Buku Kumpulan Analisis Saham-saham Pilihan edisi Kuartal II 2017 ('Ebook Kuartalan') sudah terbit! Dan anda bisa langsung memperolehnya disini.

Review Perbankan

Sampai dengan hari ini, IHSG tetap saja bergerak terbatas di level 3,400-an, dan belum naik-naik lagi. Salah satu penahannya seperti yang sudah kita bahas tempo hari, adalah inflasi. Dan salah satu sektor yang harga sahamnya masih cukup tertekan karena masalah inflasi ini adalah sektor perbankan. Padahal secara fundamental, rata-rata emiten perbankan mencatat kinerja yang cukup baik. Pertanyaannya tentu, gimana sih kinerja mereka pada full year 2010 lalu? Apakah memang beneran jadi jelek karena inflasi tadi, ataukah nggak?

BI Rate, Inflasi, dan IHSG

Awal bulan lalu, Bank Indonesia (BI) mengumumkan kenaikan BI rate menjadi 6.75% basis poin, dari sebelumnya 6.50%. Apa sih BI rate itu? Dan apa pengaruhnya terhadap IHSG jika dinaikkan, apakah negatif atau positif? Meski penulis yakin kalau sebagian besar temen-temen investor sudah paham betul soal BI rate ini, namun artikel ini mudah-mudahan bisa memberi sedikit pencerahan bagi yang belum mengerti.

Garuda Indonesia's Affair

Besok jumat, Garuda Indonesia (GIAA) akan listing perdana di BEI. Kalau berkaca pada fundamentalnya, maka sulit untuk mengharapkan GIAA bakal sukses di market, bahkan meski di hari perdagangan perdananya. Tapi, bagaimana kalau sahamnya sengaja dinaikkan?

SmartFren, How Smart!

Beberapa waktu lalu, Mobile-8 (FREN) menggelar right issue sebanyak 75.7 milyar lembar saham pada harga Rp50 per lembar saham, dengan pembeli siaganya adalah tiga perusahaan yang tergabung dalam Grup Sinarmas. Lalu apa yang menarik dari aksi korporasi ini? Ada dua hal. Pertama, perhatikan jumlah saham baru yang diterbitkan, 75.7 milyar lembar! Itu adalah jumlah yang sangat banyak, sehingga meski harga right issue-nya ditetapkan pada batas terendah yaitu Rp50, nilai right issue-nya tetap saja besar, yaitu Rp3.8 trilyun.