Buku Kumpulan Analisis Saham-saham Pilihan Edisi Kuartal I 2017 sudah terbit! Anda bisa memperolehnya disini.

Peluang Investasi di Sektor Kabel

Tak terasa sekarang sudah di penghujung Oktober, dan itu artinya sudah waktunya bagi investor untuk mengecek kembali kinerja keuangan terbaru dari para emiten, dan juga mencari ‘mutiara terpendam’ alias saham-saham berfundamental bagus yang valuasinya masih murah. Nah, di artikel kali ini kita akan membahas salah satu ‘saham mutiara’ tersebut, dimana saham ini sejatinya sudah penulis discover sejak beberapa waktu lalu, dan untungnya sejauh ini kinerja fundamentalnya terbilang sangat memuaskan.

Bumi Resources, and The Rising Coal Price

Dalam satu sesi seminar beberapa waktu lalu, seorang peserta bertanya, ‘Pak Teguh, gimana pendapatnya soal Bumi Resources (BUMI)? Waktu itu saya baca tulisan Anda soal restrukturisasi utangnya. Jika restrukturisasi itu sukses, harusnya sahamnya bakal naik banyak dong?’ Dan penulis menjawab, ‘Soal apakah restrukturisasi utangnya bakal sukses atau tidak, soal apakah kinerja BUMI kedepannya akan improve lagi, itu kita tidak ada yang tau. Tapi yang jelas, keputusan untuk membeli BUMI pada harga gocap jelas menawarkan risk and potential gain yang sangat berbeda dibanding membeli BUMI pada harga 1,000. Saya tidak tertarik ketika BUMI ini masih di level 1,000-an, tapi bagaimana kalau di harga 50? Bukankah itu hampir sama seperti kalau kita memperoleh BUMI ini secara gratis???’

Yuk Nabung Saham!

Pada tanggal 18 dan 19 Oktober nanti, Bursa Efek Indonesia (BEI) mengadakan acara Seminar Investival 2016 di Gedung BEI, Jakarta, dimana penulis (Teguh Hidayat) diundang sebagai salah satu pembicara. Dan tema diskusi yang akan penulis sampaikan nanti adalah terkait kampanye ‘Yuk Nabung Saham’ yang sudah dicanangkan oleh BEI sejak beberapa waktu lalu. Nah, bagi anda yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya maka boleh langsung datang aja ke BEI pada hari Selasa, 18 Oktober, pukul 14.00. Acaranya gratis kok. Namun bagi anda yang tidak bisa hadir maka disini kita akan membahas sedikit, apa sih yang dimaksud dengan ‘Yuk Nabung Saham’? Tentunya versi penulis sebagai salah seorang investor full time di pasar modal Indonesia. Okay, kita langsung aja.

Harum Energy

Setahun lalu, tepatnya pada bulan Juli 2015, penulis memperhatikan fakta bahwa ketika IHSG mulai turun, tepatnya 7% secara year to date (YTD), ternyata saham-saham pertambangan khususnya batubara turun lebih dalam lagi, dimana indeks sektor tambang sudah anjlok 26.3%, terburuk dibanding sektor lain manapun, dan itu semakin memperparah penurunan yang sudah terjadi sejak tahun-tahun sebelumnya. Ketika itu penulis bertanya pada diri sendiri, ‘Apa mungkin saham-saham batubara bakal jadi gocapan semua???’