Jadwal Kelas Value Investing: Amaris Hotel Thamrin City, Jakarta, Sabtu 8 Juli 2017. Keterangan selengkapnya baca disini.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin! TeguhHidayat.com tetap online selama libur lebaran. Jadi email-email yang masuk tetap akan dibalas secepatnya.

Cara Mudah Menentukan Support & Resistance

Jika anda membaca rekomendasi saham dari sekuritas di koran ataupun media elektronik, seringkali ada kata-kata seperti ini, ‘IHSG pada hari ini kami perkirakan akan bergerak di kisaran 3,087 – 3,127.’ Nah, anda tentu sudah paham kalau angka yang terkecil yaitu 3,087, disebut titik support, sementara angka yang terbesar yaitu 3,127, disebut titik resistance. Lalu bagaimana cara analis sekuritas menentukan titik support dan resistance tersebut? Ternyata mudah. Andapun bisa melakukannya, bahkan hanya dalam hitungan detik.

Pelat Timah Nusantara

Pelat Timah Nusantara alias Latinusa (NIKL) adalah salah satu emiten di BEI yang mencetak peningkatan laba bersih yang signifikan pada 1H10 dibandingkan dengan 1H09, yaitu mencapai 480.9%, atau hampir 5 kali lipatnya. Karena angka tersebut tentunya tampak fantastis, maka mungkin sebagian dari anda kepincut sama saham yang satu ini. NIKL menerbitkan laporan keuangannya pada tanggal 27 Juli, ketika itu sahamnya berada di posisis 315. Tapi kenapa kok sejak tanggal tersebut, saham NIKL tidak jua naik? Ketika artikel ini ditulis, NIKL berada di posisi 305.

Intiland Development

Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 9 Juni 2010, saya pernah merekomendasikan Bank BTN (BBTN) sebagai salah satu pilihan jangka panjang di blog ini. Ini link-nya: http://teguhidx.blogspot.com/2010/06/saham-saham-untuk-jangka-panjang.html. Ketika itu, BBTN masih berada di posisi 1,370. Dan sekitar dua bulan berikutnya, BBTN memang terus naik hingga menyentuh posisi 1,960 sebagai posisi puncaknya, pada 23 Juli. Namun setelah itu, BBTN cenderung bergerak turun. Dan ketika artikel ini ditulis, BBTN berada di posisi 1,820, atau sudah turun 7.14% dibanding posisi puncaknya. Apa yang terjadi?

Cara Mencermati Kabar Dari Emiten

Katakanlah anda sedang berencana untuk membeli sebuah rumah. Jika seorang agen properti datang menemui anda untuk menawarkan sebuah rumah pada harga 400 juta, sedangkan anda tahu bahwa harga pasaran rumah tersebut hanya 300 juta, apakah anda akan menerima tawaran si agen? Tentu saja tidak. Tapi bagaimana kalau si agen bilang karena alasan tertentu seperti lokasi yang strategis, kualitas bangunan, dan lain-lain, maka rumah tersebut akan bernilai 500 juta dalam setahun ke depan. Sehingga jika anda membelinya pada harga 400 juta, maka anda akan mendapat untung 100 juta. How’s that? Maka mungkin anda akan mulai tergoda untuk membeli rumah tersebut, meski harganya lebih mahal dari yang seharusnya.

Penyebab Turunnya Saham BLTA, Part 2

Kemarin manajemen Berlian Laju Tanker (BLTA) mengumumkan hasil dari right issue. Dan seperti yang sudah kita bahas di artikel sebelumnya, right issue senilai Rp 1.2 trilyun tersebut ternyata memang tidak sepenuhnya diserap pasar, melainkan hanya sekitar 74%, dan sisanya dibeli oleh pembeli siaga (http://www.inilah.com/news/read/ekonomi/2010/08/04/713451/blta-rights-issue-terserap-74/). Menurut manajemen, angka 74% tersebut memang sesuai dengan target awal, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

Penyebab Turunnya Saham BLTA

Akhir-akhir ini, pasar kembali dibuat khawatir dengan turunnya salah satu saham yang merupakan primadona di sektornya. Berlian Laju Tanker (BLTA) tidak diragukan lagi, merupakan perusahaan jasa transportasi menggunakan kapal tanker terbesar di Indonesia, sehingga rasanya memang agak kurang sreg jika anda tidak ikut memiliki saham perusahaan yang satu ini. Apalagi, pada 1Q10 lalu BLTA berhasil mencatat laba bersih US$ 25 juta, dari sebelumnya rugi US$ 73 juta. Tapi kenapa kok sahamnya malah turun terus? Dan kenapa dalam sebulan terakhir (sejak awal Juli), penurunan tersebut semakin drastis? Ketika artikel ini ditulis, BLTA terpuruk di posisi 240, setelah sebelumnya stabil di 340.