Jadwal Seminar/Training Investasi Saham: Value Investing, Amaris Hotel Thamrin City Jakarta, Sabtu 21 Januari. Keterangan selengkapnya baca disini.

Anda investor pemula/calon investor? Silahkan baca tips dan trik investasi saham di artikel ini. Untuk tips memilih broker/sekuritas, baca disini.

Prospek Saham Komoditas

Hingga Selasa, 26 April kemarin, IHSG ditutup di posisi 4,814, atau secara keseluruhan naik 4.8% sejak awal tahun, namun indeks sektor tambang, termasuk tambang batubara, tercatat naik lebih tinggi yakni 20.5%. Penyebab kenaikan saham-saham batubara sebenarnya cukup jelas: Rebound-nya harga minyak, yang dua bulan lalu sempat nyungsep hingga US$ 27 per barel, tapi sekarang sudah naik menjadi US$ 42. Namun disisi lain, barusan salah perusahaan batubara yakni United Tractors (UNTR), sudah merilis laporan keuangannya untuk periode Kuartal I 2016, dan labanya masih anjlok 55.3%. Sementara perusahaan batubara lainnya, Resource Alam Indonesia (KKGI), labanya sukses naik namun hanya karena adanya keuntungan kurs, sementara pendapatannya masih turun.

Mengenal BI 7-day Rate, dan Dampaknya ke Perbankan

Pada Jumat, tanggal 15 April kemarin, Bank Indonesia (BI) mengumumkan formula baru suku bunga acuan perbankan, yakni BI 7-day Reverse Repo Rate, yang akan menggantikan formula sebelumnya yakni BI Rate. Ini adalah kali pertama BI sebagai bank sentral melakukan perubahan kebijakan yang tampak radikal, dan itu tentu membuat bingung para investor (jangankan ‘BI 7-day Reverse Repo Rate’, sebagian dari anda mungkin bahkan belum mengerti apa itu ‘BI Rate’), dan alhasil saham-saham perbankan langsung berjatuhan Jumat lalu, karena investor menjadi unsure soal bagaimana dampak dari penetapan formula baru ini terhadap kinerja perbankan.

Antara Panama Papers, Tax Amnesty, dan Ekonomi Nasional

Senin kemarin, Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, mengatakan bahwa Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk menurunkan tarif pajak penghasilan korporasi dari 25% menjadi hanya 20%. Sebetulnya ini tentu kabar baik bagi perusahaan-perusahaan, namun karena sebelumnya ada banyak cerita bahwa Pemerintah masih belum berhasil dalam mencapai target pendapatan pajak, maka yang disoroti pelaku pasar adalah bahwa penurunan tarif pajak tersebut berdampak negatif bagi keuangan negara, dan tentunya ekonomi nasional secara keseluruhan, dan alhasil kemarin IHSG turun lumayan. Namun disini kita gak akan membahas soal IHSG-nya.

Tips u/ Tetap Rileks ketika Menganalisis

Seseorang pernah mengatakan, ‘Ketika kamu senang dengan pekerjaanmu, maka setiap hari adalah hari libur.’ Jadi jika pekerjaan anda adalah berinvestasi di pasar saham (baca: menganalisis), dan anda menyukai pekerjaan tersebut, maka anda sejatinya tidak pernah bekerja barang sedetik pun. Namun inilah kenyataannya: Jika pasar sedang bersahabat dan saham-saham sedang naik, maka pekerjaan menganalisis akan tampak menyenangkan bagi investor manapun. Tapi bagaimana kalau gilirannya saham anda turun? Apakah anda masih bisa menata portofolio anda dengan perasaan riang gembira, atau minimal tidak menggerutu?