Jadwal Kelas Value Investing: Amaris Hotel Thamrin City, Jakarta, Sabtu 8 Juli 2017. Keterangan selengkapnya baca disini.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin! TeguhHidayat.com tetap online selama libur lebaran. Jadi email-email yang masuk tetap akan dibalas secepatnya.

Soechi Lines

IHSG, seperti yang anda ketahui, dalam sebulanan terakhir terus bergerak naik ke level rekor tertingginya, atau istilahnya break new high, dan kalau anda baca-baca lagi tulisan di blog ini sejak Desember 2016 lalu (mulai dari artikel yang ini tentang Aksi Damai 212, hingga terakhir soal kunjungan Raja Salman) maka kenaikan IHSG ini tidaklah mengejutkan, karena sejak awal sudah banyak tanda-tandanya. Dalam kondisi ini maka hampir semua saham bagus di BEI berlomba-lomba untuk naik, sebagian diantaranya bahkan sudah naik sejak Januari kemarin, sehingga jika anda sudah ambil posisi sejak akhir 2016 lalu maka sekarang ini porto anda seharusnya sudah membukukan keuntungan yang cukup baik.

Tapi.. Hey, bagaimana kalau saya baru mau belanja sekarang? Masih adakah saham bagus yang bisa dibeli? Well, bagaimana kalau penulis bilang bahwa pilihannya masih ada banyak? :D Okay baiklah, disini kita akan bahas satu diantaranya: Soechi Lines (SOCI).

Soechi Lines adalah perusahaan kapal spesialis pengangkutan minyak, gas, kimia, dan FSO (floating, storage, offloading). Meski awalnya berstatus sebagai pemain kelas menengah, namun SOCI sekarang ini sudah ‘naik kelas’ menjadi salah satu perusahaan jasa pelayaran terbesar di Indonesia. Hingga Kuartal II 2016, perusahaan memiliki armada 35 unit kapal berbagai ukuran, termasuk 2 unit kapal tanker minyak dengan kapasitas angkut 300 ribu ton, dimana SOCI merupakan perusahaan swasta pertama di Indonesia yang memiliki kapal dengan kapasitas sebesar itu. Selain bisnis pelayaran, SOCI juga merupakan satu dari sedikit perusahaan kapal di Indonesia yang memiliki galangan kapal-nya (shipyard) sendiri yang menyediakan jasa perbaikan dan perawatan kapal, termasuk juga membuat kapal baru, baik itu untuk digunakan oleh SOCI sendiri maupun untuk dijual. Shipyard tersebut berlokasi di Pulau Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (sangat dekat dengan Selat Malaka, yang notabene merupakan salah satu jalur pelayaran paling sibuk di dunia), dan berstatus sebagai shipyard terbesar di Indonesia dengan total luas area 200 hektar.

Kapal 'Success Challenger', salah satu tanker minyak kapasitas besar milik PT Soechi Lines

Yang menarik dari SOCI, sekaligus membedakannya dengan perusahaan kapal lain, adalah kemampuannya untuk terus berekspansi ketika industri perkapalan sebenarnya sedang berdarah-darah dalam beberapa tahun terakhir karena penurunan harga minyak, yang mencapai titik terendahnya pada awal tahun 2016 lalu. Sejak minyak anjlok di tahun 2008, ada banyak perusahaan kapal yang lebih sibuk berurusan dengan utang-utangnya ketimbang katakanlah menambah armada kapal baru, beberapa diantaranya bahkan bangkrut sama sekali, dan sampai sekarang situasinya masih demikian. Namun SOCI berbeda. Pada tahun 2009, perusahaan justru berani masuk ke bisnis shipyard, yang tetap beroperasi dengan lancar sampai sekarang. Pada tahun 2010, SOCI memiliki 27 unit kapal dengan total kapasitas angkut 568 ribu ton, dan jumlah itu meningkat menjadi 35 unit kapal dengan total kapasitas 1.46 juta ton pada Kuartal II 2016 (plus perusahaan sukses go public pada tahun 2014, ketika itu dengan harga saham perdana Rp550).

