Info Investor: Buku Kumpulan Analisis Saham-saham Pilihan edisi Kuartal IV 2016 sudah terbit! Anda bisa langsung memperolehnya disini.

'Follow the Trend' dalam Analisis Fundamental

Beberapa waktu lalu penulis menerima saran dari seorang teman, ‘Mas Teguh, saya tahu Mas Teguh ini tipe value investor yang lebih banyak pake analisis fundamental. Tapi sebagaimana yang kita ketahui, di market terdapat lebih banyak trader yang pake teknikal. Jadi gimana kalau Mas Teguh nulis juga soal analisis saham dari sisi teknikal? Pasti blog-nya bakal lebih banyak lagi yang baca’

Meraup Untung dari Saham Dividen

Saham dividen, atau dividend stock, adalah istilah untuk menyebut saham yang perusahaannya membagikan dividen dalam jumlah besar, katakanlah lebih dari separuh perolehan laba bersihnya dalam satu tahun tertentu, sementara disisi lain harga sahamnya juga tidak terlalu tinggi sehingga yield-nya lebih besar dibanding saham lain pada umumnya. Contohnya? Bank BJB (BJBR). Sejak tahun buku 2007 hingga 2013, BJBR selalu membagikan dividen rata-rata sebesar 65% dari laba bersihnya di tahun yang bersangkutan. Pada tahun 2013 lalu, nilai dividen BJBR tercatat Rp78 per saham. Dengan harga saham Rp965 menjelang tanggal cum-nya, maka dividend yield BJBR adalah 965 / 78 = 0.081, alias 8.1%. Angka tersebut terbilang cukup besar jika dibandingkan dengan dividend yield dari saham-saham blue chip, yang rata-rata hanya 2 – 4%.

Investor Meeting: Market Outlook 2015

Dear investor, tak terasa kita sudah memasuki bulan Desember, yang itu artinya sebentar lagi tahun 2014 ini akan berakhir. Sejauh ini, tahun 2014 relatif merupakan tahun yang cukup baik bagi investor saham, terutama jika perbandingannya adalah tahun 2013 kemarin dimana pasar/IHSG sempat hancur lebur. Pertanyaannya, bagaimana dengan tahun 2015 mendatang? Nah, bagi anda investor yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya (dari luar kota juga boleh kalau mau datang kesini), penulis mengajak anda untuk ketemu, kumpul-kumpul dan berdiskusi soal ‘Market Outlook’ untuk tahun 2015, tentunya dari sudut pandang seorang value investor.

Prospek Saham Farmasi Terkait BPJS

Selain sektor konstruksi yang sudah kita bahas minggu lalu, email pertanyaan yang cukup sering penulis terima beberapa waktu terakhir ini adalah soal bagaimana prospek dari Kalbe Farma (KLBF), Tempo Scan Pacific (TSPC), dll, alias saham-saham farmasi, terkait program pemerintah yang dinamakan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan), yang sudah berjalan sejak awal tahun 2014 lalu. Kemudian sejak Jokowi dilantik sebagai Presiden tanggal 20 Oktober kemarin, tak lama kemudian beliau langsung meluncurkan program ‘kartu sakti’ andalannya, salah satunya Kartu Indonesia Sehat (KIS), yang mungkin semakin membuat anda penasaran, bagaimana kira-kira dampaknya terhadap saham-saham farmasi di BEI. Nah, sebelum itu, mari kita bahas dulu tema ‘kesehatan’ ini sejak awal.