Ebook Kumpulan Analisis Saham Pilihan edisi Kuartal III 2018 sudah terbit! Anda bisa langsung memperolehnya disini.

Tertarik untuk membaca Koleksi Ebook Kuartalan sejak tahun 2011? Anda bisa membacanya disini.

Ebook Analisis Kuartal III 2018

Dear investor, seperti biasa setiap kuartal alias tiga bulan sekali, penulis membuat buku elektronik (ebook, format PDF) yang berisi kumpulan analisis fundamental 30 saham pilihan, yang kali ini didasarkan pada laporan keuangan para emiten untuk periode Kuartal III 2018. Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda (dan juga bagi penulis sendiri) untuk memilih saham yang bagus untuk trading jangka pendek, investasi jangka menengah, dan panjang.

Petrosea.. Lagi!

Di ulasan minggu lalu, kita sudah membahas kemungkinan peluang di saham-saham batubara, yang rata-rata menjadi murah kembali setelah turun signifikan karena isu pembatasan impor batubara oleh China, namun dibagian akhir artikel penulis menyebutkan adanya sedikit masalah di sektor ini, yakni kinerja para emiten yang kurang meyakinkan/laba mereka banyak yang turun, sehingga otomatis dividen mereka di tahun 2019 nanti juga bakal turun. Sementara untuk emiten batubara yang kinerjanya bagus, valuasi sahamnya masih relatif tinggi. Jadi pilih mana?

Peluang di Saham Batubara?

Minggu kemarin, tepatnya pada hari Senin, 26 November, saham-saham batubara secara bersamaan turun tajam hingga 3 – 4% dalam satu hari tersebut, dan penulis sendiri ketika itu baru sadar bahwa sepanjang bulan November saham batubara cenderung turun banyak, justru ketika saham-saham di sektor lain mulai naik. Penyebabnya? Ada dua faktor: Penurunan harga batubara, yang menyusul penurunan harga minyak sebelumnya, dan sentimen negatif pembatasan impor batubara oleh China, dimana China memang salah satu konsumen batubara terbesar didunia, termasuk dari Indonesia.

Ilustrasi truk  yang tengah mengangkut batubara di lokasi tambang

Prospek HM Sampoerna Setelah Peraturan Free Float

Saham Hanjaya Mandala Sampoerna (HMSP), seperti yang kita ketahui, menjadi saham yang paling terpukul oleh rencana penerapan bobot free float terhadap indeks LQ45, karena memang bobot HMSP yang turun paling signifikan (baca lagi ceritanya disini), dan alhasil HMSP kemarin drop dari 3,950 hingga sempet menyentuh level 3,290, sebelum kemudian naik lagi ke level 3,400-an. However, penulis sendiri tetap melihat penurunan HMSP ini dari sudut pandang value investing: Kita tahu bahwa HMSP ini barang bagus, hanya saja sejak awal valuasinya kelewat premium, dan makanya penulis sendiri nggak tertarik. Tapi kerana saat ini harganya sudah jauh lebih rendah dibanding sebelumnya (HMSP pada Januari 2018 kemarin malah sempat berada di level 5,200), maka apakah valuasinya sudah murah?


Seminar Value Investing - Advanced, Jakarta, Minggu 2 Desember

Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan kelas investasi saham dengan tema: ‘Value Investing, Advanced’, di Jakarta, hari Minggu 2 Desember 2018. Tidak seperti kelas seminar yang biasanya, pada sesi kelas kali ini kita tidak lagi membahas cara membaca laporan keuangan, atau cara menghitung valuasi saham, melainkan lebih dalam lagi terkait strategi menghadapi koreksi pasar, cara menemukan saham atau sektor yang bakal ‘naik panggung’, dst. Berikut materi selengkapnya:

Seminar Value Investing, Jakarta, Sabtu 1 Desember

Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan kelas investasi saham dengan tema: ‘Value Investing – Beat The Market in Five Minutes!’ di Jakarta, hari Sabtu, 1 Desember 2018. Di seminar ini pada intinya kita akan belajar tentang pengertian investasi saham (dan apa bedanya dengan trading), konsep & pengertian value investing, cara menganalisis fundamental perusahaan, cara menghitung harga wajar saham, hingga cara menyusun portofolio yang efektif. Berikut kisi-kisi materi selengkapnya:

Ilustrasi Value Investing

Anjloknya HMSP, dan Peraturan Free Float?

Pada hari Jumat, 9 November kemarin, IHSG drop 1.7% setelah dua saham yang pergerakannya selama ini berpengaruh besar terhadap naik turunnya indeks, yakni HM Sampoerna (HMSP) dan Unilever Indonesia (UNVR), jeblok masing-masing 10.3% dan 4.7%, dan demikian pula sebagian besar saham lainnya turun, namun ada beberapa saham bluechip yang malah naik. Tak lama kemudian barulah muncul penyebabnya: Penurunan IHSG, yang terutama disebabkan oleh jatuhnya saham HMSP dan UNVR, adalah karena adanya rencana dari BEI untuk menyesuaikan perhitungan bobot pengaruh dari pergerakan tiap-tiap saham anggota LQ45 terhadap naik turunnya indeks LQ45 itu sendiri, dimana memang bobot HMSP dan UNVR adalah yang turunnya paling signifikan. Lebih jelasnya sebagai berikut.

Rupiah Menguat??

Setelah sebelumnya melemah terus, dalam seminggu terakhir Rupiah tiba-tiba saja menguat terhadap US Dollar dimana hingga ketika artikel ini ditulis, posisinya sudah dibawah level psikologis Rp15,000, tepatnya Rp14,632. Praktis, pasar pun segera meresponnya dengan positif dimana kemarin IHSG kembali naik hingga hampir saja tembus 6,000 lagi. Pertanyaannya tentu, penguatan Rupiah ini cuma sementara atau untuk seterusnya? Dan sebenarnya faktor-faktor apa saja sih yang membuat Rupiah menguat atau melemah?

Pergerakan Rupiah sejak 1 Sept 2018 sampai sekarang. Sumber: Bank Indonesia

Diskusi Investasi Saham: Pak Joeliardi Sunendar

Dear investor, penulis beberapa waktu lalu membuat video diskusi investasi saham dengan Pak Joeliardi Sunendar, dan videonya sekarang sudah jadi, bisa langsung anda lihat di Youtube. Selengkapnya sebagai berikut (ada sampai part 7, tapi yang saya tampilkan disini hanya part 5).