Ebook Kumpulan Analisis Saham Pilihan edisi Kuartal III 2018 sudah terbit! Anda bisa langsung memperolehnya disini.

Jadwal Seminar Value Investing - Advanced, Jakarta 2 Desember 2018. Info selengkapnya baca disini.

Prospek HM Sampoerna Setelah Peraturan Free Float

Saham Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP), seperti yang kita ketahui, menjadi saham yang paling terpukul oleh rencana penerapan bobot free float terhadap indeks LQ45, karena memang bobot HMSP yang turun paling signifikan (baca lagi ceritanya disini), dan alhasil HMSP kemarin drop dari 3,950 hingga sempet menyentuh level 3,290, sebelum kemudian naik lagi ke level 3,400-an. However, penulis sendiri tetap melihat penurunan HMSP ini dari sudut pandang value investing: Kita tahu bahwa HMSP ini barang bagus, hanya saja sejak awal valuasinya kelewat premium, dan makanya penulis sendiri nggak tertarik. Tapi kerana saat ini harganya sudah jauh lebih rendah dibanding sebelumnya (HMSP pada Januari 2018 kemarin malah sempat berada di level 5,200), maka apakah valuasinya sudah murah?


Seminar Value Investing - Advanced, Jakarta, Minggu 2 Desember

Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan kelas investasi saham dengan tema: ‘Value Investing, Advanced’, di Jakarta, hari Minggu 2 Desember 2018. Tidak seperti kelas seminar yang biasanya, pada sesi kelas kali ini kita tidak lagi membahas cara membaca laporan keuangan, atau cara menghitung valuasi saham, melainkan lebih dalam lagi terkait strategi menghadapi koreksi pasar, cara menemukan saham atau sektor yang bakal ‘naik panggung’, dst. Berikut materi selengkapnya:

Seminar Value Investing, Jakarta, Sabtu 1 Desember

Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan kelas investasi saham dengan tema: ‘Value Investing – Beat The Market in Five Minutes!’ di Jakarta, hari Sabtu, 1 Desember 2018. Di seminar ini pada intinya kita akan belajar tentang pengertian investasi saham (dan apa bedanya dengan trading), konsep & pengertian value investing, cara menganalisis fundamental perusahaan, cara menghitung harga wajar saham, hingga cara menyusun portofolio yang efektif. Berikut kisi-kisi materi selengkapnya:

Ilustrasi Value Investing

Anjloknya HMSP, dan Peraturan Free Float?

Pada hari Jumat, 9 November kemarin, IHSG drop 1.7% setelah dua saham yang pergerakannya selama ini berpengaruh besar terhadap naik turunnya indeks, yakni HM Sampoerna (HMSP) dan Unilever Indonesia (UNVR), jeblok masing-masing 10.3% dan 4.7%, dan demikian pula sebagian besar saham lainnya turun, namun ada beberapa saham bluechip yang malah naik. Tak lama kemudian barulah muncul penyebabnya: Penurunan IHSG, yang terutama disebabkan oleh jatuhnya saham HMSP dan UNVR, adalah karena adanya rencana dari BEI untuk menyesuaikan perhitungan bobot pengaruh dari pergerakan tiap-tiap saham anggota LQ45 terhadap naik turunnya indeks LQ45 itu sendiri, dimana memang bobot HMSP dan UNVR adalah yang turunnya paling signifikan. Lebih jelasnya sebagai berikut.

Rupiah Menguat??

Setelah sebelumnya melemah terus, dalam seminggu terakhir Rupiah tiba-tiba saja menguat terhadap US Dollar dimana hingga ketika artikel ini ditulis, posisinya sudah dibawah level psikologis Rp15,000, tepatnya Rp14,632. Praktis, pasar pun segera meresponnya dengan positif dimana kemarin IHSG kembali naik hingga hampir saja tembus 6,000 lagi. Pertanyaannya tentu, penguatan Rupiah ini cuma sementara atau untuk seterusnya? Dan sebenarnya faktor-faktor apa saja sih yang membuat Rupiah menguat atau melemah?

