Buku Kumpulan Analisis Saham-saham pilihan (Ebook Kuartalan) edisi Kuartal III 2017 akan terbit hari Senin, 6 Nov 2017. Anda bisa memperolehnya dengan cara preorder disini.

Jadwal Kelas Value Investing: Jakarta, Amaris Hotel Thamrin City, Sabtu 28 Okt 2017. Keterangan selengkapnya baca disini.

Tanya Jawab

Dear investor. Dalam beberapa waktu terakhir, seiring dengan semakin banyaknya pembaca blog sederhana ini, email dari teman-teman pembaca yang masuk untuk mengajak berdiskusi, meminta analisis, atau sekedar menanyakan pertanyaan ringan, juga semakin banyak. Mohon maaf saya tidak sempat menjawab semuanya. Jadi, artikel ini dikhususkan untuk menampung semua pertanyaan (atau setidaknya sebagian) yang pernah masuk ke alamat email penulis, beserta jawabannya. Check it out.

Inilah Mengapa Saham IPO Selalu Menarik u/ Dibeli

Sepanjang tahun 2010, BEI sudah kedatangan 14 saham baru, dan saham-saham lainnya juga akan segera menyusul. Pada akhirnya, tidak semua saham baru tersebut dapat dijadikan pilihan investasi, apalagi bagi anda yang berniat menanamkan dana dalam jumlah menengah hingga besar (50% dari total dana anda atau lebih) untuk mid hingga long term. Tapi bagi anda penggemar profit instan, saham IPO selalu menarik untuk dicermati, terlepas dari apakah harganya mahal atau fundamental perusahaannya jelek. Kenapa? Mungkin tabel berikut ini bisa menjelaskannya. Klik gambar untuk memperbesar.

Agung Podomoro, the Other Side

Hari ini, saya iseng-iseng ikut hadir di acara Public Expose-nya Agung Podomoro di bilangan Slipi, Jakarta Barat. Sesampainya disana, saya baru ‘ngeh ada yang beda. Apa itu? Yang akan IPO adalah Agung Podomoro Land (ada Land-nya dibelakangnya), bukan Agung Podomoro itu sendiri. Lho memangnya apa bedanya? Jadi begini: Agung Podomoro Land, kita singkat saja APL, adalah anak usaha dari Grup Agung Podomoro.

Prospek IPO Agung Podomoro

Kalau dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan properti besar seperti Lippo Karawaci (LPKR) atau Bakrieland Development (ELTY), nama Agung Podomoro tampaknya jauh lebih terkenal. Penyebabnya mungkin karena Agung Podomoro, bersama dengan ‘Agung’ lainnya yaitu Agung Sedayu, cukup sering nongol di televisi untuk mempromosikan berbagai proyek properti milik mereka (catat bahwa dua perusahaan itu tidak memiliki hubungan kekeluargaan hanya karena namanya mirip, sebab pemiliknya berbeda). Apakah Agung Podomoro ini memang perusahaan properti yang besar? Terkenal iya, tapi ukurannya ternyata termasuk sedang. Pada 1H10, Agung Podomoro mencatat total aset Rp 5.2 trilyun, agak jauh dibawah LPKR yang sebesar Rp 13.0 trilyun, atau ELTY sebesar Rp 12.0 trilyun.

Krakatau Steel

Di IDX alias BEI, sektor logam besi dan baja tidak begitu populer jika dibandingkan dengan sektor logam lainnya seperti nikel dan timah. Penyebabnya karena Indonesia memang bukan merupakan salah satu negara produsen besi terbesar di dunia, seperti India dan China. Karena itu, pemain di bisnis besi dan baja ini di tanah air tidak begitu banyak. Krakatau Steel boleh dikatakan adalah satu-satunya pemain besar di Indonesia di bidang ini. Seberapa besar? Pada fist half 2010, Krakatau Steel mencatat total aset sekitar Rp 13.3 trilyun.

Outlook Sektor Perkebunan Sawit/CPO

Sektor plantation atau sektor perkebunan di Indonesia, identik dengan perkebunan kelapa sawit. Sebuah perusahaan perkebunan yang terdaftar di BEI, sebagian besar dari areal perkebunannya hampir pasti merupakan kebon sawit, sementara kebun-kebun lainnya seperti kebun karet, buah-buahan, kopi, hingga kakao, biasanya hanya sebagian kecil. Beberapa perusahaan perkebunan bahkan murni hanya bergerak di usaha perkebunan kelapa sawit. Hmm.. memangnya apa sih istimewanya kelapa sawit ini dibanding hasil bumi lainnya?