Postingan

Ebook Investment Planning Kuartal I 2024 - Sudah Terbit!

Gambar
Penulis (Teguh Hidayat) di acara Berkshire Hathaway Annual Meeting 2022 di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, yang dihadiri langsung oleh investor legendaris Warren Buffett. Dear investor, seperti biasa setiap kuartal alias tiga bulan sekali, penulis membuat Ebook Investment Planning (EIP, dengan format PDF) yang berisi kumpulan analisis fundamental  saham-saham pilihan , yang kali ini didasarkan pada laporan keuangan para emiten untuk periode  Kuartal I 2024 . Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda (dan juga bagi penulis sendiri) untuk memilih saham yang bagus untuk trading jangka pendek, investasi jangka menengah, dan panjang.

Saham Tidak Bayar Dividen, Apakah Masih Layak Investasi?

Gambar
Pak Teguh, sekarang ini kan lagi musim pembayaran dividen, tapi saya perhatikan tidak semua emiten/perusahaan di BEI membayar dividen ke investornya. Jadi untuk saham yang tidak bayar dividen ini, what’s the point of owning it ? Betul, selain dividen maka investor juga mendapat keuntungan dalam bentuk capital gain, yakni jika harga sahamnya di pasar naik, tapi keuntungan itu kan hanya akan terealisasi jika kita jual sahamnya, jadi beda dengan dividen yang ditransfer secara langsung dan tunai ke rekening investor. Mohon penjelasannya pak? *** Ebook Investment Planning berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi terbaru  Q1 2024 sudah terbit, dan sudah bisa dipesan disini . Gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio, langsung dengan penulis. *** Jawab: Bagi investor, memiliki saham dari perusahaan yang tidak bayar dividen adalah kurang lebih sama seperti memiliki logam mulia/emas. Perhatikan: Emas tidak bayar dividen. Emas hanya menghasilkan keuntungan tunai jika dijual pada

Saham Untuk Investasi Jangka Panjang: Mulia Boga Raya (KEJU)

Gambar
PT Mulia Boga Raya, Tbk (KEJU) melaporkan laba bersih Rp40 miliar di Q1 2024, naik 34.6% dibanding periode yang sama tahun 2023. Dan jika kenaikan ini berlanjut sampai akhir tahun nanti, maka ini adalah kali pertama KEJU kembali membukukan kenaikan laba setelah pada tahun 2022 dan 2023 lalu laba tersebut cenderung turun. Meski demikian jika ditarik lebih jauh ke belakang maka pertumbuhan perusahaan terbilang pesat sejak berdirinya pada tahun 2006, dengan kinerja yang juga konsisten bertumbuh (kecuali pada tahun 2022 dan 2023 itu tadi), dan karena itulah penulis sendiri sempat menganggap KEJU ini layak untuk investasi jangka panjang. Nah, jadi dengan sekarang kinerja perusahaan sudah kembali on track untuk tumbuh seperti biasanya, maka apakah itu artinya sahamnya kembali bisa dikoleksi untuk kemudian disimpan saja untuk seterusnya? *** Ebook Investment Planning berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi terbaru  Q1 2024 sudah terbit, dan sudah bisa dipesan disini . Gratis tanya ja

Prospek Cerah Saham Pakan Ayam: Japfa Comfeed Indonesia (JPFA)

Gambar
PT Japfa Comfeed Indonesia, Tbk (JPFA) sudah merilis laporan keuangan Q1 2024, dengan hasil yang memuaskan: Pendapatannya naik dari Rp11.8 triliun di tahun lalu menjadi Rp13.9 triliun, dan perusahaan sukses mencetak laba bersih Rp665 miliar, berbalik dari sebelumnya rugi Rp250 miliar, yang mencerminkan ROE disetahunkan 19.2%. Sehingga jika kinerja positif tersebut bertahan sampai akhir tahun 2024 nanti, maka ini adalah kali pertama perusahaan kembali membukukan kenaikan laba bersih setelah pada dua tahun sebelumnya (2022 dan 2023) labanya cenderung turun. Menariknya lagi, dua perusahaan lain di sektor yang sama, yakni PT Charoen Pokphand Indonesia, Tbk (CPIN), dan PT Malindo Feedmill, Tbk (MAIN), juga sama membukukan kenaikan pendapatan serta laba bersih di Q1 2024. Nah, jadi apakah setelah mati suri selama tiga tahun terakhir, maka di tahun 2024 ini saham-saham poultry bakal bangkit lagi? *** Ebook Investment Planning berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi terbaru  Q1 2024 su

Saham Bank BRI Sudah Murah? Gimana Prospeknya?

