Buletin Analisa IHSG & stockpick saham pilihan edisi September 2017 sudah terbit! Anda bisa memperolehnya disini, gratis konsultasi saham untuk member.

Investor Charity Gathering, Jakarta, 7 Okt 2017

Dear investor Yth.

Dalam buku ‘The Calm Investor’, di bagian akhir penulis menyampaikan bahwa salah satu cara untuk menjadi pribadi yang tenang atau calm, dimana itu mutlak diperlukan dalam berinvestasi di pasar modal, adalah dengan menjadi senantiasa menjaga perasaan senang riang gembira, alias be happy!  Dan salah cara untuk menjadi happy adalah dengan rutin beramal dalam jumlah kecil, namun secara terus menerus! Yup, dalam buku tersebut penulis menyampaikan bahwa jauh lebih baik untuk menyumbang ke katakanlah panti asuhan sebesar Rp20,000 setiap minggu secara terus menerus tanpa henti, dibanding menyumbang Rp2,000,000 tapi hanya dilakukan satu kali itu saja.

Logindo Samudramakmur

Logindo Samudramakmur (LEAD) membukukan rugi bersih US$ 4.7 juta hingga Kuartal II 2017, dan dilihat dari sini saja maka praktis sahamnya tidak layak invest. Namun demikian dalam sebulan terakhir, LEAD justru naik banyak dari 65 hingga sekarang sudah tembus diatas 100, sehingga dia menjadi satu dari beberapa saham yang sukses terbang ketika sebagian besar saham-saham lainnya bertumbangan dalam beberapa bulan terakhir, tapi disisi lain valuasinya masih sangat rendah dengan PBV hanya sekitar 0.2 kali. So, ini peluang apa bukan?

Asing Jualan Terus?

Hingga Selasa kemarin, 12 September 2017, investor asing masih saja jualan hingga posisi net buy asing sejak awal tahun, yang sebelumnya sempat hampir tembus Rp20 trilyun pada April lalu, sekarang sudah minus alias net sell, tepatnya minus Rp7 trilyun. Penulis pun menerima banyak pertanyaan, kenapa asing terus keluar? Tapi yang terpenting disini sebenarnya bukan soal kenapa mereka keluar, melainkan: Bagaimana dampak dari keluarnya asing terhadap pasar? Dan bagaimana strategi investasi yang paling tepat dalam situasi pasar seperti sekarang ini?

Perbandingan nilai transaksi asing vs domestik hingga 12 September 2017. Perhatikan bahwa investor domestik sekarang ini menguasai 64% volume transaksi di bursa (biasanya hanya 50 - 55%).

Mengatasi Rasa Takut dalam Berinvestasi

Salah satu musuh terbesar investor dalam berinvestasi saham adalah timbulnya rasa takut, entah itu ketika akan mulai berinvestasi/membuka rekening di sekuritas, atau ketika membeli/meng-hold saham sendiri, dimana sumber ketakutan itu hanya satu: Takut rugi, dan takut kehilangan uang. Bahkan lebih dari itu: Ketika anda beli saham di harga 1,000, kemudian dia naik ke 1,200 (sehingga anda untung 20%), maka tetap saja anda akan takut kalau-kalau sahamnya nanti turun lagi, sehingga untung 20% tersebut akan hilang lagi. Jadi meski posisi anda sebenarnya tidak rugi, tapi anda tetap takut kalau-kalau keuntungan yang sudah diperoleh sebelumnya akan hilang.