Buletin Analisis IHSG & Stockpick Saham edisi Desember 2016 sudah terbit! Anda bisa langsung memperolehnya disini, gratis konsultasi tanya jawab saham untuk member, langsung dengan penulis.

Prospek IPO Bank Jabar Banten

Sebagaimana yang sudah anda ketahui, salah satu Bank daerah yang paling populer, Bank Jabar Banten, akan menggelar IPO untuk 20% sahamnya yaitu sebanyak 1.8 milyar lembar saham dengan nominal Rp 250 per saham. IPO akan digelar pada tanggal 1, 2, dan 5 juli mendatang. Dan Bank Jabar Banten akan listing di bursa terhitung sejak 8 Juli 2010, dengan ticker BJBR (kalau ga salah). Bagaimana prospeknya? Layakkah dikoleksi?

Meski harga dasarnya cuma 250, harga penawaran yang ditetapkan lumayan tinggi yaitu 510 – 680, dan persentase saham yang dilepas bisa naik menjadi 30% jika respon market bagus. Hmm.. kok percaya diri sekali? Apakah kinerja BJBR memang bagus dan cukup menjanjikan?

Seorang nasabah sedang menggunakan mesin ATM Bank Jabar Banten (Bank BJB)

Kalau kita lihat neracanya, BJBR memiliki trend kenaikan kinerja yang lumayan stabil. Asetnya pada FY2009 mencapai 32.4 trilyun, dengan ekuitas 3.1 trilyun dan sisanya kewajiban. Baik aset, ekuitas, dan kewajiban BJBR naik rata-rata 24% dibanding 2008. Kalau kita lihat trend kenaikannya dalam waktu 5 tahun terakhir, BJBR selalu mencatat kenaikan ekuitas diatas 20% setiap tahunnya, kecuali pada 2008 yang cuma naik 14.0%. Kalau dirata-ratakan, asetnya juga selalu naik 20% setiap tahunnya. BJBR tidak pernah mencatat penurunan pada poin-poin tertentu dalam neraca, setidaknya dalam 5 tahun terakhir. Well, kalau dari sini BJBR kelihatannya memang bagus.

Bagaimana dengan laporan laba ruginya? Pendapatan BJBR dalam dua tahun terakhir memang naik diatas 20%, meski kalau dalam 5 tahun terakhir, BJBR sempat hanya mencatat kenaikan pendapatan sebesar 3.2% pada 2007 (sepertinya 2007 memang tahun yang berat bagi BJBNR). Namun secara keseluruhan pendapatan BJBR memang senantiasa naik setiap tahunnya. Laba operasional dan laba bersihnya juga selalu naik setiap tahunnya dengan persentase yang lebih besar. Dan kenaikan tersebut semakin besar terutama dalam dua tahun terakhir, namun puncaknya adalah tahun 2008 lalu. Pada 2008, laba bersih BJBR naik 46.3%, sedangkan pada 2009 hanya naik 30.8%.

Namun seperti yang sudah disebut diatas, kenaikan laba yang besar pada 2008 mungkin disebabkan karena kinerja BJBR pada 2007 sedikit menurun. Jadi, kinerja pada 2009 boleh disebut sebagai: tidak kalah baiknya dengan 2008. Jadi kalau dilihat dari sini, BJBN sekali lagi kelihatannya memang bagus. Hal yang juga perlu dicermati adalah posisi CAR. Pada 2009, CAR BJBR adalah 20.9%. Cukup baik!

Seandainya BJBR dilepas pada harga tertinggi yaitu Rp 680 per saham, apakah itu harga yang wajar?

Karena jumlah saham BJBN yang ditempatkan adalah 8.7 milyar lembar, maka harga 680 akan menghasilkan market cap 5.3 trilyun, atau 1.7 kali nilai ekuitas BJBR (per 31 desember 2009). Dan karena laba bersih BJBR adalah 709 milyar, maka PER-nya 5.3 kali. Kalau kita gunakan tiga bank top yaitu BMRI, BBCA, dan BBRI sebagai perbandingan, maka secara fundamental BJBR memang tampak sangat murah. Namun catat: harus dibedakan karena tiga bank yang disebut diatas adalah bank nasional, sedangkan BJBR hanyalah bank daerah.

Sedangkan kalau kita berkaca pada bank yang kemarin juga menggelar IPO, BBTN, maka BJBR memang layak dikoleksi. Kenapa? Karena BJBR memiliki banyak kesamaan dengan BBTN. Kinerja BBTN kira-kira sama baiknya dengan BJBR. Ukurannya kalau dilihat dari sisi aset juga mirip (Meski sebenarnya nggak juga sih. Posisi terakhir aset BBTN adalah 56 trilyun, sedangkan BJBR cuma 32 trilyun. Tapi itu cukup dekat kalau dibandingkan tiga bank top diatas yang asetnya ratusan trilyun). Dan baik BJBR dan BBTN punya spesialisasinya masing-masing yang menjanjikan laba yang konsisten. BJBR adalah bank-nya pegawai negeri sipil di wilayah Jabar dan Banten, sedangkan BBTN adalah bank-nya orang yang mau kredit rumah alias KPR. Nah, harga saham BBTN waktu IPO februari lalu langsung melambung dari 800 ke 1,650 sebelum sekarang mondar mandir dikisaran 1,300 – 1,400. Bukan tidak mungkin BJBR juga akan mengalami hal yang serupa.

Kesimpulannya? BJBR memang cocok untuk dikoleksi terutama bagi anda yang belum punya koleksi saham perbankan, karena selain memiliki nama besar, kinerjanya juga tidak bermasalah. Terdapat peluang bagi BJBR untuk boost ke level 1,000-an dalam tiga bulan ke depan.

Rating kinerja pada FY2009: AA
Rating saham pada 680: AA
Rating saham pada 510: AAA
Share artikel ini melalui (klik salah satu): Facebook Twitter Linkedin

1 komentar:

Joade mengatakan... Balas

Pak, bagaimana dengan saham Sari Roti? Apakah layak untuk di koleksi juga?
Trims.