Pergerakan Rupiah sejak 1 Sept 2018 sampai sekarang. Sumber: Bank Indonesia

Diskusi Investasi Saham: Pak Joeliardi Sunendar

Dear investor, penulis beberapa waktu lalu membuat video diskusi investasi saham dengan Pak Joeliardi Sunendar, dan videonya sekarang sudah jadi, bisa langsung anda lihat di Youtube. Selengkapnya sebagai berikut (ada sampai part 7, tapi yang saya tampilkan disini hanya part 5).



Nippon Indosari Corpindo (ROTI)

Penulis pertama kali membahas Nippon Indosari Corpindo (ROTI) pada Agustus 2015 (3 tahun lalu, baca lagi ulasan lengkapnya disini), ketika itu dengan kesimpulan bahwa emitennya masuk kategori wonderful company yang cocok untuk investasi jangka panjang, dan sahamnya pada harga 1,085, yang ketika itu mencerminkan PER 22.3 dan PBV 5.2 kali terbilang murah untuk ukuran saham consumer goods dengan intangiable asset berupa merk ‘Sari Roti’ yang sangat terkenal. Dan memang, ROTI kemudian naik banyak hingga sempat tembus 1,700 pada September 2016, atau mencetak profit 60% dalam waktu setahun lebih sedikit (belum termasuk dividen), dan sahamnya juga rutin menjadi salah satu dari 30 saham pilihan yang dibahas di ebook kuartalan.

Bank BTPN Syariah (BTPS)

Sejak dulu, kalau kita hendak investasi jangka panjang di Bursa Saham Indonesia untuk simpanan pensiun atau tujuan lainnya, maka pilihan sektornya hanya ada dua: Consumer goods dan perbankan. However, bagi anda pemilik rekening syariah maka anda tentunya gak bisa membeli saham-saham perbankan, sehingga pilihannya terbatas pada saham consumer saja. Pilihan lainnya adalah saham bank syariah, namun seperti yang sudah disampaikan di artikel ini, kinerja fundamental bank syariah umumnya tidak sebagus kinerja bank konvensional. Beruntung, untuk Bank BTPN Syariah (BTPS), kalau berdasarkan kinerjanya di Kuartal III 2018 yang terbilang sangat baik, maka sahamnya mungkin bisa anda pertimbangkan. Okay, kita langsung saja.

Ebook Investment Planning - Kuartal III 2018

Dear investor, seperti biasa setiap kuartal alias tiga bulan sekali, penulis membuat buku elektronik (ebook, format PDF) yang berisi kumpulan analisis fundamental saham-saham pilihan, yang kali ini didasarkan pada laporan keuangan para emiten untuk periode Kuartal III 2018. Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda (dan juga bagi penulis sendiri) untuk memilih saham yang bagus untuk trading jangka pendek, investasi jangka menengah, dan panjang.

Geliat Investor Muda di Pasar Saham Indonesia

Ada yang menarik ketika penulis memenuhi undangan BEI Kantor Perwakilan Kalimantan Selatan untuk mengisi sharing session (talkshow berbagi pengalaman dan tanya jawab seputar investasi saham) di Banjarmasin, Sabtu 13 Oktober kemarin: Dari 150-an peserta yang hadir, hampir semuanya merupakan mahasiswa atau karyawan berusia 20-an atau 30-an, dan hanya sedikit yang berusia diatas 40-an. Dan ini sangat berbeda dibanding ketika penulis terakhir kali mengisi acara seperti ini sebelumnya, dimana pesertanya rata-rata sudah senior secara usia. Tidak hanya para peserta talkshow, tapi para karyawan BEI Kalsel itu sendiri rata-rata masih berusia 20-an, bahkan ada yang masih fresh graduate.