Gambar
Bank Rakyat Indonesia atau Bank BRI (BBRI) sudah merilis laporan keuangan (LK) periode Q1 2024, dengan hasil yang cukup baik: Laba bersih kembali tumbuh 2.5%, dengan ROE disetahunkan 23.3%. Mungkin perlu penulis tambahkan bahwa, jika kinerja tersebut berlanjut sampai akhir tahun 2024 nanti, maka genap tiga tahun berturut-turut (2022, 2023, dan 2024) ROE BBRI selalu di atas 20%. Sebelumnya pada tahun 2020 dan 2021, seperti kebanyakan perusahaan lainnya di Indonesia, kinerja BBRI juga agak melambat dengan ROE kurang dari 20%, karena efek resesi pandemi ketika itu. Tapi begitu situasi pandemi tersebut mereda di tahun 2022, maka kinerja perusahaan langsung tancap gas kembali. *** Ebook Market Planning   edisi Mei 2024 yang berisi analisis IHSG, rekomendasi saham, info jual beli saham, dan update strategi investasi bulanan sudah terbit. Anda bisa  memperolehnya disini , gratis info jual beli saham, dan tanya jawab saham/konsultasi portofolio untuk member. *** Okay Pak Teguh, tapi jika LK

Live Webinar Value Investing, Sabtu 27 April 2024

Gambar
Penulis (Teguh Hidayat) di acara Berkshire Hathaway Annual Meeting 2022 di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, yang dihadiri langsung oleh investor legendaris Warren Buffett dan mitranya Charlie Munger. Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan seminar online (webinar) investasi saham dengan tema Value Investing. Kelas webinar ini merupakan lanjutan dari kelas seminar reguler dengan tema Value Investing basic & Advanced, dimana kita akan  diskusi dua arah & tanya jawab , serta me-review kembali materi yang sudah disampaikan di videonya. Jadi pada webinar ini, anda berkesempatan untuk mengajukan sejumlah pertanyaan terkait materi seminarnya untuk nantinya dijawab langsung oleh penulis sebagai pemateri. Selain itu anda juga bisa mengajukan pertanyaan, atau konsultasi terkait point-point berikut: Analisa serta prospek dari emiten/saham tertentu, tentunya dari sudut pandang fundamental dan value investing, Pengetahuan umum tentang investasi saham, d

Pilihan Sektor Saham Terbaik Untuk Tahun 2024

Gambar
Hingga Kamis, 25 April 2024, di BEI sudah ada beberapa perusahaan yang merilis laporan keuangan (LK) untuk periode Q1 2024, termasuk yang besar-besar seperti PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (TLKM), PT Bank Central Asia, Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia, Tbk (BBRI), PT Bumi Resources, Tbk (BUMI), dan PT Unilever Indonesia, Tbk (UNVR). Dan menurut penulis sendiri kinerja kelima emiten besar di atas bisa dijadikan gambaran untuk kinerja emiten lainnya di sektor yang sama, yakni telekomunikasi, perbankan, batubara, dan consumer goods. Okay, mari kita telisik satu per satu. *** Ebook Market Planning   edisi Mei 2024 yang berisi analisis IHSG, rekomendasi saham, info jual beli saham, dan update strategi investasi bulanan akan terbit tanggal 1 Mei mendatang. Anda bisa  memperolehnya disini , gratis info jual beli saham, dan tanya jawab saham/konsultasi portofolio untuk member. *** Kita mulai dari Telkom, di mana perusahaan melaporkan laba bersih Rp6.1 triliun, turun 5.8% dibanding peri

Special Report: Perang Iran – Israel, Saham Apa Yang Diuntungkan?

Gambar
Pada hari Sabtu, 13 April 2024 (hari Minggu 14 April Waktu Indonesia Barat), militer Iran, dibantu oleh sejumlah sekutu di Iraq, Suriah, dan Yaman, meluncurkan serangan ke tanah Israel dengan roket, rudal balistik, dan drones. Ini adalah kali pertama Iran menyerang Israel secara langsung dan terbuka sejak konflik Iran – Israel dimulai pada tahun 1985, dan merupakan serangan balasan setelah Israel mengebom kedutaan besar Iran di Damascus, Suriah, pada tanggal 1 April 2024, dan menewaskan 16 orang termasuk Mohammad Reza Sahedi, salah seorang perwira tinggi di Angkatan Udara, Islamic Republic of Iran Armed Forces. *** Live Webinar Value Investing , Sabtu 27 April 2024, pukul 08.00 – 10.00 WIB. Untuk mendaftar klik disini . *** Dan meski masih di hari yang sama, duta besar Iran untuk Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa serangan balasan terhadap Israel sudah bisa ‘dianggap selesai’, dan bahwa Iran akan melakukan serangan yang lebih besar jika Israel kembali ‘melakukan kesalaha

Saham Telkom Masih Prospek? Dan Apakah Sudah Murah?

Gambar
PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk, atau PT Telkom (TLKM) melaporkan laba bersih Rp24.6 triliun untuk tahun penuh 2023, atau masih tumbuh 18.3% dibanding tahun 2022. Namun khusus untuk Q4 2023, maka laba per lembar sahamnya tercatat hanya Rp51, turun dibanding kuartal-kuartal sebelumnya yang stabil di Rp64 – 68 per saham. Dan entah karena hal tersebut atau lainnya, investor terutama asing dengan cepat melepas saham TLKM di pasar, dimana asing mencatatkan net sell hingga lebih dari Rp2.3 triliun hanya dalam seminggu terakhir, dan imbasnya TLKM langsung drop dari 3,900 hingga sekarang tinggal 3,400-an. Di sisi lain pada harga saham 3,420, maka dengan PER 13.8 dan PBV 2.5 kali, sekilas sahamnya menjadi murah lagi. Jadi apakah ini justru saatnya untuk masuk? *** Ebook Market Planning   edisi Maret 2024 yang berisi analisis IHSG, rekomendasi saham, info jual beli saham, dan update strategi investasi bulanan sudah terbit. Anda bisa  memperolehnya disini , gratis info jual beli saham, dan tanya