Buletin Analisis IHSG & Stockpick Saham edisi Desember 2016 sudah terbit! Anda bisa langsung memperolehnya disini, gratis konsultasi tanya jawab saham untuk member, langsung dengan penulis.

Apa Resolusi Anda?

Beberapa waktu lalu (udah cukup lama sih), penulis bertemu dan berdiskusi dengan seorang teman yang merupakan investor saham senior. Yep, I tell you, hal terbaik dari memiliki blog seperti blog ‘Analisis Saham Independen’ seperti ini adalah kita bisa bertemu dengan banyak sekali teman-teman sesama investor yang lebih senior, untuk kemudian belajar banyak dari mereka. Dan penulis kira, kesempatan untuk belajar tersebut adalah investasi yang lebih jauh berharga ketimbang investasi di saham itu sendiri.


Nah, berikut adalah cerita yang di-share oleh teman penulis tersebut.

Ada dua hal yang selalu dicari-cari oleh orang-orang, siapapun ia dan dimanapun ia tinggal.

Yang pertama adalah uang, yang kedua adalah waktu.

Karena itulah, kemudian terdapat empat kelompok manusia.

Kelompok pertama, adalah mereka yang memiliki keduanya, yaitu mereka punya uang, dan juga punya waktu. Contohnya mungkin konglomerat yang sudah pensiun, atau bisnisnya sudah bisa jalan sendiri tanpa perlu diawasi lagi. Kelompok ini dipandang oleh tiga kelompok lainnya sebagai kelompok yang paling beruntung, karena mereka memiliki satu hal yang tidak dimiliki oleh tiga kelompok lainnya tersebut, yakni kebebasan (freedom), dimana mereka nyaris bisa membeli atau melakukan apa saja, dan kapan saja.

Kelompok kedua, adalah mereka yang memiliki uang, tapi tidak memiliki waktu. Contohnya eksekutif top di perusahaan-perusahaan besar.

Kelompok ketiga adalah sebaliknya, yaitu mereka yang memiliki waktu, namun tidak memiliki uang. Contohnya pengangguran.

Dan terakhir, kelompok keempat, mungkin merupakan kelompok yang paling tidak beruntung, karena mereka tidak memiliki uang ataupun waktu. Contohnya mungkin buruh kasar dengan gaji rendah.

Sebagian besar manusia berada di kelompok kedua dan ketiga, dan mereka selalu menginginkan untuk bisa masuk kedalam kelompok pertama.

Tapi tahukah anda, bahwa ada sesuatu yang dimiliki oleh kelompok kedua, ketiga, atau bahkan keempat, namun justru tidak dimiliki oleh kelompok pertama, padahal kelompok pertama ini tampak sudah memiliki segalanya?

Sesuatu tersebut adalah mimpi, harapan, cita-cita.

Ketika seseorang sudah memiliki uang dan waktu, ketika seseorang sudah memiliki segalanya, ketika seseorang sudah memperoleh semua yang ia inginkan, maka itu berarti cerita kehidupannya sudah usai, karena sudah tidak ada lagi yang perlu dikejar, dan sudah tidak ada lagi yang perlu dicapai.

Dan bisakah anda bayangkan, betapa membosankannya kehidupan seperti itu?

Karena itu beruntunglah anda yang baru memiliki salah satu dari uang ataupun waktu, atau bahkan jika anda belum memiliki keduanya.

Namun ‘keberuntungan’ anda tersebut akan sia-sia jika anda tidak memiliki mimpi, jika anda tidak memiliki cita-cita untuk dicapai.

Karena pada akhirnya, yang membuat kehidupan seseorang menjadi sangat berharga dan penuh warna adalah jika ia sedang berada dalam proses untuk mencapai sesuatu, bukan ketika sesuatu tersebut sudah diraih.

Kemudian penulis memotong, ‘Tapi apa hubungan itu semua dengan investasi kita di pasar saham pak?’ Dan beliau menjawab, ‘Tahukah kamu, kenapa Warren Buffett bisa sangat sukses seperti sekarang? Karena dia menyukai proses. Karena dia menyukai melihat portofolionya terus tumbuh dan tumbuh, tanpa ada niat sama sekali bahwa jika sudah memperoleh keuntungan sekian, maka duitnya akan dipakai buat apa. Buffett tidak mengincar keuntungan hasil dari proses investasinya di saham, yang ia incar adalah proses itu sendiri. Tapi hasilnya, dia justru malah jadi salah satu orang terkaya di dunia.’

‘Dan yang lebih penting lagi, posisi Buffett yang selalu berada dalam proses itulah, yang membuat ia memiliki alasan yang kuat untuk tetap hidup dan bekerja, dan itu sebabnya ia berumur panjang sampai sekarang sudah berusia lebih dari 80 tahun, tapi masih sehat walafiat.’

