Ebook Kumpulan Analisa 30 Saham Pilihan edisi Kuartal III 2019 sudah terbit! Dan anda bisa memperolehnya disini. Info lebih lanjut, telp/whatsapp 0813-1482-2827 (Yanti).

Seminar Value Investing Advanced, Jakarta, Minggu 27 Oktober

Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan kelas investasi saham dengan tema: ‘Value Investing, Advanced Class’, di Jakarta, hari Minggu 27 Oktober 2019. Tidak seperti kelas seminar yang biasanya, pada sesi kelas kali ini kita tidak lagi membahas cara membaca laporan keuangan, atau cara menghitung valuasi saham, melainkan lebih dalam lagi terkait strategi menghadapi koreksi pasar/resesi ekonomi, cara menemukan saham atau sektor yang bakal ‘naik panggung’, dst. Berikut materi selengkapnya:

Seminar Value Investing, Jakarta, Sabtu 26 Oktober

Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan kelas investasi saham dengan tema: ‘Value Investing – Investasi Saham u/ Tabungan Jangka Panjang’ di Jakarta, hari Sabtu, 26 Oktober 2019. Di seminar ini pada intinya kita akan belajar tentang pengertian investasi saham (dan apa bedanya dengan trading), konsep & pengertian value investing, cara menilai fundamental perusahaan, cara menghitung harga wajar saham, hingga cara menabung saham untuk simpanan jangka panjang. Berikut kisi-kisi materi selengkapnya:

Gudang Garam

Sejak penulis pertama kali belajar saham, tahun 2009 – 2010 lalu, maka saya ketika itu sudah bisa menilai bahwa saham Gudang Garam (GGRM) terbilang layak untuk investasi jangka panjang, dimana alasannya ketika itu sangat sederhana: Rokok adalah jenis barang consumer yang dikonsumsi setiap saat secara terus menerus, jadi berbeda dengan katakanlah Indomie dimana seorang konsumen belum tentu makan Indomie setiap hari. Dan berbeda dengan katakanlah batubara, minyak bumi, dll yang harganya bisa naik dan turun, harga jual rokok akan selalu naik terus, dan GGRM ketika itu merupakan salah satu perusahaan rokok paling terkemuka di tanah air. Pada bulan Juni 2010, GGRM berada di 31,000-an, atau sudah naik banyak dibanding posisi terendahnya tahun 2008 yakni 5,000-an, tapi penulis ketika itu tetap mengatakan bahwa sahamnya akan terus naik dalam jangka panjang. Anda bisa baca lagi ulasannya disini.

Persiapan & Strategi Investasi Menjelang Resesi

Bulan kemarin kita sudah membahas soal inverted yield curve dan hubungannya dengan krisis ekonomi, dimana pada akhir tulisannya penulis menyimpulkan bahwa memang ada kemungkinan bursa saham New York akan runtuh cepat atau lambat, dimana jika itu terjadi maka bursa saham di seluruh dunia juga akan ikut runtuh, termasuk di Indonesia. Namun alih-alih khawatir, penulis sendiri justru excited. Karena jika resesi itu nanti beneran terjadi dan IHSG hancur, maka itu justru menjadi kesempatan bagi investor yang mampu memanfaatkan periode resesi tersebut untuk ‘melompat lebih tinggi’. Namun tak lama setelah tulisannya di posting, penulis banyak menerima pertanyaan: Sebagai investor, apa yang harus kita lakukan/persiapkan sekarang untuk mengantisipasi terjadinya resesi??

Ebook Investment Planning - Kuartal II 2019

Dear investor, seperti biasa setiap kuartal alias tiga bulan sekali, penulis membuat buku elektronik (ebook, dengan format PDF) yang berisi kumpulan analisis fundamental saham-saham pilihan, yang kali ini didasarkan pada laporan keuangan para emiten untuk periode Kuartal II 2019. Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda (dan juga bagi penulis sendiri) untuk memilih saham yang bagus untuk trading jangka pendek, investasi jangka menengah, dan panjang.

