Buletin Analisis IHSG & Stockpick Saham edisi Desember 2016 sudah terbit! Anda bisa langsung memperolehnya disini, gratis konsultasi tanya jawab saham untuk member, langsung dengan penulis.

Seminar Lo Kheng Hong

Dear investor, berikut ini adalah rekaman suara Bapak Lo Kheng Hong ketika beliau mengisi seminar di acara Investor Summit & Capital Market Expo 2013 di Jakarta, hari Kamis tanggal 28 September 2013 kemarin. Tidak banyak yang ia sampaikan dalam kesempatan seminar tersebut, namun penulis kira apa yang beliau sampaikan tetap bermanfaat khususnya bagi kita semua para investor di pasar saham. Oke, langsung saja.


Secara umum, berikut adalah beberapa poin yang disampaikan oleh Pak LKH

  1. Pilihlah saham yang bisnisnya sederhana dan mudah, namun memiliki fundamental bagus. Sebagai contoh saham Charoen Pokphand Indonesia (CPIN). Saya (LKH) membeli sahamnya pada harga 400 (harga sebelum stocksplit), sehingga kemudian meraup keuntungan sekitar 6,000% dalam waktu 3 (atau 4) tahun.
  2. Anda mau coba invest dimanapun, apakah itu deposito, emas, properti, tapi tidak ada satupun diantaranya yang mampu menghasilkan keuntungan sebesar keuntungan yang dihasilkan dari investasi di saham. Saya menjadi kaya karena 100% hanya berinvestasi di saham, dan juga nggak ada pekerjaan lain.
  3. Seluruh produk-produk dari perusahaan publik (perusahaan yang sahamnya diperdagangkan di bursa), mulai dari pasta gigi pepsodent hingga restoran KFC, semuanya sangat bermanfaat terhadap kehidupan sehari-hari orang banyak, sehingga dengan berinvestasi di pasar saham maka kita turut memajukan perekonomian nasional.
  4. Sebagian besar waktu saya digunakan untuk membaca, membaca, dan membaca. Saya nggak suka kemana-mana (kecuali keluar negeri sekalian), melainkan duduk aja di taman kecil di rumah, untuk membaca, mulai dari membaca laporan keuangan, berita-berita perusahaan, dan lain-lain yang berhubungan dengan emiten dan saham. Buffett juga kerjaannya begitu: Membaca, bahkan hingga usianya 80-an seperti sekarang, ia masih menghabiskan 6 jam sehari untuk membaca.
  5. Belilah saham yang harganya lebih rendah dibanding nilai intrinsiknya. Menghitung nilai intrinsik memang agak rumit, tapi itu bisa dipelajari.
Okay, kurang lebih gitu aja, selamat mendengarkan, semoga bermanfaat!

Penulis (Teguh Hidayat) bersama Pak LKH

Catatan: Mohon maaf di videonya gak ada gambarnya sama sekali karena saya nggak ngerti juga cara mengeditnya gimana. Terus suaranya agak kecil dan juga agak kurang jelas karena saya merekamnya pake handphone, tapi itu bisa diakali dengan mendengarkannya melalui peralatan audio yang bagus, misalnya melalui speaker Simbadda/Altec Lansing yang biasa dipakai untuk mendengarkan musik di komputer.

NB: Penulis  merekam seminar yang penulis selenggarakan pada tanggal 7 Desember lalu dalam bentuk CD, dan anda bisa membeli CD-nya disini.
Share artikel ini melalui (klik salah satu): Facebook Twitter Linkedin

4 komentar:

Anonim mengatakan... Balas

Kepada Yth kang Teguh,

Sekedar saran, untuk kami2 yang berada diluar Jakarta atau bahkan di luar negeri yang tidak bisa menghadiri seminar tersebut mungkin bisa diwadahi dengan buku Analisis Intrinsik tersebut.

Atau kalo waktunya 'tight' blom sempat nulis, mungkin seminarnya saja direkam trus di upload semacam webminar gitu, yang tentu saja kalo mau nonton ya bayar kalo mau dapat 'hak siar' online kitu...

salam hormat,
johnny

Anonim mengatakan... Balas

wah sayang banget ya ini masa gak ada yang rekam videonya sama sekali ya? apa ikut mesti bayar ya pak?

Anonim mengatakan... Balas

Setuju Mas. Kalo ada rekamannya di cd, dvd, bahkan flash usb, saya siap beli kok. Thx :)

anton j mengatakan... Balas

gak sesuai banget dengan sebutan WB indonesia kalo sampe bener LKH nyangkut di saham bumi walau mungkin hanya sejumlah kecil untuk ukurannya
http://finance.detik.com/read/2013/12/20/165424/2448015/6/kenapa-lo-kheng-hong-masih-pegang-saham-tambang-grup-bakrie

bagi saya LKH hanya manusia biasa dengan kekurangan dan kelebihannya. beruntunglah yang punya banyak harta (dana nganggur)untuk bisa simpan lama suatu saham.