Postingan

Seminar Tatap Muka: Value Investing in US Stocks, Jakarta, Sabtu 22 Juni 2024

Gambar
Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan kelas tatap muka dengan tema:  Value Investing in US Stocks  di Jakarta, Sabtu 22 Juni 2024 (jika anda hendak beli videonya saja, maka bisa langsung scroll ke bagian paling bawah dari halaman ini). Di seminar ini pada intinya kita akan review lagi tentang konsep & pengertian value investing, cara membeli saham di US stock market, cara menilai fundamental perusahaan, cara menghitung harga wajar saham, hingga cara memilih saham terbaik di NYSE/Nasdaq untuk simpanan jangka panjang. Berikut materi selengkapnya Materi Utama: Pengenalan US Stock Market: Benarkah lebih menguntungkan dibanding saham Indonesia dan juga crypto? Di sisi lain apa saja risikonya, serta bagaimana cara meminimalisirnya? Lalu rekomendasi broker/sekuritas yang aman untuk membeli saham disana? Cara penerapan metode value investing, yakni metode paling santai sekaligus paling menguntungkan dalam investasi saham, di pasar saham Amerika Serikat Cara membaca la

Cara Menghitung Target Harga Wajar Saham: Contoh Kasus

Gambar
Saya mau bertanya... Bagaimana caranya menentukan target harga suatu saham dan aspek apa saja yang dipergunakan dan perlu diperhatikan. Contoh Saat Pak Teguh membahas NISP. Pak Teguh menyebutkan kalau target harga sahamnya di 1,400. (saat itu NISP di 1280). Dan pernyataan Pak Teguh benar. NISP menyentuh harga 1,435. Kemudian turun sampai sekarang. *** Ebook Investment Planning berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi terbaru  Q1 2024 sudah terbit, dan sudah bisa dipesan disini . Gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio, langsung dengan penulis. *** Jawab: Soal cara menghitung target harga wajar suatu saham sudah saya jelaskan lengkap di seminar disini . Bapak bisa tonton videonya disitu karena aspek-aspek yang diperhatikan cukup banyak. Tapi sekarang kita ke contoh NISP, dan biar saya sederhanakan perhitungannya: Pada tahun penuh 2023, Bank OCBC NISP (NISP) mencetak laba bersih yang mencerminkan ROE 11.0%. Dalam situasi pasar normal, PBV wajar suatu saham adalah ROE di

Pelajaran dari NVIDIA, Saham Teknologi Yang Naik 10 kali Lipat

Gambar
Ketika artikel ini ditulis, saham NVIDIA Corporation (NVDA) ditutup di posisi $120.78 (Catatan: NVDA baru saja stocksplit dengan rasio 1:10, di mana sebelum stocksplit tersebut harganya $1,200), yang mana jika dihitung dari posisi terendahnya di tahun 2022 lalu di $12, maka dia sudah terbang 10 kali lipat dalam waktu tidak sampai dua tahun. Sehingga pertanyaannya, sebenarnya apa yang memicu NVDA hingga bisa naik setinggi ini? Dan apakah kenaikannya tersebut bisa diproyeksi sehingga kita bisa masuk sejak ketika harganya masih rendah, sehingga kita kemudian akan sukses profit sekian kali lipat itu tadi? *** Jadwal Seminar Tatap Muka Value Investing in US Stocks : Jakarta, Sabtu 22 Juni 2024. Info lengkap baca disini . Tersedia juga videonya bagi anda yang tidak bisa hadir, dan alumni bisa bergabung dengan layanan webinar secara gratis. *** NVIDIA Corporation berdiri pada tahun 1993, yakni ketika tiga eksekutif perusahaan teknologi Amerika Serikat (AS) bernama Jensen Huang ( microproce

Live Webinar Value Investing in US Stocks, Sabtu 6 Juli 2024

Gambar
Penulis (Teguh Hidayat) di Patung 'The Charging Bull', Wall Street New York, Amerika Serikat Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan seminar online (webinar) investasi saham dengan tema Value Investing in US Stocks. Kelas webinar ini merupakan lanjutan dari video kelas seminar tatap muka dimana kita akan diskusi dua arah & tanya jawab, serta me-review kembali materi yang sudah disampaikan di videonya. Jadi pada webinar ini anda berkesempatan untuk mengajukan pertanyaan apapun terkait materi seminarnya untuk nantinya dijawab langsung oleh penulis sebagai pemateri. Selain itu anda juga bisa mengajukan pertanyaan, atau konsultasi terkait point-point berikut: Analisa serta prospek dari emiten/saham tertentu di NYSE dan Nasdaq, tentunya dari sudut pandang analisa fundamental serta kaidah value investing, Pengetahuan umum tentang investasi saham US, dunia keuangan, hingga ekonomi, termasuk penjelasan lebih detail tentang istilah-istilah tertentu di dunia pasa

Ebook Investment Planning Kuartal I 2024 - Sudah Terbit!

Gambar
Penulis (Teguh Hidayat) di acara Berkshire Hathaway Annual Meeting 2022 di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, yang dihadiri langsung oleh investor legendaris Warren Buffett. Dear investor, seperti biasa setiap kuartal alias tiga bulan sekali, penulis membuat Ebook Investment Planning (EIP, dengan format PDF) yang berisi kumpulan analisis fundamental  saham-saham pilihan , yang kali ini didasarkan pada laporan keuangan para emiten untuk periode  Kuartal I 2024 . Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda (dan juga bagi penulis sendiri) untuk memilih saham yang bagus untuk trading jangka pendek, investasi jangka menengah, dan panjang.

