Buletin Analisis IHSG & stockpick saham pilihan edisi Desember 2017 sudah terbit! Anda bisa memperolehnya disini, gratis konsultasi/tanya jawab saham langsung dengan penulis untuk member.

Selamat Sempurna

Sebentar lagi kita akan memasuki penghujung bulan Oktober, yang itu berarti para emiten akan segera merilis laporan keuangan (LK) untuk periode kuartal III 2011 atau Nine Months 2011 (9M11). Namun hingga ketika artikel ini ditulis, baru beberapa emiten saja yang sudah merilis LK-nya. Mereka adalah Bank BTPN (BTPN), Bank CIMB Niaga (BNGA), Tower Bersama Infrastructure (TBIG), Batavia Prosperindo Finance (BPFI), dan Selamat Sempurna (SMSM). Glad to say, seperti tidak terpengaruh oleh Eropa, kinerja para emiten ini rata-rata masih cukup baik. Dan disini kita akan membahas salah satu dari mereka, yaitu SMSM.

Indonesia di Mata Lembaga Pemeringkat Asing

Anda tentu hafal dengan tiga lembaga pemeringkat terkemuka di dunia, yaitu Moody’s, Fitch, dan Standard & Poor’s (S&P). Kerjaan utama dari para lembaga pemeringkat ini adalah memberi rating kepada perusahaan yang menerbitkan surat utang atau obligasi. Misalnya jika perusahaan A menerbitkan surat utang senilai sekian juta Dollar, maka tiga lembaga pemeringkat tersebut akan merilis rating yang menggambarkan prospek atas utang tersebut. Rating tersebut akan memberikan gambaran kepada investor, mengenai apakah surat utang tadi layak diambil atau nggak. Indonesia juga punya lembaga pemeringkat seperti ini, namanya Pefindo.

Atlas Resources

Pertumbuhan IHSG pada tahun 2011 ini mungkin memang tidak setinggi tahun lalu. Namun itu tidak mencegah beberapa perusahaan untuk mencari dana di pasar modal melalui IPO. Salah satu yang cukup menarik untuk dicermati adalah PT Atlas Resources, Tbk. Kenapa menarik? Karena nilai IPO-nya cukup besar, yaitu mencapai Rp1.5 trilyun, jika harga sahamnya ditetapkan pada batas tertinggi, yaitu Rp1,900 per saham. Menariknya lagi, nilai IPO tersebut bahkan lebih besar dari total aset perusahaan, yang cuma Rp1.2 trilyun.

Sekilas Saham-Saham Berfundamental Bagus

Seperti dibahas di artikel sebelumnya, perekonomian makro di Indonesia masih berjalan dengan baik, dengan pertumbuhan ekonomi hingga 6.5% pada kuartal II lalu. Di BEI sendiri, kinerja para emiten di kuartal II kemarin terbilang cukup bagus, dimana beberapa perusahaan masih mencatat pertumbuhan yang signifikan seperti biasanya.

Perkembangan Ekonomi Makro Eropa

Senin kemarin, BPS merilis data statistik ekonomi makro Indonesia, dan sekali lagi, datanya tampak bagus. Hingga September 2011, inflasi semakin terkontrol di level 4.6%. Sementara neraca ekspor impor pada periode Januari – Agustus 2011 tercatat surplus US$ 20 milyar, naik 81.9% dibanding periode yang sama tahun 2010. Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2011 tercatat 6.5%, dan tingkat pengangguran pada Februari 2011 tercatat hanya 6.8%, sangat baik. Dengan asumsi data-data tersebut akurat, maka sepertinya memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari fundamental ekonomi Indonesia. We’re definitely fine. Tapi bagaimana dengan Yunani dan kawan-kawan?