Buku Kumpulan Analisis Saham-saham pilihan (Ebook Kuartalan) edisi Kuartal III 2017 akan terbit hari Senin, 6 Nov 2017. Anda bisa memperolehnya dengan cara preorder disini.

Jadwal Kelas Value Investing: Jakarta, Amaris Hotel Thamrin City, Sabtu 28 Okt 2017. Keterangan selengkapnya baca disini.

Astra Group, First Half Results

Grup Astra adalah salah satu grup usaha yang terbilang cepat dalam merilis laporan keuangan (LK) mereka, setiap kuartalnya. Per hari ini, tanggal 27 Juli 2012, hampir seluruh emiten Grup Astra yang terdaftar di BEI sudah merilis LK-nya masing-masing untuk periode semester pertama 2012 (1H12), kecuali Bank Permata (BNLI). Mengingat bahwa Grup Astra juga merupakan salah satu grup usaha terbesar di Indonesia, dengan total market cap yang mencapai Rp412 trilyun, maka tentunya selalu menarik untuk mencermati kinerja mereka dari waktu ke waktu. Berikut adalah rangkuman kinerja lima emiten Grup Astra untuk periode 1H12.

Indonesia, IMF, and US$ 1 Billion Loan

Tanggal 10 Juli kemarin, Christine Lagarde, Managing Director dari International Monetary Fund (IMF), datang ke Jakarta untuk bertemu dengan Presiden SBY dan beberapa petinggi negara. Di akhir pertemuan, diperoleh kesepakatan bahwa Bank Indonesia (BI) akan membeli obligasi yang diterbitkan oleh IMF, senilai US$ 1 milyar. Atau dengan kata lain, BI akan memberi hutang kepada IMF. Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Radjasa, mengatakan bahwa BI akan meminjamkan US$ 1 milyar kepada IMF menggunakan dananya sendiri, bukan mengambilnya dari APBN.

Ebook 40 edisi 1H12

Dear investor, seperti biasa setiap tiga bulan sekali, penulis akan bikin ebook kumpulan analisis (“Ebook 40”), yang kali ini didasarkan pada laporan keuangan (LK) para emiten periode Kuartal II 2012, alias Semester Pertama 2012 atau First Half 2012 (1H12). Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda untuk memilih saham yang bagus untuk investasi jangka menengah dan panjang.

Tiga Pilar Sejahtera Food

Industri apa yang paling kebal terhadap gejolak perekenomian baik dalam skala nasional maupun global? Jawabannya tentu, industri consumer goods, salah satunya industri makanan dan minuman. Rupiah boleh anjlok, IHSG boleh terpuruk, tapi orang-orang akan tetap butuh makan. Karena itulah bagi sebagian investor di BEI, mereka memiliki kebijakan untuk harus memegang minimal satu saham perusahaan consumer goods, dimana biasanya saham tersebut akan tetap stabil meski saham-saham yang lainnya berjatuhan. Nah, Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA) adalah salah satu saham yang mungkin bisa dipertimbangkan sebagai saham yang harus dipegang tersebut.

MNC Sky Vision

Dulu, layanan televisi berbayar (pay tv, atau disebut juga tv kabel) adalah layanan yang, bagi kebanyakan orang, sama sekali tidak menarik. Di Indonesia terdapat lebih dari sepuluh stasiun televisi swasta yang menyajikan berbagai macam tayangan secara gratis, jadi kenapa juga saya harus membayar hanya untuk menonton televisi? Namun sekarang ini, menonton acara stasiun televisi swasta adalah kegiatan yang membosankan bagi sebagian orang, karena acaranya kebanyakan nggak mutu, yakni kalau bukan acara gosip ya debat politik yang konyol. Alhasil, bagi orang-orang yang menginginkan tayangan yang berkualitas, maka pay tv bisa menjadi pilihan. Dan Mr. Hary Tanoesoedibjo, pemilik Grup Bhakti, sudah melihat peluang itu sejak tahun 1994, dimana ketika itu beliau mendirikan perusahaan penyedia layanan pay tv dengan merk Indovision.

Alam Sutera Realty, Now & Future

Pada tanggal 2 Juli kemarin, Alam Sutera Realty (ASRI), perusahaan pengembang properti di wilayah Alam Sutera, Tangerang, Banten, mengumumkan bahwa perusahaan telah mengakuisisi sebuah perusahaan pengelola kawasan pariwisata Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali, dengan nilai akuisisi Rp738 milyar (yang belakangan naik menjadi Rp813 milyar). Bagi ASRI, tujuan dari aksi korporasi ini adalah untuk mendiversifikasikan kegiatan usaha perusahaan, dimana ASRI kini punya usaha di bidang pariwisata. Namun masuknya ASRI ke GWK tersebut ditanggapi negatif oleh investor, dimana saham ASRI sempat merosot hingga posisi 455, meski sekarang sudah naik lagi ke posisi 480.

Exploitasi Energi Indonesia (CNKO)

Jika anda memiliki sebuah perusahaan batubara dan hendak menambah penghasilan, apa yang bisa anda lakukan? Ada dua opsi. Pertama, mendirikan unit usaha kontraktor tambang batubara, dan juga usaha alat-alat berat (biar gak perlu nyewa lagi sehingga pengeluaran akan berkurang dan laba bersih meningkat). Dan kedua, mendirikan pembangkit listrik, jika batubara yang anda produksi adalah jenis thermal coal. Nah, Exploitasi Energi Indonesia (CNKO) adalah perusahaan batubara yang memilih opsi kedua. Meski demikian hingga sejauh ini, usaha pembangkit listrik yang dimiliki CNKO masih belum memberikan kontribusi signifikan bagi pendapatan perusahaan.

Saham Sejuta Umat? No More!

Beberapa hari ini kalau penulis perhatikan, di banyak media berkali-kali ditampilkan pemberitaan soal jumlah utang Grup Bakrie, yang disebut-sebut sudah berada dalam tahap yang mengkhawatirkan. Ada juga artikel yang menyebutkan bahwa pencalonan Aburizal ‘Ical’ Bakrie sebagai Presiden ditengarai sebagai upaya untuk menyelamatkan Grup Bakrie dari kebangkrutan akibat utang. Sebuah upaya untuk menjatuhkan saham-saham Grup Bakrie di market? Sepertinya bukan, soalnya saham BUMI dan kawan-kawan sejak awal juga udah jeblok banget.