Investasi Emas vs Saham: Mana Yang Lebih Profit?

Gambar
Pak Teguh saya sudah baca tulisan bapak kemarin yang menyebut bahwa investasi saham lebih baik dibanding investasi emas, karena nilai saham akan naik seiring meningkatnya nilai aset bersih/ekuitas perusahaannya itu sendiri karena akumulasi saldo laba bersih, yang kemudian tercermin pada kenaikan harga sahamnya. Sedangkan harga emas sejatinya tidak benar-benar naik, melainkan hanya mengikuti inflasi saja. Nah, kebetulan saya punya emas pak, dalam bentuk perhiasan dan logam mulia/emas batangan. Jadi apakah sebaiknya saya jual saja mumpung harganya sedang tinggi lalu uangnya dipindah semua ke saham? Mohon pencerahannya. *** Ebook Market Planning   edisi Juni 2024 yang berisi analisis IHSG, rekomendasi saham, info jual beli saham, dan update strategi investasi bulanan sudah terbit. Anda bisa  memperolehnya disini , gratis info jual beli saham, dan tanya jawab saham/konsultasi portofolio untuk member. *** Jawab: Warren Buffett pernah bilang, ‘Emas tidak menghasilkan apa-apa, dan juga tid

Prospek Alibaba (BABA), Saham Ecommerce Termurah di NYSE

Gambar
Alibaba Group Holding Ltd. (BABA) melaporkan laba bersih Renminbi (RMB) 79.7 miliar untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Maret 2024, atau tumbuh 10% dibanding tahun sebelumnya. Sehingga genap dua tahun berturut-turut laba perusahaan kembali naik sejak tahun 2022 lalu. However, jika dibanding dengan capaian laba bersihnya di tahun 2021 sebesar RMB150.3 miliar, maka kinerja perusahaan sampai sejauh ini bisa dibilang belum kembali pulih. Di sisi lain saham BABA sekarang tinggal $81.3, atau jauh lebih rendah dibanding puncaknya yakni $314.2 pada Oktober 2020 lalu, dan mencerminkan PBV 1.4 kali saja. Sebagai perbandingan, PBV dari kompetitor utama BABA, yakni Amacon.com, Inc. (AMZN), ketika artikel ini ditulis mencapai 8.7 kali. So it's an opportunity ? Eh, tapi bagaimana ceritanya laba perusahaan tiba-tiba drop di tahun 2022 lalu dan belum benar-benar pulih lagi, sehingga sahamnya juga masih belum kemana-mana lagi sampai sekarang? *** Live Webinar Value Investing in US Stock , Sabtu

Saham Tidak Bayar Dividen, Apakah Masih Layak Investasi?

Gambar
Pak Teguh, sekarang ini kan lagi musim pembayaran dividen, tapi saya perhatikan tidak semua emiten/perusahaan di BEI membayar dividen ke investornya. Jadi untuk saham yang tidak bayar dividen ini, what’s the point of owning it ? Betul, selain dividen maka investor juga mendapat keuntungan dalam bentuk capital gain, yakni jika harga sahamnya di pasar naik, tapi keuntungan itu kan hanya akan terealisasi jika kita jual sahamnya, jadi beda dengan dividen yang ditransfer secara langsung dan tunai ke rekening investor. Mohon penjelasannya pak? *** Ebook Investment Planning berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi terbaru  Q1 2024 sudah terbit, dan sudah bisa dipesan disini . Gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio, langsung dengan penulis. *** Jawab: Bagi investor, memiliki saham dari perusahaan yang tidak bayar dividen adalah kurang lebih sama seperti memiliki logam mulia/emas. Perhatikan: Emas tidak bayar dividen. Emas hanya menghasilkan keuntungan tunai jika dijual pada

Saham Untuk Investasi Jangka Panjang: Mulia Boga Raya (KEJU)

Gambar
PT Mulia Boga Raya, Tbk (KEJU) melaporkan laba bersih Rp40 miliar di Q1 2024, naik 34.6% dibanding periode yang sama tahun 2023. Dan jika kenaikan ini berlanjut sampai akhir tahun nanti, maka ini adalah kali pertama KEJU kembali membukukan kenaikan laba setelah pada tahun 2022 dan 2023 lalu laba tersebut cenderung turun. Meski demikian jika ditarik lebih jauh ke belakang maka pertumbuhan perusahaan terbilang pesat sejak berdirinya pada tahun 2006, dengan kinerja yang juga konsisten bertumbuh (kecuali pada tahun 2022 dan 2023 itu tadi), dan karena itulah penulis sendiri sempat menganggap KEJU ini layak untuk investasi jangka panjang. Nah, jadi dengan sekarang kinerja perusahaan sudah kembali on track untuk tumbuh seperti biasanya, maka apakah itu artinya sahamnya kembali bisa dikoleksi untuk kemudian disimpan saja untuk seterusnya? *** Ebook Investment Planning berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi terbaru  Q1 2024 sudah terbit, dan sudah bisa dipesan disini . Gratis tanya ja