Postingan

Prospek Saham Sido Muncul (SIDO): Masih Oke untuk Jangka Panjang?

Gambar
PT Industri Jamu & Farmasi Sido Muncul, Tbk (SIDO) melaporkan laba bersih Rp446 miliar untuk Semester I 2022, turun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp502 miliar, dan imbasnya sahamnya langsung turun dengan cepat dari 975 ke 775. Kemudian jika penurunan laba ini berlanjut sampai akhir tahun nanti, maka tahun 2022 ini akan menjadi tahun pertama sejak saham SIDO  listing di BEI pada Desember 2013 lalu, dimana laba perusahaan turun dibanding tahun sebelumnya (antara tahun 2013 s/d 2021, pendapatan serta laba SIDO selalu naik setiap tahun). Jadi pertanyaannya sekarang, apa penyebab penurunan kinerja ini? Dan apakah dengan demikian sahamnya masih layak untuk investasi jangka panjang? *** Ebook Investment Planning berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi terbaru  Kuartal II 2022 sudah terbit! Dan sudah bisa dipesan disini . Gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio, langsung dengan penulis. *** SIDO, seperti yang kita ketahui, adalah adalah perusahaan y

Ebook Investment Planning Kuartal II 2022 - Sudah Terbit!

Gambar
Penulis (Teguh Hidayat) di acara Berkshire Hathaway Annual Meeting 2022 di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, yang dihadiri langsung oleh investor legendaris Warren Buffett. Dear investor, seperti biasa setiap kuartal alias tiga bulan sekali, penulis membuat Ebook Investment Planning (EIP, dengan format PDF) yang berisi kumpulan analisis fundamental  saham-saham pilihan , yang kali ini didasarkan pada laporan keuangan para emiten untuk periode  Kuartal II 2022 . Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda (dan juga bagi penulis sendiri) untuk memilih saham yang bagus untuk trading jangka pendek, investasi jangka menengah, dan panjang.

Live Webinar Value Investing, Sabtu 13 Agustus 2022

Gambar
Penulis (Teguh Hidayat) di acara Berkshire Hathaway Annual Meeting 2022, di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, yang dihadiri langsung oleh investor legendaris Warren Buffett. Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan seminar online (webinar) investasi saham dengan tema Value Investing. Kelas webinar ini merupakan lanjutan dari kelas seminar reguler dengan tema Value Investing basic & Advanced, dimana kita akan  diskusi dua arah & tanya jawab , serta me-review kembali materi yang sudah disampaikan di videonya. Jadi pada webinar ini, anda berkesempatan untuk mengajukan sejumlah pertanyaan terkait materi seminarnya untuk nantinya dijawab langsung oleh penulis sebagai pemateri. Selain itu anda juga bisa mengajukan pertanyaan, atau konsultasi terkait point-point berikut: Analisa serta prospek dari emiten/saham tertentu, tentunya dari sudut pandang fundamental dan value investing, Pengetahuan umum tentang investasi saham, dunia keuangan, hingga ekono

Aktivitas Sehari-hari Seorang Investor Full Time

Gambar
What my parents think I do

Saham BMTR Terbang! Hajar Kanan Aja Atau Gimana??

Gambar
Dalam dua hari terakhir ini, ponsel penulis dipenuhi dengan feed dari media sosial, grup-grup, dan juga artikel berita tentang kenaikan luar biasa saham PT Global Mediacom, Tbk (BMTR) dari 282 hingga 406, atau terbang 44% hanya dalam dua hari. Yang saya perhatikan disini bukan kenaikan BMTR itu sendiri, melainkan bagaimana pemberitaannya sangat berisik termasuk banyak menyebut nama Bapak Lo Kheng Hong (LKH), yang kita tahu merupakan salah seorang pemegang saham di BMTR dalam jumlah yang sangat besar. Yup, per 31 Maret 2022, LKH diketahui memegang 1 miliar lembar lebih saham BMTR, sehingga hanya dalam dua hari tersebut, LKH menghasilkan profit Rp124 miliar dari BMTR ini. Sebuah angka yang tentu saja sangat besar untuk ukuran investor ritel, meskipun sejatinya angka segitu tidak seberapa bagi LKH itu sendiri. *** Ebook Market Planning   edisi Agustus 2022 yang berisi analisis IHSG, rekomendasi saham, info jual beli saham, dan update strategi investasi bulanan sudah terbit. Anda bisa  mem