Dan seiring dengan kembali stabilnya harga minyak serta komoditas lainnya dalam setahunan terakhir, maka SOCI juga lebih agresif lagi dalam berekspansi. Pada Desember 2016 dan Februari 2017, SOCI membeli 3 unit kapal baru, sehingga perusahaan sekarang memiliki 38 unit kapal dengan total kapasitas 1.57 juta ton. Melalui shipyard-nya, pada Desember 2016 perusahaan meluncurkan floating dock berkapasitas 12 ribu ton, sehingga sekarang SOCI mampu menyediakan jasa perawatan dan perbaikan kapal dengan kapasitas hingga 50 ribu ton. Pada Februari 2017, SOCI menyelesaikan pembangunan 1 unit kapal berkapasitas 4 ribu ton, dan pada Mei nanti perusahaan akan menyelesaikan pembuatan salah satu dari 3 unit kapal pesanan PT Pertamina.

Kabar baiknya, berbagai ekspansi diatas tetap dikerjakan dengan hati-hati dan tanpa mengambil utang yang berlebihan. Contohnya, SOCI hanya membeli kapal baru jika ada permintaan dari customer. Dan ketika perusahaan membuat kapal baru untuk dijual, maka biaya pembuatannya berasal dari termin pembayaran yang dilakukan oleh calon pembeli, dimana pembayarannya dilakukan secara bertahap mengikuti progress pembuatan kapal itu sendiri. Dengan cara inilah, rasio leverage SOCI tetap terjaga di level aman, dimana hingga akhir tahun 2016, perusahaan mencatat total kewajiban US$ 261 juta, atau masih lebih rendah dibanding ekuitasnya yakni US$ 295 juta. Disisi lain, ekspansi penambahan kapal yang dilakukan perusahaan menunjukkan bahwa permintaan jasa sewa kapal kembali meningkat, dan SOCI menjadi satu dari sedikit perusahaan kapal yang mampu menangkap peluang tersebut (karena, seperti yang sudah disebut diatas, perusahaan kapal yang lain lebih sibuk gali lobang tutup lobang).

Kesimpulannya, SOCI memiliki prospek yang cerah, terutama kalau kita lihat adanya pembangunan kilang-kilang minyak baru yang tentunya akan membutuhkan jasa angkutan kapal (termasuk kilang minyak di Cilacap senilai US$ 6 milyar, kerjasama antara Pertamina dan Aramco), selain karena perusahaan juga memiliki track record kinerja yang konsisten dimasa lalu, dimana pendapatan serta laba bersihnya naik terus dari tahun 2012 hingga 2015, dan baru turun pada tahun 2016 kemarin (pada tahun 2016, SOCI membukukan laba bersih US$ 21 juta, turun dari tahun 2015 sebesar US$ 41 juta). Penurunan kinerja perusahaan dalam setahun terakhir ini mungkin tampak buruk, tapi mari kita perhatikan lagi: Pertama, pendapatan SOCI memang turun pada tahun 2016, namun pada tahun 2016 inilah harga minyak menyentuh titik terendahnya yakni US$ 27 per barel pada Januari. Tapi sekarang, seperti yang bisa anda lihat, harga minyak sudah stabil di kisaran US$ 50 per barel.

Kedua, pada tahun 2016 SOCI menjual dua unit kapalnya senilai total US$ 17.6 juta, namun hanya pada harga US$ 7.5 juta saja, sehingga perusahaan membukukan rugi US$ 10.1 juta. Ketiga, dari bisnis shipyard-nya, SOCI juga membukukan kerugian kurs US$ 2 juta. Alhasil jika tidak ada dua akun kerugian tersebut, maka sejatinya laba bersih SOCI tercatat sekitar US$ 33 juta, atau masih turun dibanding tahun 2015, tapi penurunannya tidak terlalu besar.

