Jadwal Seminar Value Investing: Jakarta, Amaris Hotel Thamrin City, Sabtu 9 September 2017. Keterangan selengkapnya baca disini.

Antara Yunani, Amerika, Tiongkok, dan Indonesia

Yunani kumat lagi. Kemarin Pemerintah di negeri para dewa tersebut telah mem-PHK tak kurang dari 15,000 PNS, dalam rangka penghematan anggaran. Diluar itu, beberapa media ‘memvonis’ dua negara Eropa yaitu Belanda dan Italia, sebagai negara yang juga telah menyusul Yunani untuk jatuh ke lembah krisis. Kabar buruk? Tentu saja. Tapi ajaibnya, salah satu bursa saham utama dunia yaitu Dow Jones, bukannya terpengaruh dan turun, tetapi justru malah terus saja naik dan sekarang sudah tinggal selangkah lagi untuk menembus new high di level keramat 13,000. Bagaimana dengan IHSG? Sama saja. Ketika artikel ini ditulis, IHSG lagi hebat-hebatnya dan sekarang sudah diatas 4,000 kembali. Sebuah anomali?

Daftar Saham Bluechip Pilihan

Secara definisi, saham blue chip (penulis lebih suka menyebutnya bluchip), adalah saham yang mewakili perusahaan dengan ciri-ciri sebagai berikut, 1. Perusahaannya besar, 2. Memiliki reputasi dan dikenal baik oleh masyarakat minimal di tingkat nasional, 3. Memiliki kinerja/fundamental yang bagus, 4. Biasanya merupakan pemimpin di industri/sektornya masing-masing, serta 5. Sahamnya likuid. Disebut ‘blue’ atau ‘berwarna biru’, karena saham bluchip secara umum dianggap lebih valuable dibanding saham biasa, dimana warna biru menunjukkan kelas aristokrat atau bangsawan (darah biru).

Tower Bersama & Its Rapid Growth

Kemarin Rabu, 8 Februari 2012, Tower Bersama Infrastructure (TBIG) mengumumkan bahwa perusahaan telah membeli 2,500 menara telekomunikasi atau base transceiver station (BTS) milik Indosat (ISAT). Nantinya TBIG akan kembali menyewakan menara-menara tersebut kepada ISAT, dengan masa sewa minimum 10 tahun. Nilai pembelian menara ini mencapai US$ 519 juta, dimana TBIG akan membayar US$ 406 juta menggunakan dana tunai, dana pinjaman bank, dan saham baru yang akan diterbitkan, sementara sisanya sebesar US$ 113 juta akan dibayar kemudian.

Kimia Farma & Right Issue

Beberapa waktu lalu, Pemerintah dikabarkan menyetujui usul Kementerian BUMN untuk mem-privatisasi enam perusahaan BUMN, yaitu dengan cara strategic sale, IPO, dan right issue. Kimia Farma (KAEF) adalah salah satu dari keenam BUMN tersebut, dimana perusahaan akan menggelar right issue pada tahun ini. Menurut pihak manajemen, right issue tersebut merupakan bagian dari rencana penyatuan beberapa BUMN farmasi menjadi satu BUMN saja. Dua BUMN farmasi lainnya yang kemungkinan akan bergabung dengan Kimia Farma adalah Indofarma (INAF), dan Biofarma (nggak listing).

Buana Listya Tama & Restrukturisasi Utang

Pada tanggal 24 Januari kemarin, Berlian Laju Tanker (BLTA) mengumumkan bahwa salah satu anak usahanya telah melakukan pelanggaran perjanjian utang, dan anak usaha yang lainnya lagi mengalami gagal bayar terhadap kewajiban biaya sewa. Karena kejadian yang serius ini, otoritas bursa men-suspend perdagangan saham BLTA atas permintaan dari manajemen BLTA sendiri (mungkin biar sahamnya gak jatuh). Alhasil, jadilah Buana Listya Tama (BULL) yang kena batunya. Anak usaha BLTA yang baru listing Mei 2011 lalu ini langsung anjlok ke posisi 81, atau telah terkoreksi 12% dalam sepekan terakhir.