Buletin Analisis IHSG & Stockpick Saham edisi Desember 2016 sudah terbit! Anda bisa langsung memperolehnya disini, gratis konsultasi tanya jawab saham untuk member, langsung dengan penulis.

Outlook IHSG di Tahun 2014 (Forum)

Dear investor dan juga kawan-kawan trader, berhubung sekarang sudah akhir tahun, melalui forum ini penulis mengajak anda untuk berbagi analisis, opini, serta pandangan tentang bagaimana outlook pasar di tahun 2014, baik itu dilihat dari sisi fundamental, teknikal, perkembangan ekonomi makro nasional, dan lain-lain.

Anda bisa menuliskan analisis anda melalui kolom komentar dibawah, jangan lupa sebutkan nama, atau minimal nickname anda dibawahnya. Anda juga boleh mengomentari analisis yang dibuat oleh teman yang lain, tentunya dengan bahasa yang baik. Tujuan penulis membuat forum ini adalah agar analisis yang anda paparkan bisa menjadi pencerahan bagi kawan-kawan investor/trader lainnya.

Demikian, terima kasih atas kontribusinya :)

Salam,
Teguh
Share artikel ini melalui (klik salah satu): Facebook Twitter Linkedin

13 komentar:

Samsu Raharjo mengatakan... Balas

Buat saya booming property sudah habis. awal tahun BI rate bisa naik jadi 8%, pertumbuhan ekonomi 4%, dolar stabil di 12.00-13.00 , LTV, bahkan mungkin property akan terus turun tajam. hingga level 2thn lalu (sblm booming) ,yaitu sekitar 500an bwt ctra,lpkr,smra. Paranyangkuter mungkin bisa keluar disaat LK thunan 2013 keluar, karna kinerja emiten msh bagus. dan anjlok kembali melihat kinerja Q1 anjlok.. Untk eraa, dan tele saya rasa beresiko, mengingat beresiko karna sensitif nilai tukar, dan kebijakan pemerintah. Sektor Konsumsi lah yang akan dominan di tahun depan. untuk perusahaannya, ane suka UNVR,ICBP,AISA,CPIN,dll. untuk saham CPIN dan AISA saham favorite ane nih . ane prediksi tahun depan bisa grow hingga 30% lebih harga sahamnya, karna emang harga akhir tahun ini emang tidak pantas di sandang CPIN, meskipun CPIN banyak import tapi tidak menjadi kendala berarti karna cpin merupakan pengendali pasar di bidangnya. Buat aisa saat ini tergolong saham pertumbuhan, dan prospek cukup menjanjikan (terutama bisnis beras, cz ga ada saingan dan ga ada ceritanya orang indo bosan dengan namanya beras). Untuk mining dan sawit ane kurang tau dah.

Adiputra Pandypta mengatakan... Balas

Bagaimana dengan prospek saham JSMR? Dari berita yang gw baca2 management JSMR cukup optimis pendapatan bisa tumbuh 23%.

Link : http://investasi.kontan.co.id/news/2014-jsmr-bidik-pendapatan-rp-7-triliun

Anonim mengatakan... Balas

Pak teguh koq forum di hapus sich? forum yang ada di website ini padahal lucu lho banyak komentar2-nya yg bikin saya tertawa lebar.

Anonim mengatakan... Balas

kalo kita melihat kebelakang dalam 3 pemilu terakhir, IHSG cenderung menuguat cukup signifikan terutama 2009, dan 2014 menurut saya ihsg akan kembali menguat setidaknya menembus 5000 setelah pemilu. wlpn 2014 berita defisit anggaran dan tapering akan terus muncul tapi tidak akan menghalangi laju ihsg setelah pemilu( menurut saya , tapering dan defisit anggaran tidak akan berdampak negatif berlebihan terhadap bursa ) apalagi posisi rupiah saat ini sangat menguntungkan asing untuk balik mencari cuan di pasar modal indonesia, cuma asing menanti momentum untuk balik, menurut saya yakni kabar pemilu yang demokratis ga peduli siapapun pemenangnya( karna siapa pun yang menang sama saja, pasar sudah bosan dengan pemerintahan saat ini yang plin plan dan bojes ) Sebagai informasi sensex direspon baik oleh pasar setelah pemilu di india, jadi jangan terlalu berharap indeks akan bergerak naik signifikan dalam 3 bln pertama di 2014.

