Buku Kumpulan Analisis Saham-saham Pilihan edisi Kuartal II 2017 ('Ebook Kuartalan') sudah terbit! Dan anda bisa langsung memperolehnya disini.

Sierad Produce: Too Bad to be True

Apa makanan pokok masyarakat di Indonesia? Jawabannya sudah pasti nasi, kecuali jika anda setuju dengan Menteri Pertanian kita yang menyuruh masyarakat untuk mengganti nasi dengan singkong (yang bener aja!). Lalu apa lauk nasi favorit semua orang? Percaya atau tidak, jawabannya adalah daging ayam, entah itu digoreng, dipanggang, dibikin sup, ataupun diolah menjadi sosis atau nugget. Yup, daging ayam adalah makanan kesukaan masyarakat Indonesia dari seluruh strata sosial, mulai dari buruh pabrik hingga si pemilik pabrik itu sendiri. Rasanya yang lezat serta harganya yang lebih terjangkau ketimbang jenis daging lainnya, menyebabkan permintaan akan daging ayam senantiasa meningkat dari waktu ke waktu, seiring dengan laju pertumbuhan jumlah penduduk.

Bakrie vs Rothschild: Aftermath?

Jika anda kaget ketika kemarin AC Milan diluar dugaan mampu menghajar Barcelona dua gol tanpa balas dalam ajang babak enam belas besar Liga Champions, maka demikian pula reaksi penulis ketika pagi ini mendengar kabar bahwa Bakrie berhasil mengalahkan Nathaniel Rothschild dalam voting yang berlangsung di London, Inggris. Namun kemenangan Bakrie ini memang sudah diprediksikan oleh beberapa pihak mengingat di saat-saat terakhir, Rosan Roeslani, salah satu partner Bakrie di Bumi Plc, berhasil memperoleh dukungan beberapa investor untuk memenangkan voting, termasuk Hary Tanoesoedibjo, pemilik Grup Bhakti.

Bakrie vs Rothschild, Part 3

Tanggal 12 Februari 2013 kemarin, Bumi Plc, perusahaan holding yang memegang 29.2% saham Bumi Resources (BUMI), merilis pengumuman bahwa perusahaan telah menyetujui proposal dari Grup Bakrie untuk mengambil alih kembali seluruh saham BUMI yang dipegang perusahaan. Sebagai tanda jadi, Grup Bakrie melalui Bakrie & Brothers (BNBR) telah menyetor uang muka sebesar US$ 50 juta, dan sisanya akan dibayar kemudian. Sekilas, pengumuman ini memberi kesan bahwa upaya Grup Bakrie untuk keluar dari cengkeraman Bumi Plc (baca: Nathaniel Rothschild) mulai menuai hasil, dan itu pula sebabnya saham BUMI mulai menggeliat sejak seminggu terakhir. Tapi benarkah demikian? Dan apakah pihak Nathaniel kemudian hanya tinggal diam begitu saja? Ingat bahwa jika Bumi Plc tidak lagi memegang BUMI, maka perusahaan yang dulunya bernama Vallar Plc ini hanyalah perusahaan kosong yang gak ada nilainya sama sekali.

Ebook Kuartalan edisi FY12

Dear investor, seperti biasa setiap tiga bulan sekali, penulis akan bikin ebook kumpulan analisis (“Ebook Kuartalan”), yang kali ini didasarkan pada laporan keuangan (LK) para emiten periode Kuartal IV 2012, alias Tahun Penuh 2012 atau Full Year 2012 (FY12). Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda untuk memilih saham yang bagus untuk trading, investasi jangka menengah, dan panjang.

Cara Menganalisis Manajemen Perusahaan

Apa saja kriteria yang harus dipenuhi oleh sebuah perusahaan agar dapat menghasilkan kinerja yang maksimal? Jawaban atas pertanyaan tersebut bisa macam-macam, tapi yang pasti salah satu diantaranya adalah: Tim manajemen yang bagus dan dapat dipercaya. Sebagus apapun sebuah perusahaan, tapi kalau perusahaan tersebut dikendalikan dan dikelola oleh orang-orang yang nggak becus dan tidak bertanggung jawab, maka hasilnya pasti akan tetap jelek. Dalam kaitannya dengan investasi di saham, maka hal ini menjadi penting untuk diperhatikan, mengingat kita sebagai investor retail tidak memiliki kuasa untuk menunjuk orang-orang tertentu untuk duduk di jajaran direksi dari perusahaan yang bersangkutan, kecuali jika anda adalah investor besar yang mampu membeli saham sebuah perusahaan hingga sebanyak 20% dari modal disetor (sehingga anda menjadi pemegang saham utama).

The Sleeping Giant

Ada yang menarik ketika penulis mempelajari catatan ekspor impor Indonesia untuk tahun penuh 2012, yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), awal Februari lalu, yaitu: Nilai impor besi dan baja untuk tahun 2012 meningkat signifikan, tepatnya 18.2% dibanding tahun 2011. Demikian pula nilai impor untuk barang-barang dari besi dan baja, juga meningkat 36.8%. Untuk beberapa jenis barang lainnya yang juga mengandung komponen besi dan baja, seperti mesin, elektronik, produk otomotif, hingga kapal terbang, semuanya juga meningkat signifikan antara 15 - 30%.