). BTEL mendirikan PT Bakrie Connectivity (BCON), anak usaha yang bergerak di jasa layanan internet. Informasi ini disambut baik oleh banyak investor dan alhasil, jumat kemarin BTEL naik 1 poin ke posisi 166. Jika dihitung sejak posisi terendahnya pada pada 25 Mei lalu yaitu 133, berarti BTEL telah naik 26.7% dalam sebulan terakhir. Sebuah kenaikan yang luar biasa apalagi mengingat status BTEL sebagai anggota B7. Diluar itu, ada beberapa fakta menarik seputar pendirian BCON.

Ancaman Krisis yang Sesungguhnya

Anda tentu sudah cukup sering mendengar tentang bencana tumpahan minyak milik BP di Teluk Meksiko, atau Krisis Yunani. Bagi Indonesia, efek dari bencana-bencana ini tidak sebesar peristiwa krisis global yang melanda pasar modal pada 2008 lalu. Namun bagi Amerika Serikat dan Inggris, bencana ini cukup ‘ampuh’ untuk meredam pergerakan Dow dan Footsie setidaknya dalam 2 bulan terakhir. Saat ini Dow Jones berada di posisi 10,322, turun cukup jauh dari puncaknya pada 26 April lalu yaitu 11,205. Sedangkan FTSE berada di posisi 5,179, juga turun cukup jauh dari puncaknya yaitu 5,247. Saham BP sendiri, saat ini terpuruk di posisi 333.5, terjun bebas dari puncaknya yaitu 658.2. Sounds bad enough? Seorang ekonom terkenal mengingatkan kita bahwa kedepannya, masih ada ancaman krisis yang jauh lebih besar daripada sekedar krisis Teluk Meksiko ataupun krisis Yunani.

Astra Otoparts

Astra Otoparts (AUTO) adalah salah satu pemain terbesar di industri suku cadang kendaraan bermotor di Indonesia. Induknya yaitu Astra International (ASII), memang sengaja mendirikan AUTO pada tahun 1991 sebagai perusahaan pendukung karena industri otomotif tentu tidak akan jalan tanpa industri suku cadang. Meski statusnya hanya sebagai ‘pembantu’, namun karena sang majikan yaitu ASII merupakan salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, maka ukuran AUTO pun lumayan besar. Aset AUTO pada 1Q10 mencapai 5 trilyun.

Asia Natural Resources

Kalau kita perhatikan market akhir-akhir ini, entah mengapa banyak sekali berseliweran rumor yang mengkait kaitkan suatu saham dengan sektor tambang. Misalnya, PT Antah Berantah akan mengakuisisi sebuah perusahaan batubara, dan seterusnya. Kemudian, saham tersebut dikatakan akan dikerek bandar ke posisi sekian. Yang paling sering dan sudah cukup memakan banyak korban adalah BHIT. Namun, BHIT tidak sendirian. Salah satu saham yang juga sedang ramai dibicarakan akhir-akhir ini karena katanya akan terjun ke bisnis tambang, adalah Asia Natural Resources (ASIA). Hmm.. apakah prospeknya memang sungguhan? Atau jangan-jangan cuma kerjaan bandar iseng?

Prospek IPO Bank Jabar Banten

Sebagaimana yang sudah anda ketahui, salah satu Bank daerah yang paling populer, Bank Jabar Banten, akan menggelar IPO untuk 20% sahamnya yaitu sebanyak 1.8 milyar lembar saham dengan nominal Rp 250 per saham. IPO akan digelar pada tanggal 1, 2, dan 5 juli mendatang. Dan Bank Jabar Banten akan listing di bursa terhitung sejak 8 Juli 2010, dengan ticker BJBR (kalau ga salah). Bagaimana prospeknya? Layakkah dikoleksi?

BHIT sebagai perusahaan holding

Meski saya sudah cukup sering mengulas tentang Bhakti Investama (BHIT) di blog sederhana ini, namun pertanyaan mengenai BHIT ternyata masih saja terus berdatangan. Salah satu pertanyaan besarnya adalah tentu soal apakah BHIT bisa naik pada bulan Juni ini? Karena setelah ditunggu-tunggu, BHIT tetap tidak banyak bergerak meski volume transaksinya tetap diatas 100 juta lembar per hari. Saat ini BHIT masih terjebak di posisi 146.