Anonim mengatakan... Balas

BI rate saat ini 7,5% sdh berat dampaknya thd sektor rill akhir thn 2013, serta kredit property. Di sisi lain, dengan diberlakukannya Tapering, kayaknya dana asing ini masih kerasan di negara maju, ketimbang negara berkembang. Padahal dana asing bisa dikatakan penggerak utama IHSG. Shg prediksi saya, untuk jangka menengah dana asing ini tdk besar jumlahnya yg kembali ke Indonesia.Padahal dgn BI rate 7,5% ini, salah satu harapannya banyak modal asing masuk. Tapi kenyataannya sd sekarang blm masuk secara significant. Lantas bagaimana, apa BI rate akan di naikan lagi. Jika itu terjadi, maka beban biaya operasional sektor riil bertambah berat, dan itupun blm menjamin dana asing masuk kembali Dlm kondisi spt itu, Saham sektor properti masih sulit rebound. Ini memang tugas para ekonom dan para big boss. Namun krn di thn 2014 ada PR besar yaitu dari Pemilu dan Pilpres, kemungkinan besar sektor riil, transportasi dll akan ikut ramai. T.Akbar

Anonim mengatakan... Balas

Tahun 2014 diprediksi masih suram untuk IHSG. Target pertumbuhan ekonomi turun dari 6,2% menjadi sekitar 5,8%. Berbagai upaya pemerintah telah dilakukan al kenaikan BI rate dan kebijakan ekonomi terkait dgn impor barang. Namun sampai hari ini tampaknya masih belum berhasil. Ibaratnya seperti orang sakit dikasih obat, tapi obatnya masih belum manjur. Neraca perdagangan masih defisit, USD masih di atas Rp12.000, sektor konstruksi dan properti masih blm bangkit, harga bahan makanan masih mahal dlsb. Jika pemerintah tidak mengeluarkan jurus baru lagi, memang secara ekonomi dgn sendirinya akan muncul equilibrium baru, tapi tentunya tdk di titik equilibrium yg dikehendaki oleh pemerintah maupun masyarakat atau equilibrium di harga mahal, yg dlm jangka panjang bisa menimbulkan resesi. Dlm kondisi spt ini, IHSG pasti blm bisa bangkit. Menurut prediksi saya, mulai awal thn 2014 para politikus pasti sdh sibk dgn program Pemilu, jadi kebijakan baru di bidang ekonomi ini baru keluar setelah Pilpres. Jadi masik sekiat bulan Oktober/November 2014. Semoga saja Presiden dan para menterinya yg benar-benar memperhatikan rakyat.

Victor Gouanda mengatakan... Balas

Tahun 2014, seperti tahun-tahun lalu yang penuh dengan ketidakpastian.

Menurut penerawangan saya, 2014 akan masih ditandai dengan perlambatan ekonomi (GDP indonesia berkisar sekitar 4-5 %), inflasi yang cukup tinggi (bisa sekitar 10% keatas, bukan versi BPS), nilai tukar rupiah yang turun dan politik yang tidak menentu karena pemilu.

Jagoan saham tentunya adalah sektor konsumer dan perbankan. Properti akan mulai menurun dan tambang semakin tidak jelas karena harga komoditas yang masih rendah dan adanya larangan impor langsung mineral.

Jadi, tetap waspada dan mawas dalam menjaga niai porfolio anda.

HAPPY NEW YEAR 2014

Anonim mengatakan... Balas

Tahun 2014 semoga lebih baik...saham semen SMGR dan SMBR...serta bank saham BJBR menjadi favorit..saya...

selamat tahun baru..2014 semoga tahun untuk investor

Dickson Ngadimin mengatakan... Balas

Bagaimana untuk saham batu bara terkait UU minerba yang akan di setujui pada awal bulan Januari?

Anonim mengatakan... Balas

Bull market are born in pesimism,...(Sir John Templeton)

Anonim mengatakan... Balas

Untuk kuartal 1, saham tambang dan CPO akan menjadi penggerak index karena harga batubara dan CPO juga sedang rebound. Emiten seperti ADRO, HRUM, LSIP, dan AALI layak untuk diperhatikan. Suku bunga masih harus melihat 2-3 bulan lagi apakah neraca perdagangan masih bisa mempertahankan momentumnya tetapi konsensus saya BI akan mempertahankan BI rate dan rupiah dipatok 12000-12300. Penguatan rupiah jika BI rate dinaikkan, akan mendorong impor juga, jadi sangat riskan untuk menaikannya. Saham media dan konsumsi layak untuk diperhatikan karena Pemilu.

Musa mengatakan... Balas

14 tahun kebelakang IHSG menanjak, tapi kalau hanya melihat untung2an dalam harian/mingguan bisa hampir mirip dengan judi "easy come easy go"

Musa mengatakan... Balas

Melihat fakta IHSG 14 tahun kebelakang, setelah beberapa krisis dilalui ihsg tetap bertumbuh. Harga tanah yang dari dulu meningkat tidak spekuliatif seperti membeli emas dan dollar, kebutuhan orang akan rumah sebagai kebutuhan primer tentu tidak akan menyurutkan kebutuhan akan property baik untuk alasan investasi/ditinggali. Bahkan orang akan berhemat untuk hidup konsumtif supaya bisa memiliki tempat tinggal disamping alasan kesehatan akibat mengkonsumsi produk pabrikan.