Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

IHSG Bakal Crash ke 4,700??

Gambar
Pak Teguh langsung saja, prediksi IHSG turun sampai berapa pak? Dan kapan kira-kira dia akan naik lagi? Jumat 22 Mei kemarin IHSG sempat tembus di bawah 6,000, apakah dia akan lanjut turun sampai 4,700? (ada influencer yang prediksi demikian). Kebetulan saya pegang cash dan ingin segera belanja, tapi masih ragu. *** Ebook Investment Planning berisi kumpulan 25 analisa saham pilihan edisi Q1 2026 sudah terbit , dan sudah bisa dipesan disini . Diskon selama IHSG masih di bawah 7,500, dan gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio langsung dengan penulis. *** Jawab: Sebenarnya di tulisan terakhir tanggal 18 Mei kemarin , saya jelas menyebut bahwa kita tidak bisa memprediksi arah IHSG, kecuali bahwa pada akhirnya IHSG akan naik lagi. Tapi soal kapan dia akan berbalik naik, dan sebelum itu dia akan turun sampai berapa, maka saya tidak bisa menjawabnya. Meski demikian, saya bisa sampaikan bahwa, pertama, sejak awal ketika kemarin IHSG naik sangat tinggi hingga ke 9,000an, itu buka...

Ebook Investment Planning Q1 2026 - Sudah Terbit!

Gambar
Penulis (Teguh Hidayat) di acara Berkshire Hathaway Annual Meeting 2022 di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, yang dihadiri langsung oleh investor legendaris Warren Buffett dan mitranya Alm. Charlie Munger. Dear investor, seperti biasa setiap kuartal alias tiga bulan sekali, penulis membuat Ebook Investment Planning (EIP, dengan format PDF) yang berisi kumpulan analisis fundamental  saham-saham pilihan di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang kali ini didasarkan pada laporan keuangan para emiten untuk periode  Q1 2026 . Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda (dan juga bagi penulis sendiri) untuk memilih saham yang bagus untuk trading jangka pendek, investasi jangka menengah, dan panjang.

Buy Indonesian. I Am

Gambar
Pasar saham Indonesia hari ini sedang kacau balau. Di satu sisi, melemahnya nilai tukar Rupiah, defisit APBN, hingga meningkatnya nilai utang Pemerintah karena program-program populis, membuat prospek ekonomi nasional menjadi dipertanyakan. Di sisi lain, banyaknya saham-saham milik grup konglomerasi tertentu yang naik dan turun secara tidak wajar membuat MSCI, lembaga keuangan global asal Amerika Serikat, menduga bahwa telah terjadi coordinated trading behavior, sehingga mereka sejak Januari 2026 lalu mengancam akan menurunkan rating pasar saham Indonesia menjadi ‘tidak layak investasi’, yang seketika membuat investor asing keluar besar-besaran dari bursa, dan membuat indeks harga saham gabungan (IHSG) hancur berantakan. Per hari ini, IHSG sudah berada di posisi 6,599, anjlok -23.7% secara year to date, yang menjadikannya indeks saham dengan kinerja paling buruk di seluruh dunia, di sepanjang tahun 2026. *** Ebook Investment Planning berisi kumpulan 25 analisa saham pilihan edisi Q1...

Analisa Hasil Review Terbaru MSCI, dan Dampaknya Terhadap IHSG

Gambar
Hari Selasa, 12 Mei kemarin, MSCI kembali mengumumkan hasil rebalancing indeks saham Indonesia untuk periode Mei 2026, dimana mereka tidak memasukkan nama baru dan sebaliknya mengeluarkan beberapa nama dari global standard indeks, yakni Amman Mineral Internasional (AMMN), Barito Renewables (BREN), Chandra Asri Pacific (TPIA), Dian Swastatika Sentosa (DSSA), dan Petrindo Jaya Kreasi (CUAN), serta menurunkan posisi Sumber Alfaria Trijaya (AMRT) ke small cap indeks. Imbasnya ketika ulasan ini dibuat saham-saham tersebut turun signifikan hingga belasan persen. Kemudian karena market cap AMMN dkk ini sangat besar mencapai ratusan triliun Rupiah, maka praktis penurunan mereka menyeret IHSG untuk ikut turun ke posisi 6,700an, dimana ini mungkin bikin investor panik. Nah, tapi bagaimana kalau penulis bilang bahwa, bagi investor fundamentalis/value investor, maka ini justru kesempatan yang sangat baik untuk buy ?? Aaand yes, I meant it. Tapi sebelum ke kesimpulan diatas maka mari kita li...

Kabar Baik Untuk Pemegang Saham BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI

Gambar
Hingga Kamis, 30 April 2026 kemarin, saham-saham blue chip perbankan di Bursa Efek Indonesia (BEI) turun hingga ke level yang mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya: Bank BCA (BBCA) turun ke Rp5,850, anjlok hampir setengahnya dari all time high- nya di Rp10,950. Bank BRI (BBRI) tembus Rp3,000, tepatnya Rp2,990, dimana terakhir kali BBRI dihargai serendah itu adalah ketika era covid dulu. Bank BNI (BBNI)? Turun ke Rp3,720 dari puncaknya Rp6,200 di tahun 2024. Dan Bank Mandiri (BMRI) mungkin adalah yang bernasib paling baik dengan bertahan di posisi Rp4,390, terhitung masih naik total 42% dalam lima tahun terakhir, namun juga sama turun signifikan dari puncaknya di Rp7,400, di tahun 2024. *** Ebook Investment Planning  berisi kumpulan 25 analisa saham pilihan edisi  Q1 2026 sudah terbit , dan sudah bisa  dipesan disini . Diskon selama IHSG masih di bawah 8,000, dan  gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio langsung dengan penulis. *** Jadi sebenarny...