Analisa Kenaikan Tarif Cukai Rokok Terhadap HMSP, GGRM

Pagi ini tiga saham rokok yakni HMSP, GGRM, dan WIIM turun lebih dari 10%, setelah akhir pekan kemarin Menteri Sri Mulyani ketok palu kenaikan cukai rokok 23%, atau diatas wacana sebelumnya yang hanya 10%. Nah, sebenarnya analisa berikut ini hanya penulis share kepada temen-temen member Ebook Market Planning (EMP). Tapi setelah saya pertimbangkan lagi, karena ini sudah menjadi pertanyaan semua orang maka sekalian saya posting saja disini, so here we go. Btw, untuk pertama kalinya, saya mencoba menampilkan analisanya dalam bentuk video Youtube, bisa anda lihat di halaman berikut:

Prospek TINS Pasca Peraturan Menteri ESDM Terkait Ekspor Timah

Hingga Sabtu, 14 September, PT Timah, Tbk (TINS) masih belum merilis laporan keuangan (LK) untuk periode Kuartal II (Q2) 2019. Namun ada yang menarik kalau kita telisik LK Q1 perusahaan: Pendapatannya melonjak dua kali lipat menjadi Rp4.2 trilyun, dan demikian pula laba bersihnya tercatat Rp301 milyar, alias mencapai Rp1.2 trilyun jika disetahunkan. Bisa dibilang bahwa tahun 2019 ini adalah kali pertama perusahaan membukukan kenaikan laba yang signifikan setelah selama lima tahun sebelumnya (atau lebih lama lagi), perolehan laba TINS cenderung stagnan di kisaran Rp500-an milyar per tahun, dan memang ada satu peristiwa penting yang menjelaskan kenaikan laba tersebut. Peristiwa apakah itu?

Bagi Value Investor, Profit Itu Nomor Dua. Nomor Satunya Adalah..

Minggu lalu, tepatnya tanggal 30 Agustus 2019, Warren Buffett merayakan ulang tahunnya yang ke-89. Usia yang tidak lagi muda, tentu saja, namun tetap belum ada tanda-tanda bahwa ia akan pensiun dari posisinya sebagai chairman Berkshire Hathaway, dan juga sebagai investor itu sendiri. Tidak hanya itu: Sepanjang hidupnya, Buffett hampir tidak pernah menderita sakit, kecuali di tahun 2012 dimana ia sempat divonis memiliki gejala kanker prostat, tapi setelah itu ia kembali sehat dan bekerja seperti biasa hingga hari ini.

Rekaman Terbaru Seminar Value Investing + Bonus Ebook

Dear investor, penulis pada bulan Agustus 2019 kemarin menyelenggarakan seminar ‘Value Investing – Investasi Saham untuk Tabungan Jangka Panjang’, dan juga seminar Value Investing, Avanced Class’, di dua kota yakni Jakarta dan Surabaya. Nah, suara penulis ketika mengisi dua kelas diatas direkam dari awal sampai akhir, dan anda bisa memperoleh rekaman tersebut (sudah dipilihkan rekaman yang terbaik/yang penyampaian materinya paling jelas) dengan ketentuan sebagai berikut.

Prospek PTPP: Pemegang Proyek Konstruksi Terbanyak di Wilayah Indonesia Tengah, dan Timur

Pada ulasan minggu lalu, kita sudah membahas bahwa salah satu sektor yang diuntungkan dengan adanya pemindahan ibukota RI dari Jakarta ke Kalimantan Timur adalah konstruksi, dimana pada lokasi ibukota yang baru tentunya akan dibangun sejumlah gedung perkantoran, kawasan residensial, hingga infrastruktur pendukungnya. Dan karena salah satu tujuan dari pemindahan ibukota itu adalah agar pembangunan ekonomi menjadi lebih merata/tidak lagi hanya terpusat di Jawa dan/atau Wilayah Indonesia Barat pada umumnya, maka hingga beberapa tahun hingga beberapa dekade kedepan, yang akan dibangun bukan hanya lokasi ibukota itu sendiri, tapi juga Wilayah Indonesia Tengah (WITA) dan Wilayah Indonesia Timur (WIT) secara keseluruhan.