Buku Kumpulan Analisis Saham-saham Pilihan Edisi Kuartal I 2017 akan terbit hari Senin, 8 Mei 2017 mendatang. Anda bisa memperolehnya disini.

Sudahkah Anda Melakukan Evaluasi?

Li Ka-shing, konglomerat asal Hong Kong yang juga pernah menjadi orang terkaya di Asia, pernah mengalami musibah pada tahun 1996 dimana putra tertuanya, Victor Li, diculik oleh gangster Hong Kong bernama Cheung Tze-keung, yang kemudian meminta uang tebusan senilai HK$ 2 milyar. Alih-alih menghubungi polisi, Mr. Li justru memenuhi tuntutan si penculik dengan memberikan uang tebusan seperti yang diminta.

Prospek Saham-Saham Konstruksi di 2017

Tahun 2016 akan segera berakhir, dan sepanjang tahun ini terdapat beberapa sektor di BEI yang ‘tidak kebagian panggung’, biasanya karena kinerja para emiten di sektor tersebut memang lagi jelek, tidak terdapat sentimen positif atau malah tertekan oleh sentimen negatif, atau sekedar tertutup oleh euforia di sektor lain. Nah, pada kondisi inilah seorang value investor berpeluang untuk menemukan mutiara terpendam, yakni saham-saham dari perusahaan yang sejatinya no problemo tapi dijual pada harga obralan, sehingga bisa menghasilkan profit puluhan hingga ratusan persen dalam waktu 1 – 2 tahun, atau bahkan hanya dalam hitungan bulan.

Saya Ketinggalan Kereta! Gimana Nih?

Pertengahan September lalu, salah satu saham bluechip yang cukup populer di kalangan investor yakni Jasa Marga (JSMR), tiba-tiba saja anjlok ke level 4,500-an, yang merupakan posisi terendahnya dalam setahun terakhir, padahal fundamental perusahaannya keliatannya tidak ada masalah sama sekali (pada Semester I 2016, laba JSMR masih tumbuh 44%). Tapi kemudian diketahui bahwa JSMR bisa jeblok gitu cuma karena right issue saja. Pertanyaannya kemudian, apakah ini merupakan value opportunity alias peluang? Dan jika jawabannya adalah iya, maka pada harga berapa kita boleh beli JSMR ini?

Outlook IHSG Setelah Aksi Damai 212

Pada Jumat, 2 Desember kemarin, IHSG ditutup naik 0.9% seiring dengan optimisme investor bahwa ‘Aksi Damai 212’ yang digelar pada hari tersebut, yang merupakan lanjutan dari demo besar tanggal 4 November lalu, akan berjalan lancar tanpa hambatan berarti (dan memang benar event besar tersebut berakhir aman dan damai, bahkan Presiden Jokowi turut menyempatkan diri shalat jumat bersama para peserta aksi). Namun demikian investor asing ketika itu masih jualan, tepatnya sebesar Rp181 milyar, dimana jika diakumulasikan sejak September lalu maka posisi investor asing di BEI sudah berkurang sekitar Rp20 trilyun, dan itu pula yang menyebabkan pergerakan IHSG cenderung tersendat-sendat hingga sekarang ini.