Postingan

Ebook Market Planning edisi April 2021 yang berisi analisis IHSG, rekomendasi saham, dan update strategi investasi bulanan sudah terbit! Anda bisa memperolehnya disini. gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio untuk member.

Prospek Indofood CBP (ICBP) Setelah Akuisisi Pinehill

Gambar
Ketika saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), yang merupakan anak usaha dari PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), menggelar IPO dan melantai di bursa untuk pertama kalinya pada 7 Oktober 2010 lalu, maka penulis menyambutnya dengan antusias. Sebab meski induk dari ICBP, yakni INDF, identik dengan merk mi instan legendaris, Indomie, namun cakupan bisnis INDF sejatinya jauh lebih luas dibanding sekedar jualan Indomie ataupun produk-produk makanan lainnya. Yup, secara umum bisnis INDF terbagi menjadi empat segmen: 1. Perkebunan kelapa sawit, CPO dan produk turunannya, melalui PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP), 2. Produk konsumer bermerk termasuk Indomie melalui ICBP, 3. Tepung terigu melalui Bogasari, dan 4. Distribusi melalui PT Indomarco Adi Prima. *** Video Seminar Terbaru tahun 2021 : Value Investing Bacis and Advanced, bisa  diperoleh disini . Alumni bisa bergabung dengan layanan webinar pada hari Sabtu, 17 April 2021, secara gratis. *** Kemudian jika dilihat dari

Jangan Anggap Remeh Uang! Meski itu ‘Uang Dingin’ Sekalipun

Gambar
Beberapa waktu lalu penulis menerima pertanyaan sebagai berikut, ‘Pak Teguh bagaimana prospek saham A? Saya beli di harga 2,000, dan dia sekarang di 1,500, jadi posisinya nyangkut. Tapi saya belinya pakai uang dingin yang gak akan saya gunakan dalam waktu dekat, jadi gak masalah jika saya harus menunggu lama hingga saham A itu naik lagi, minimal balik ke harga modalnya.’ Setelah penulis pelajari, saham A itu ternyata salah satu saham yang banyak dipom-pom oleh para influencer sehingga harganya naik tinggi, tapi fundamentalnya sendiri nol besar, dan harga 1,500 – 2,000 itu juga termasuk overvalue , harga wajarnya hanya sekitar 700. ***   Ebook Market Planning  edisi April 2021 yang berisi analisis IHSG, rekomendasi saham, dan update strategi investasi bulanan sudah terbit! Anda bisa  memperolehnya disini . gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio untuk member. *** Tapi yang penulis garis bawahi disini adalah kalimat ‘Saya belinya pakai uang dingin, jadi gak apa-apa jika sa

Webinar Value Investing, Sabtu 17 April 2021

Gambar
Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan seminar online (webinar) investasi saham dengan tema Value Investing – Investasi Saham u/ Tabungan Jangka Panjang . Kelas webinar ini merupakan lanjutan dari kelas seminar reguler dengan tema Value Investing basic & Advanced, dimana kita akan  diskusi dua arah & tanya jawab , serta me-review kembali materi yang sudah disampaikan di videonya. Jadi pada webinar ini, anda berkesempatan untuk mengajukan sejumlah pertanyaan terkait materi seminarnya untuk nantinya dijawab langsung oleh penulis sebagai pemateri. Selain itu anda juga bisa mengajukan pertanyaan, atau konsultasi terkait point-point berikut: Analisa serta prospek dari emiten/saham tertentu, tentunya dari sudut pandang fundamental dan value investing, Pengetahuan umum tentang investasi saham, dunia keuangan, hingga ekonomi, termasuk penjelasan lebih detail tentang istilah-istilah tertentu di dunia pasar modal, Prospek dan arah pa

Stimulus Ekonomi Amerika $1.9 trilyun, Begini Dampaknya ke Indonesia, Part 2

Gambar
Pada ulasan sebelumnya (kalau belum baca, maka baca dulu, karena tulisannya nyambung), kita sudah membahas tentang kondisi terbaru ekonomi dan pasar modal di Amerika Serikat (AS), terkait stimulus tahap ke-3 yang diluncurkan oleh Pemerintah pada bulan Maret 2021 ini, dan bagaimana perkiraan dampaknya terhadap ekonomi dan Wallstreet itu sendiri. Nah, pada tulisan kali ini kita akan membahas topik yang sama tapi fokusnya ke Indonesia, terkait bagaimana kondisi ekonomi nasional, kondisi pasar modal/IHSG, dan juga prospek kedepan. Okay kita langsung saja, dimulai dari kondisi ekonomi dulu. *** Jadwal Kelas Online/Webinar Value Investing, Sabtu 20 Maret 2021, pukul 09.00 WIB, dengan pemateri Teguh Hidayat. Untuk mendaftar maka bisa klik disini . *** Sebelum pandemi, ekonomi Indonesia juga berada dalam kondisi sangat baik: GDP melanjutkan trend pertumbuhannya dari $861 milyar di tahun 2015 hingga tembus $1,119 milyar di tahun 2019, inflasi stabil di 2.5 – 3%, dan pengangguran juga t