Warren Buffett sang pemetik gitar ukulele. Sumber: theguardian.com

Kemudian beliau bertanya, ‘Nah, mas Teguh, sekarang apa cita-cita yang akan kamu capai?’

Well, ada yang bisa bantu? Jika pertanyaan diatas ditanyakan kepada anda, maka apa jawabannya?

NB: Investor Bulletin edisi Januari 2013 sudah terbit hari ini. Anda masih bisa memperolehnya disini.
Share artikel ini melalui (klik salah satu): Facebook Twitter Linkedin

8 komentar:

Andi Supriyono mengatakan... Balas

Saya pernah diskusi dgn seorang teman yg sering memberikan pelatihan motivasi utk perusahaan. Dia bilang ada 3 tipe manusia:

1.QUITTERS
2.CAMPERS
3.CLIMBERS

Quitters adalah orang yg sgt tidak suka tantangan, dia lebih suka hidup tenang, tanpa mau ambil resiko. Bila diberi tantangan dia langsung menolak.

Campers adalah orang yg sgt giat dan pekerja keras dalam mengejar cita-cita, impian atau targetnya. Bila semuanya sudah tercapai dia akan berhenti dan menikmati hasilnya. (Seperti pendaki gunung yg telah mencapai puncak gunung, dia akan membuat camp/camper dan menikmati pemandangan di puncak).

Climbers adalah orang yg sgt giat, pekerja keras dalam mengejar target, impian atau cita-citanya. Bila semuanya sudah tercapai, dia akan mencari lagi tantangan dan target baru, atau impian baru yg lebih tinggi lagi. Orang tipe Climber adalah org yg sgt menyukai proses pendakian. Mungkin tipe climpers ini cocok dgn Warren Buffet spt yg diceritakan teman mas Teguh itu.

Anonim mengatakan... Balas

harus saya akui Mas teguh, tulisan anda kali ini sungguh cerdas..

teruslah berkarya demi kecerdasaan anak bangsa

Anonim mengatakan... Balas

Bagaimana jika cita - citanya bisa membahagiakan semua orang sehingga apa yang dilakukan berguna bagi lainnya tanpa harus mengorbankan yang dapat merugikan semua. setuju pak Teguh ?

Anonim mengatakan... Balas

kalau mau lebih direnungkan lagi...setiap kelompok punya minus-plusnya sendiri...menurut kacamata orang awam....

tidak benar bahwa kelompok pertama tidak punya mimpi atau harapan....kalau kita mau teliti kita akan mengetahui bahwa seseorang yang "sukses" mewujudkan mimpinya, tidak serta merta puas selamanya lalu "nganggur"...

yang terjadi adalah, kekuatan berusaha itu terus tumbuh......kekuatan yg dihimpun terus-menerus, dalam hal ini berusaha, tidak serta merta luluh hanya karena ia sudah "berhasil"....

keserakahan, bahasa halusnya ketidakpuasan, akan memicu seseorang untuk terus mengumpulkan apa saja yg dirasanya kurang....bukan cuma uang dan waktu....bisa cinta, pertemanan, kuliner, dll, dsb....

begitulah kita manusia ini...apapun dan bagaimanapun diri kita...tidak akan pernah benar-benar puas...kecuali mati...!

PinkberryStore mengatakan... Balas

Terima kasih Pak Teguh untuk artikelnya... sangat berkesan di awal tahun 2013 ini... sekali lagi terima kasih

Anonim mengatakan... Balas

Dari cerita anda, teman anda itu ada lee keng hong..betul ga ? hehe

Anonim mengatakan... Balas

Selamat Tahun Baru Mas Teguh.
Sehat dan Sukses Selalu.

Tulisan Anda sangat bagus dan tepat guna , menggugah semangat untuk terus enjoy :)

Anonim mengatakan... Balas

pendapat sy, apabila telah mencapai kelompok 1(ada uang & waktu), maka selanjutnya lebih ada berkah untuk melakukan pendekatan spiritual(ibadah) & kegiatan bersifat sosial(spt:menyumbang korban bencana,dll). utk yg di luar negeri ada contoh bill gates, buffet yg menyumbang lebih kurang 50% kekayaan utk sosial. D indonesia, sy pribadi tau ada bbrp konglomerat top indonesia yg selain melakukan byk kegiatan sosial, juga fokus pada pendekatan spiritual pribadi mereka. (contoh: sya tau ada 1 konglomerat top indonesia yg sewaktu melakukan kegiatan sosial, turun tangan sendiri memikul beras). intinya target mereka: di dunia fana ini berhasil, di akhirat nanti juga berhasil.