Postingan

Menjual Saham Legacy/Saham yang Tadinya akan di-Hold Selamanya, Karena Melihat Bahwa IHSG Akan Turun

Gambar
Pagi ini penulis dapat pertanyaan bagus, sebagai berikut: Dalam beberapa kesempatan Bapak mengemukakan tentang legacy stock portfolio dimana kita mengakumulasi saham2 wonderful company and hold tanpa mempedulikan fluktuasi pasar. Pertanyaan saya, apakah strategi  siapkan payung saat langit mendung  ini tidak berlaku untuk legacy stock portfolio atau sebaiknya tetap diberlakukan terutama untuk krisis besar seperti tahun ini? Dalam hal ini saya agak dilematis dengan masing-masing pilihan. Kalau ini tidak diberlakukan, tidakkah kita akan rugi besar atau paling tidak kehilangan kesempatan untuk mempertebal legacy stock portofolio kita dengan menjual di harga tinggi lalu membeli kembali di harga bawah. Apalagi kalau kita telah mampu memperkirakannya sebelum market crash. Namun disisi lain kalau kita melakukannya lalu apa bedanya dengan portofolio normal kita. *** Video Seminar Value Investing,  basic and advanced, bisa  diperoleh disini . Alumni bisa bergabung dengan layanan webinar (jadwal

Penting! Perubahan Kontak Whatsapp

Dear investor, pada hari Senin 16 November 2020, sejak sekitar pukul 14.00 WIB, salah seorang admin kami atas nama Ibu Yanti, dengan nomor telp/whatsapp 081314822827, mengalami masalah teknis dimana aplikasi whatsapp-nya error sehingga tidak bisa menerima dan mengirim pesan. Dan setelah dibawa ke Grapari, disimpulkan bahwa nomornya tidak bisa diselamatkan, sehingga terpaksa diganti. Karena itulah, bagi anda yang hendak mengajukan pertanyaan atau permintaan informasi   terkait produk-produk edukasi dan analisa saham yang kami tawarkan, seperti webinar ,  video seminar , video seminar turnaround , video seminar mutiara terpendam ,  ebook market planning , dan ebook investment planning , maka mulai saat ini, Ibu Yanti menggunakan nomor telp/Whatsapp 081283223379. Sedangkan admin kami yang satunya lagi yaitu Ibu Nury, dengan nomor telp/Whatsapp 081220445205, bisa tetap anda hubungi seperti biasa. Demikian juga anda bisa langsung bertanya tentang produk-produk diatas ke penulis (Teguh Hiday

Peluang Mutiara Terpendam di Saham Batubara

Gambar
Dalam beberapa waktu terakhir, anda mungkin sudah membaca berita bahwa Singapura ‘resmi’ jatuh ke lembah resesi, dimana pemberitaan itu muncul setelah Negeri Singa tersebut melaporkan pertumbuhan ekonomi minus 12.6% secara year on year pada Kuartal II (Q2) 2020, terburuk sejak Singapura merdeka pada tahun 1965. Namun ternyata, berita tersebut tidak membuat bursa saham disana drop, dimana Strait Times Index (STI) tetap bertahan di level 2,600-an, dan demikian pula bursa-bursa lainnya di Asia dan juga seluruh dunia seperti tidak terpengaruh oleh bad news diatas, padahal Singapura adalah salah satu negara dengan industri keuangan paling maju di dunia (sehingga berita bahwa Singapura resesi akan menjadi perhatian semua fund manager global). Pertanyaannya, bagaimana bisa? *** Bagi anda yang baru belajar investasi saham/value investing, maka bisa peroleh video seminar terbaru disini . Info whatsapp 0813-1482-2827 (Nury). Ebook Market Planning yang berisi rekomendasi saham dan an

Mengenal ‘Opportunity Cost’ Dalam Investasi Saham

Gambar
Pada Berkshire Hathaway (BRK) Annual Meeting 2017, Charlie Munger, vice-chairman di BRK, ditanya oleh salah seorang peserta yang hadir: Apa kesalahan terburuk yang pernah dilakukan BRK dalam satu atau dua dekade terakhir? Nah, penulis sendiri tadinya mengira bahwa Mr. Charlie akan menjawab, kami pernah membeli saham/perusahaan A, dan hasilnya rugi besar. Karena memang itulah kesalahan yang umum dilakukan seorang investor bukan? Yakni membeli saham tertentu, lalu di kemudian hari harganya/nilai perusahaan turun, sehingga ia kemudian kehilangan sejumlah uang.