Pendapat Saya Tentang BI Rate 3.5%, dan Pengaruhnya Terhadap Pasar Saham

Gambar
Bank Indonesia (BI) kembali menggelar rapat dewan gubernur (RDG) pada hari Kamis, 21 Juli 2022 kemarin, dimana diputuskan bahwa suku bunga acuan atau BI Rate tetap tidak berubah di level 3.50%. Dan terus terang sebagai pelaku pasar saya agak kecewa dengan keputusan ini, karena saya termasuk yang menganggap bahwa BI Rate tersebut sebaiknya dinaikkan. Berikut penjelasannya. *** Ebook Market Planning   edisi Agustus 2022 yang berisi analisis IHSG, rekomendasi saham, info jual beli saham, dan update strategi investasi bulanan akan terbit tanggal 1 Agustus mendatang. Anda bisa  memperolehnya disini , gratis info jual beli saham, dan tanya jawab saham/konsultasi portofolio untuk member. *** Seperti yang kita ketahui, BI Rate erat hubungannya dengan inflasi dan juga pertumbuhan ekonomi di dalam negeri. Simpelnya jika BI Rate naik, maka suku bunga perbankan di Indonesia secara umum ikut naik, termasuk bunga kredit dan deposito. Imbasnya masyarakat akan lebih banyak menempatkan uang mereka d

Benarkah Amerika (Akan) Resesi? Analisa dari Bill Ackman

Gambar
Dalam waktu dua minggu terakhir (maksudnya sampai tanggal 5 Juli 2022), pasar keuangan Amerika Serikat dan di seluruh dunia turun drastis karena kekhawatiran akan terjadinya resesi, dan dengan volatilitas yang sangat tajam. Saya ingin menyampaikan beberapa teori tentang apa yang sebenarnya sedang terjadi sekarang ini. Artikel ini merupakan terjemahan thread yang dibuat Bill Ackman di akun twitter pribadinya. Berdasarkan definisi umum, suatu negara dianggap mengalami resesi jika pertumbuhan ekonominya turun/tumbuh negatif selama dua kuartal berturut-turut. Pertumbuhan ekonomi yang dimaksud disini adalah secara riil, bukan nominal. Namun dalam situasi inflasi tinggi seperti sekarang di Amerika Serikat, maka akan sulit bagi angka pertumbuhan ekonomi secara nominal untuk naik dengan kenaikan yang melebihi angka inflasi, karena itu artinya angka pertumbuhan ekonomi ini harus diatas 8.6%. Terakhir kali Amerika mengalami inflasi setinggi sekarang adalah 40 tahun lalu, alias sudah sangat lama,

Prospek Saham Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST)

Gambar
Pada ulasan minggu lalu, kita sudah membahas tentang prospek saham-saham di sektor properti secara umum, dimana saya mengatakan bahwa beberapa saham di sektor ini berpeluang menghasilkan profit multibagger, alias naik 100% atau lebih dalam beberapa waktu kedepan. Pertanyaannya, saham apa saja? Dan salah satu yang masuk radar adalah saham PT Bekasi Fajar Industrial Estate, Tbk (BEST) , dan berikut ulasan lengkapnya. *** Ebook Market Planning   edisi Juli 2022 yang berisi analisis IHSG, rekomendasi saham, info jual beli saham, dan update strategi investasi bulanan sudah terbit. Anda bisa  memperolehnya disini , gratis info jual beli saham, dan tanya jawab saham/konsultasi portofolio untuk member. *** BEST adalah perusahaan properti jenis kawasan industri, dimana perusahaan menjual kavling siap bangun (ke perusahaan yang hendak membangun pabrik dll), lengkap dengan infrastruktur pendukung seperti jalan raya, gedung perkantoran, apartemen, hotel, restoran, hingga pasar swalayan, dalam s

Peluang Multibagger/Profit 100% Atau Lebih dari Saham Properti

Gambar
Kalau anda baca-baca di internet, banyak yang bilang bahwa nanti setelah selesai booming komoditas terutama batubara, maka saham-saham yang bakal terbang selanjutnya adalah dari sektor properti, dan penulis setuju dengan hal tersebut. Karena memang pasca booming saham-saham batubara pada tahun 2011 – 2012 lalu, maka yang naik selanjutnya adalah saham-saham sawit pada tahun 2012, dan terakhir saham-saham properti pada tahun 2012 – 2013, meski ada juga beberapa saham properti yang sudah mulai naik sejak tahun 2011-nya. Penjelasan mudahnya, karena kita merupakan eksportir terbesar di dunia untuk komoditas batubara dan sekaligus minyak sawit mentah alias  crude palm oil (CPO), maka ketika harga-harga komoditas naik tinggi maka nilai ekspor Indonesia juga ikut meroket, sehingga perekonomian nasional secara keseluruhan tumbuh signifikan. Pada tahun 2008 ketika dunia dilanda krisis global, produk domestik bruto (PDB) Indonesia tercatat $510 miliar. Lalu pada tahun 2011 ketika harga-harga komo