Buku Kumpulan Analisis Saham-saham Pilihan edisi Kuartal II 2017 ('Ebook Kuartalan') sudah terbit! Dan anda bisa langsung memperolehnya disini.

Investasi Saham, Halal atau Haram?

Beberapa waktu lalu, BEI bersama dengan KPEI dan KSEI meluncurkan Indeks Saham Syariah (Indonesia Sharia Stock Index, ISSI). Berbeda dengan investasi saham di ‘indeks saham yang biasanya’, yang masih belum jelas hukum halal haramnya (terutama bagi anda investor muslim), MUI sudah memberi label halal untuk ISSI ini. Memang selama ini, salah satu pertanyaan terbesar dari para investor muslim di bursa saham Indonesia adalah, bagaimana hukum keuntungan yang diperoleh dari pasar modal? Apakah halal ataukah haram? Dan ISSI seolah menjawab pertanyaan tersebut.

Apa Itu Kuasi Reorganisasi?

Dalam beberapa waktu terakhir, beberapa perusahaan mengumumkan bahwa mereka akan menggelar kuasi reorganisasi (quasi reorganization). Sebut saja Barito Pacific (BRPT), Garuda Indonesia (GIAA), hingga Bakrie & Brothers (BNBR). Sementara yang sudah melakukannya adalah Holcim Indonesia (SMCB). Bagi investor, hal terpenting untuk ditanyakan bukanlah apa yang dimaksud dengan kuasi reorganisasi, melainkan: Bagaimana dampak dari pelaksanaan kuasi reorganisasi terhadap saham perusahaan? Seberapa besar pengaruhnya, dan apakah pengaruh tersebut bersifat positif atau negatif? Oke, kita akan membahasnya secara singkat.

Oversubscribe?

Pagi ini di koran Bisnis Indonesia, ada tulisan tentang IPO dua perusahaan milik Keluarga Hadi Surya, yaitu Jaya Agra Wattie (Jawattie) dan Buana Listya Tama (BULL). Yang menarik adalah judulnya: ‘IPO Buana Tama lebih diburu’. Judul tersebut didasarkan pada kelebihan permintaan (oversubscribe) saham BULL yang mencapai enam kali, sementara oversubscribe Jawattie cuma dua kali. Bagi pembaca artikel tersebut, judul tersebut akan langsung memberi kesan bahwa BULL lebih bagus dari Jawattie, sehingga daripada ngambil IPO Jawattie, masih mending pilih BULL.

Salim Ivomas Pratama

Setelah sukses menjaring sekitar Rp6 trilyun dari market beberapa waktu lalu melalui IPO Indofood CBP (ICBP), Grup Salim kembali meng-IPO-kan salah satu anak usaha dari Indofood (INDF), yaitu Salim Ivomas Pratama (SIMP). Kita tahu bahwa meski IPO ICBP berjalan sukses bagi Grup Salim, tapi mungkin bagi para pembeli sahamnya, IPO itu justru gagal menambah nilai portofolio mereka, dimana saham ICBP sempat turun ke 4,300-an (meskipun sekarang udah balik lagi ke 5,000-an). Lalu apakah SIMP juga bisa mengalami hal yang sama?

Jaya Agra Wattie

Jaya Agra Wattie (Jawattie) adalah salah satu perusahaan perkebunan tertua di Indonesia, yang sudah berdiri sejak tahun 1921. Bisnis utama perusahaan terletak di perkebunan dan perdagangan karet, kopi, kakao, dan teh. Sejak tahun 1987, Jawattie yang sebelumnya dimiliki oleh sebuah perusahaan Belanda bernama Handel Maatschapij, diambil alih oleh Keluarga Hadi Surya, pemilik Berlian Laju Tanker (BLTA). Pada tahun 1997, Jawattie mulai masuk ke bisnis perkebunan kelapa sawit, namun bisnis utamanya masih terletak di perkebunan karet.