Jadwal Seminar/Training Investasi Saham: Value Investing, Amaris Hotel Thamrin City Jakarta, Sabtu 21 Januari. Keterangan selengkapnya baca disini.

Anda investor pemula/calon investor? Silahkan baca tips dan trik investasi saham di artikel ini. Untuk tips memilih broker/sekuritas, baca disini.

Provident Agro & Outlook Sektor Sawit

Sektor perkebunan kelapa sawit mengalami masa jayanya pada awal tahun 2011 lalu, dimana ketika itu rata-rata ROE di sektor ini mencapai lebih dari 25%. Namun terhitung sejak awal tahun 2012 hingga sekarang, hampir seluruh emiten sawit di BEI mengalami kemunduran kinerja, terutama dilihat dari laba bersihnya yang turun. Penyebabnya? Penurunan harga crude palm oil atau CPO, yang hingga kini belum rebound kembali. Harga CPO di Bursa Malaysia sempat hampir mencapai rekor RM4,000 per ton pada tahun 2011 lalu, tapi sekarang, terakhir tercatat RM2,750 per ton. Di Indonesia sendiri, berdasarkan data dari KPB PTPN, harga CPO pada lelang hari ini tercatat Rp7,375 per kg, cukup jauh dibawah rata-rata harga tahun 2011 yang sempat diatas Rp10,000 per kg.

ICTSI Jasa Prima

ICTSI Jasa Prima (KARW) yang sebelumnya bernama Maharlika Indonesia, dan sebelumnya lagi bernama Karwell Indonesia, berubah nama menjadi ICTSI Jasa Prima, setelah pada tanggal 3 Mei 2012 lalu perusahaan diambil alih oleh International Container Terminal Services, Inc (ICTSI), sebuah perusahaan jasa pelabuhan asal Filipina. Kegiatan usaha KARW juga berubah dari tadinya garment menjadi jasa pelabuhan. Aksi korporasi ini menarik, karena kita tahu bahwa saat ini banyak yang memprediksi bahwa sektor yang akan booming dalam beberapa waktu ke depan adalah infrastruktur, dan pelabuhan adalah bagian dari infrastruktur tersebut. So, apakah dalam hal ini ICTSI juga menangkap peluang tersebut, sehingga mereka kemudian masuk ke Indonesia?

Heart is Only for Lovers, Bro!

Koran Bisnis Indonesia pernah mewawancarai Aburizal ‘Ical’ Bakrie, mantan pimpinan Grup Bakrie (Sekarang Grup Bakrie dipimpin oleh Nirwan, adik dari Ical), pada tahun 2010 lalu dalam rangka HUT Bisnis Indonesia yang ke-25. Dalam wawancara tersebut, wartawan Bisnis mengajukan pertanyaan berikut, ‘Banyak orang tidak percaya bahwa Bakrie melalui Bumi Resources (BUMI) berhasil membeli Arutmin dan Kaltim Prima Coal (KPC). Bagaimana caranya?’ Dan Ical menjawab, ‘Waktu itu memang ada opportunity-nya, sehingga langsung kami grab. Soal duitnya dari mana, kami cari belakangan.’

Bakrie vs Rothschild

Bumi Resources (BUMI) terus saja turun akhir-akhir ini, namun itu tidak menjadikannya tidak menarik lagi di mata sebagian para pelaku pasar. Malah, beberapa investor justru mulai melirik lagi saham yang pernah menyandang gelar sebagai saham sejuta umat ini, dengan berbagai alasannya. Disisi lain, para ‘nyangkut-ers’ masih dilanda kebingungan hebat untuk menentukan pilihan yang sama-sama sulit: Apakah saya harus bertahan, ataukah lebih baik keluar saja, yang itu berarti merealisasikan potensi kerugian yang terjadi?