Tapi apapun itu, penurunan laba bersih SOCI menyebabkan sahamnya langsung turun, dari 500-an hingga sempat menyentuh 270 pada Februari 2017 lalu. Kabar baiknya, pada harga 270 tersebut PBV SOCI tercatat hanya 0.5 kali, alias sudah sangat murah, tentu saja. Dan kalau kita pelajari lagi prospeknya diatas, plus fakta bahwa penurunan kinerja SOCI pada tahun 2016 lalu lebih karena industrinya lagi sepi plus peristiwa force majeure penjualan kapalnya (penulis tidak tahu apa yang menyebabkan SOCI menjual kapalnya dalam posisi rugi, tapi kalau melihat bahwa perusahaan juga menerima pembayaran klaim asuransi pada tahun 2016 tersebut sebesar US$ 6 juta, maka mungkin itu karena kapalnya mengalami kerusakan serius atau semacamnya, sehingga terpaksa dijual), maka untuk tahun 2017 ini dan seterusnya, dengan asumsi SOCI tidak kena force majeure lagi, maka perusahaan berpeluang untuk kembali mencetak kinerja bagus lagi seperti dulu. Yup, secara fundamental, SOCI ini jauh lebih baik dibanding Buana Listya Tama (BULL) yang sudah kita bahas minggu lalu, dimana SOCI ini konsisten membukukan ROE 15 – 20% di masa lalu, namun valuasi sahamnya sama murahnya.

Tapi masalahnya sekarang SOCI ini bukan di harga 270 lagi, melainkan sudah naik ke 384. Jadi gimana tuh? Well, kenaikan signifikan SOCI sejak dua mingguan terakhir salah satunya mungkin karena keluarnya berita bahwa Pertamina dalam waktu dekat akan menggelar tender pengadaan kapal minyak, tidak tanggung-tanggung jumlahnya hingga 45 unit kapal, dan SOCI sejak dulu sudah dikenal sebagai salah satu klien utama Pertamina dalam urusan pengadaan kapal ini, plus seperti yang sudah disebut diatas, perusahaan sendiri sejak beberapa waktu lalu sudah membeli setidaknya tiga unit kapal baru. Alhasil ketika saham-saham kapal beterbangan pada Jumat, 31 Maret kemarin, namun SOCI yang naiknya paling tinggi.

However, kenaikan saham karena pengaruh news seperti ini biasanya hanya sementara, jadi dalam waktu dekat SOCI mungkin akan turun lagi tapi seharusnya gak akan sampai balik lagi ke posisi dibawah 300, dan ketika itulah anda bisa masuk. Atau kalaupun anda mau langsung masuk di harga sekarang (karena bisa juga SOCI ini gak mau turun lagi, who knows? Selain itu di harga 384, PBV-nya masih 0.7 kali), maka masuknya sedikit saja dulu alias nyicil. Jika semuanya lancar, dan perusahaan benar-benar mampu men-deliver kinerja yang lebih baik pada Kuartal I 2017 nanti, maka hingga akhir tahun 2017 ini SOCI mungkin akan naik hingga balik lagi ke posisinya pada awal tahun 2015 lalu (yakni sesaat sebelum IHSG mulai turun berkepanjangan), yakni 500 – 600. Okay then, let’s see.

PT Soechi Lines, Tbk
Rating Kinerja pada 2016: BBB
Rating Saham pada 384: A

Disclosure: Ketika artikel ini dipublikasikan, Avere sedang dalam posisi memegang SOCI di harga Rp328. Posisi ini bisa berubah setiap saat tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Buletin Analisis IHSG & Stockpick Saham Pilihan edisi April 2017 sudah terbit! Anda bisa langsung memperolehnya disini.

Follow/lihat foto-foto penulis di Instagram, klik 'View on Instagram' dibawah ini: Instagram
Share artikel ini melalui (klik salah satu): Facebook Twitter Linkedin

4 komentar:

Duta Pontianak mengatakan... Balas

selamat sore pak teguh..
bagaimana jika dibandingkan dengan smbr pak?
tq..

Alana Eurig mengatakan... Balas

asal tidak berhubungan dengan kasus OTT prihal korupsi perkapalan. harusnya bakal terbang keatas

Marta mengatakan... Balas
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
M.Tatuhas mengatakan... Balas

Setelah melihat artikel tentang BULL, saya ingat bahwa mas Teguh pernah mereview emiten-emiten kapal lain di websitenya yaitu SOECHI LINES pada November 2014. Setelah saya baca, mereview sendiri Fin. Statementnya dan melihat prospeknya, saya memutuskan untuk masuk, Thanks God, harga nya ga beda jauh dengan mas sendiri.
Keep Up the Journal mas!!