Jadwal Kelas Value Investing: Amaris Hotel Thamrin City, Jakarta, Sabtu 8 Juli 2017. Keterangan selengkapnya baca disini.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin! TeguhHidayat.com tetap online selama libur lebaran. Jadi email-email yang masuk tetap akan dibalas secepatnya.

Cara Menganalisis Debt to Equity Ratio

Pada artikel minggu lalu yang berjudul Indospring alias INDS, seorang teman menanyakan pertanyaan yang kalau menurut penulis, sangat bagus. Pertanyaannya begini: Di laporan keuangannya, total utang INDS cukup besar yaitu sekitar dua kali lipat modalnya. Terus kenapa kok sahamnya masih dianggap bagus? Bukannya kita sebaiknya memilih saham yang perusahaannya tidak memiliki utang terlalu besar? Okay, here we go!

Indospring

Di BEI, Astra Otoparts (AUTO) sangat terkenal sebagai perusahaan onderdil kendaraan bermotor. Namun AUTO bukanlah satu-satunya perusahaan yang bergerak di bidang yang prospektif tersebut. Indospring (INDS) adalah juga merupakan perusahaan produsen spare part otomotif, dengan spesialisasinya yaitu pembuat pegas untuk shock breaker. Dan meski ukuran perusahaannya jauh lebih kecil, namun INDS memiliki kinerja yang tidak kalah bagusnya dibanding AUTO.

Krakatau Steel: Prospek Blast Furnace

Krakatau Steel (KRAS) mengalami penurunan kinerja yang cukup buruk pada Kuartal I 2010. Laba bersihnya anjlok hampir 70%. Penurunan ini sebenarnya sudah terdeteksi sejak kuartal IV 2010, dimana meski ketika itu KRAS mencatat kenaikan laba bersih sampai tripel digit, namun penjualannya sebenarnya turun 12.2%. Makanya kalau kita perhatikan, saham KRAS tidak mampu bergerak banyak sepanjang tahun 2011 ini. Namun meski fundamentalnya lagi nggak bagus, KRAS tetap mencuri perhatian investor lewat proyek blast furnace yang sudah mereka rencanakan. Bagaimana prospeknya?

Bumi Resources: Never Ending Stories

Bumi Resources (BUMI) mencatat laba bersih komprehensif US$ 101 juta pada kuartal pertama 2011 lalu, turun 31.2% dibanding periode yang sama tahun 2010. Meski laba bersihnya turun, namun pendapatan serta laba operasionalnya masih meningkat, sehingga beberapa orang mungkin tetap bisa mengatakan bahwa BUMI ini masih menarik. Apalagi ROE BUMI masih cukup tinggi yaitu 30.7%. Namun, bukan itu yang akan kita bahas disini.

Jasuindo Tiga Perkasa

Di BEI, terdapat beberapa perusahaan yang bergerak di bidang usaha yang terbilang unik, dan bisa jadi perusahaan tersebut adalah satu-satunya perusahaan terbuka yang bergerak di bidang itu. Jasuindo Tiga Perkasa (JTPE) adalah salah satunya. JTPE bergerak di usaha penyediaan dokumen niaga yang terintegrasi, mulai dari desain hingga percetakan. Mirip seperti perusahaan percetakaan pada umumnya, namun lebih fokus pada percetakaan dokumen milik perusahaan, termasuk dokumen atau card yang bersifat secure atau confidential.