Utang BNBR

Setelah kemarin-kemarin heboh Mr. Harry dengan BHIT-nya, kali ini Bakrie kembali muncul ke permukaan setelah Telkom menyatakan akan menggabungkan Flexi dengan Esia-nya BTEL. Banyak yang mencurigai bahwa penggabungan ini hanya akan menguntungkan BTEL, namun merugikan TLKM. Penyebabnya? Karena BTEL dinilai memiliki banyak utang, dimana sebagian dari utang tersebut akan menjadi harus ditanggung oleh TLKM jika penggabungan tersebut jadi dilakukan. Dan lebih dari itu, pemilik dari BTEL yaitu Bakrie memang punya banyak utang. Itu pula yang menyebabkan B7 tidak naik-naik meski volume transaksinya akhir-akhir ini ramai lagi. Pertanyaannya, seberapa besar sih utang Bakrie saat ini?

Saham-saham untuk Jangka Panjang

Sebuah saham harus memiliki setidaknya dua syarat agar cocok untuk dikoleksi dalam jangka panjang, katakanlah 1 tahun, yaitu: kinerjanya bagus, dan pergerakan sahamnya wajar. Yang dimaksud dengan kinerjanya bagus adalah: menghasilkan laba yang senantiasa naik dari waktu ke waktu. Dan yang dimaksud dengan pergerakan sahamnya wajar adalah: polanya terus naik dari waktu ke waktu, sesuai fundamentalnya, dan bersih dari spekulasi. Saham-saham apa saja yang memenuhi kriteria tersebut? Artikel ini penting bagi anda investor long term.

Pengaruh Piala Dunia?

Ketika bursa regional dan global sedang dipenuhi oleh berita-berita ekonomi yang simpang siur yang membuat para investor harap-harap cemas, pemberitaan dalam negeri justru disuguhi oleh hiburan ala Ariel Peterporn, hahaha... Saya sampai hampir lupa kalau saya punya blog ini, hehe. Back to our topic, IHSG sore ini ditutup naik 1.08% ke posisi 2,780, dan menjadi salah satu kenaikan tertinggi regional hari ini, dibawah All Ordinaries 1.16%. Bagaimana kabar saham-saham yang direkomendasikan kemarin malam, apakah memang naik?

Mengenal lebih dekat Bhakti Investama

Bhakti Investama (BHIT) adalah salah satu emiten paling populer saat ini. Dalam seminggu terakhir saja, BHIT sudah mengeluarkan setidaknya tiga informasi penting yang tersebar di berbagai media, yaitu konversi obligasi, pembangunan dermaga di kalimantan, dan finalisasi akuisisi tambang Papua. Kalau berita dari anak-anak usahanya seperti MNCN, BMTR, dan lainnya diitung juga, maka bakal lumayan sulit untuk selalu mengikuti perkembangan kaba terbaru BHIT ini. Sebenarnya BHIT ini perusahaan apa sih? Di artikel ini: 1. Lini bisnis BHIT, 2. review kinerja terbaru BHIT, 3. Prospek kedepan.

Lippo Karawaci

Lippo Karawaci (LPKR) termasuk perusahaan yang publikasi laporan keuangannya paling ditunggu karena statusnya sebagai perusahaan properti terbesar di Indonesia, dan satu-satunya perusahaan properti yang terdaftar sebagai bluchip berkat market cap-nya yang sempat berada diatas 1 milyar Dollar. Dan aset utamanya Grup Lippo ini akhirnya mengeluarkan lap keu 1Q10 pada 31 Mei lalu. Dan coba tebak, laba bersihnya masih stabil dengan naik tipis 4.3%. Tapi kenapa kok sejak Awal April lalu, sahamnya turun terus hingga kini (saat artikel ini ditulis) tinggal 400?

Market Education

Dear friends, terima kasih banyak sudah berpartisipasi di blog sederhana ini dengan mengajukan banyak pertanyaan, baik melalui komentar maupun email. Saya jadi tahu apa yang harus saya tulis, hehe.. Mohon maaf saya tidak sempat membalasnya satu per satu. Karena itu setiap beberapa waktu sekali, saya akan membuat artikel yang berisi kumpulan pertanyaan dari anda dan tentu saja beserta jawabannya. Mudah-mudahan dengan cara ini saya bisa menampung semua masukan dari temen-temen. Artikel ini adalah yang pertama, check it out!

Perbandingan Sektor Semen

Sektor semen adalah salah satu sektor yang paling atraktif, khususnya bagi anda pemain long term, karena fundamental mereka yang bagus. Perusahaan semen yang terdaftar di IDX jumlahnya hanya tiga, dan tiga-tiganya punya kinerja yang cukup baik. Mereka adalah Semen Gresik (SMGR), Indocement (INTP), dan Holcim Indonesia (SMCB). Bagaimana profil kinerja mereka di 1Q10 ini, dan emiten mana yang sahamnya layak anda koleksi? Mari kita cek.