Seminar ‘Peluang Multibagger dari Saham Turnaround'

Gambar
Dear investor, memasuki bulan-bulan akhir 2020, kita dihadapkan pada beberapa fakta sebagai berikut: Pertumbuhan ekonomi Indonesia, meski masih minus di Q3, tapi sudah membaik dibanding dibanding Q2, dan hal yang sama terjadi pada kinerja para emiten. Kemudian kita juga sudah semakin dekat dengan produksi dan distribusi vaksin corona, yang sejak awal disebut-sebut sebagai titik akhir dari pandemi. Nah, jadi apakah sekarang sudah waktunya kita membeli saham-saham turnaround, alias saham yang berpotensi profit 100% atau lebih (multibagger, atau penulis menyebutnya mutiara terpendam) ketika nanti kinerjanya membaik, lalu hold saja sampai misalnya tahun depan? Tapi bagaimana dengan jumlah kasus positif corona itu sendiri, yang sampai hari ini masih terus saja bertambah?? Dan kesemua pertanyaan tersebut akan kita jawab pada kesempatan seminar berikut. Kisi-kisi materi seminar 1. Memahami Kondisi Ekonomi  Bagaimana ekonomi kita sebelum pandemi? Fakta-fakta resesi tahun 2020 dibandingkan d

Matahari Dept. Store (LPPF)

Gambar
Bagi investor, selain harus bisa bertahan dan tetap calm di masa resesi, maka challenge  berikutnya adalah menemukan saham  turn-around, yakni saham dari perusahaan yang kinerjanya buruk/rugi karena efek resesi itu tadi, tapi harga sahamnya juga sudah kelewatan turunnya dan alhasil valuasinya menjadi amat-sangat-murah. Sehingga jika nanti resesinya berakhir/ekonomi membaik, dan kinerja perusahaan juga kembali membaik, maka sahamnya juga bisa naik banyak karena valuasinya yang terlalu murah itu tadi. Ilustrasi sederhana, katakanlah saham A, pada masa normal dan kinerjanya bagus, PBV-nya 2.0 kali. Tapi karena di tahun 2020 ini dia merugi, maka sahamnya juga terus saja turun hingga PBV-nya tinggal 0.4 kali.

Ebook Investment Planning Kuartal III 2020 - Sudah Terbit!

Gambar
Dear investor, seperti biasa setiap kuartal alias tiga bulan sekali, penulis membuat Ebook Investment Planning (EIP, dengan format PDF) yang berisi kumpulan analisis fundamental  saham-saham pilihan , yang kali ini didasarkan pada laporan keuangan para emiten untuk periode  Kuartal III 2020 . Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda (dan juga bagi penulis sendiri) untuk memilih saham yang bagus untuk trading jangka pendek, investasi jangka menengah, dan panjang.

Dampak Kenaikan Cukai Terhadap Saham Rokok

Gambar
Per awal November ini, dari empat emiten rokok di BEI, tiga diantaranya sudah merilis laporan keuangan, dan dua diantaranya masih membukukan kenaikan pendapatan. Mereka adalah PT Wismilak Inti Makmur (WIIM), dan PT Gudang Garam, Tbk (GGRM). Menariknya adalah, kedua perusahaan ini masih membukukan pertumbuhan kinerja ( albeit laba GGRM turun) ketika iklim usahanya dikhawatirkan sudah memburuk bahkan sejak sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Yup, kalau anda masih ingat, pada September 2019 lalu, Pemerintah memutuskan kenaikan cukai hingga 23% untuk tahun fiskal 2020, atau lebih tinggi dibanding biasanya yakni 10% per tahun, yang seketika menyebabkan saham-saham rokok bertumbangan.

Menghitung Nilai Wajar BRI Syariah Pasca Merger

Gambar
Setelah pada 13 Oktober lalu, Bank BRI Syariah (BRIS) mengumumkan secara resmi kepastian rencana merger-nya dengan Bank Syariah Mandiri (BSM), dan Bank BNI Syariah (BNIS), maka seminggu kemudian, pada 21 Oktober, perusahaan merilis informasi rancangan merger tersebut, yang menjelaskan tentang mekanisme penggabungan, siapa dapat apa, berapa jumlah saham baru yang akan diterbitkan, dan seterusnya. Dari informasi inilah, kita kemudian bisa dengan jelas menganalisa prospek BRIS pasca merger-nya nanti, dan berikut analisa selengkapnya.

Webinar Value Investing, Sabtu 19 Desember 2020

Gambar
Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan seminar online (webinar) investasi saham dengan tema Value Investing – Investasi Saham u/ Tabungan Jangka Panjang . Kelas webinar ini merupakan lanjutan dari kelas/video seminar Value Investing basic & Advanced yang diselenggarakan pada bulan Juli 2020 kemarin, dimana kita akan  diskusi dua arah & tanya jawab , serta me-review kembali materi yang sudah disampaikan di videonya. Jadi pada webinar ini, anda berkesempatan untuk mengajukan sejumlah pertanyaan terkait materi seminarnya untuk nantinya dijawab langsung oleh penulis sebagai pemateri. Selain itu anda juga bisa mengajukan pertanyaan, atau konsultasi terkait point-point berikut: Analisa serta prospek dari emiten/saham tertentu, tentunya dari sudut pandang fundamental dan value investing, Pengetahuan umum tentang investasi saham, dunia keuangan, hingga ekonomi, termasuk penjelasan lebih detail tentang istilah-istilah tertentu di dunia pasar