Stimulus Ekonomi Amerika $1.9 trilyun, Begini Dampaknya ke Indonesia

Gambar
Pada tanggal 14 Februari 2021, Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, menyerahkan proposal stimulus ekonomi ke Kongres untuk disetujui oleh Senate dan House of Representative (semacam MPR dan DPR kalau di Indonesia), senilai $1.9 trilyun, yang diberi nama American Rescue Plan Act of 2021. Stimulus ini pada intinya berupa bantuan bagi masyarakat menengah kebawah, dalam bentuk kompensasi kehilangan pekerjaan, bantuan tunai sebesar $1,400 untuk individu dengan kriteria tertentu, bantuan untuk membeli makanan dan kebutuhan pokok ( food stamp ), potongan pajak, bantuan usaha kecil, bantuan biaya pendidikan, dan seterusnya, sampai bantuan untuk bayar kos/kontrakan juga ada. Kemudian setelah melewati perdebatan sengit dan banyak revisi, pada tanggal 10 Maret, Kongres akhirnya menyetujui draft final Undang-Undang stimulus diatas, dan diperkirakan akan ditanda tangani oleh Presiden Biden pada tanggal 12 Maret 2021. *** Jadwal Kelas Online/Webinar Value Investing, Sabtu 20 Maret 2021, pu

Prospek PT Vale Indonesia, Tbk (INCO)

Gambar
PT Vale Indonesia, Tbk, dahulu bernama PT International Nickel Indonesia, Tbk (INCO) sudah merilis laporan keuangan tahun penuh 2020, dimana perusahaan membukukan laba bersih $82.8 juta, naik cukup signifikan dibanding 2019 sebesar $57.4 juta, namun laba tersebut tergolong kecil jika dibandingkan dengan ekuitas perusahaan yang mencapai $2.0 milyar, sehingga ROE-nya tercatat hanya 4.1%. Disisi lain, pada level harga sekarang yakni 5,850, PBV-nya tercatat 2.0 kali, relatif rendah jika perbandingannya adalah saham Aneka Tambang (ANTM) , yang sama-sama terbang dalam setahun terakhir seiring dengan cerita rencana pembangunan pabrik baterai mobil listrik di Indonesia, yang disebut-sebut akan menggunakan bahan baku nikel. Kemudian kita tahu pula bahwa, berbeda dengan ANTM yang sebenarnya lebih banyak jualan emas ketimbang nikel, maka INCO ini 100% jualan logam nikel. Nah, jadi apakah INCO ini prospeknya lebih bagus? *** Jadwal Seminar Tatap Muka Value Investing : Jakarta, Sabtu – Minggu,

Bisakah kita beli saham, bitcoin cuma modal feeling?

Gambar
Ada pengalaman menarik ketika penulis jalan-jalan keliling Turki, Januari kemarin: Ketika semua peserta tour sudah masuk ke dalam bus, dan busnya siap-siap untuk jalan, maka pemandu wisata mengumumkan ke semua peserta untuk mengenakan sabuk pengaman, karena ada kemungkinan polisi akan menghentikan bus untuk mengecek apakah penumpang mengenakan sabuk atau tidak. Mendengar itu, semua orang termasuk penulis langsung cepat-cepat memasang sabuk pengaman, dan kemudian bus-nya pun berjalan. *** Jadwal Seminar Tatap Muka Value Investing : Jakarta, Sabtu – Minggu, 6 – 7 Maret 2021. Info lengkap baca disini  (hingga 24 Februari pukul 14.00, masih tersedia 6 kursi lagi untuk kelas hari Sabtu, dan 8 kursi untuk kelas hari Minggu), tersedia juga videonya bagi anda yang tidak bisa hadir, dan alumni bisa bergabung dengan layanan webinar secara gratis. *** Tapi kemudian penulis mikir lagi: Kita ketika itu sedang berada di kota kecil yang sepi, yang jangankan polisi, mobil-mobil yang lalu lala