Jadwal Kelas Value Investing: Amaris Hotel Thamrin City, Jakarta, Sabtu 8 Juli 2017. Keterangan selengkapnya baca disini.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin! TeguhHidayat.com tetap online selama libur lebaran. Jadi email-email yang masuk tetap akan dibalas secepatnya.

Pemberitaan vs Konfirmasi Emiten

Sabtu tanggal 26 November kemarin, sebuah jembatan besar yang melintasi Sungai Mahakam di Kabupaten Kutai Kertanegara (Kukar), Kalimantan Timur, tiba-tiba ambruk begitu saja, dan diperkirakan menelan korban jiwa hingga 40 orang. Namun bagi investor di stock market, yang menarik dari peristiwa tersebut bukanlah berapa jumlah korban yang tewas, ataukah siapa kontraktor yang dengan tidak becus mengurus jembatan tersebut. Melainkan, perusahaan natural resources manakah yang operasinya terganggu karena peristiwa tersebut? Sebab seperti yang kita ketahui, Kukar merupakan wilayah kerja dari banyak perusahaan batubara dan perkebunan kelapa sawit, dan beberapa diantaranya listing di BEI.

Hal-hal yang Harus Diperhatikan Seputar Right Issue

Right issue alias penerbitan saham baru oleh emiten, merupakan aksi korporasi yang biasanya kurang disukai oleh investor, karena alasan yang simpel yaitu akan menyebabkan saham dari emiten yang bersangkutan terdilusi. Karena nilainya terdilusi, maka biasanya harganya kemudian turun. Namun right issue tidak selalu berarti jelek bagi investor. Pada dasarnya tujuan dari right issue ini kan buat ngumpulin dana. Jika dana tersebut digunakan untuk tujuan yang baik bagi perusahaan, maka hasilnya akan dinikmati oleh investor juga.

Price Earning to Growth Ratio

Kalau anda termasuk pembaca lama blog ini, maka anda pasti sudah hafal dengan dua ukuran dalam analisis fundamental, yang biasa digunakan untuk menganalisis harga wajar dari sebuah saham, yang sering penulis bahas di blog ini, yaitu Price to Earning Ratio (PER), dan Price to Book Value (PBV). Yup, penulis memang cukup sering membahas tentang PER dan PBV di blog ini. Namun, diluar dua ukuran diatas masih buanyak sekali ukuran-ukuran fundamental lainnya, yang juga bisa diperhatikan dalam menilai apakah sebuah saham harganya wajar atau nggak. Dan disini kita akan bahas salah satunya, yaitu Price Earning to Growth (PEG).

Borneo + Bakrie = ???

Beberapa hari lalu, salah satu emiten batubara di bursa yaitu Borneo Lumbung Energi & Metal (BORN), setuju untuk memberi Bakrie uang tunai kurang lebih US$ 1 milyar, yang akan dipakai Bakrie untuk membayar sebagian utang-utangnya. Sebagai gantinya, BORN akan memperoleh 23.8% saham Bumi Plc. Bumi Plc sendiri adalah pemegang 29% saham Bumi Resources (BUMI), dan 85% saham Berau Coal Energy (BRAU). Yang menarik disini, BORN membeli Bumi Plc itu pada harga 10.9 Pound Sterling per saham, atau 47% lebih mahal dibanding harga rata-rata Bumi Plc di London sana. Wah, apa nggak salah?