Postingan

Menampilkan postingan dari 2024

Saham Perbankan Ini Masih Murah, dan Ada Dipegang Oleh Konglomerat

Gambar
Pada ulasan minggu lalu, kita sudah membahas sedikit tentang Winarno Tjajadi, seorang konglomerat pemilik perusahaan perkebunan kelapa sawit yang juga menjadi pemegang saham di Bank BNI, Tbk (BBNI), dengan nilai kepemilikan mencapai hampir Rp4 triliun. Nah, tapi tahukah anda bahwa Bapak Winaro bukanlah satu-satunya crazy rich yang berinvestasi secara pasif di saham perusahaan Tbk., melainkan masih ada banyak lagi yang lainnya? *** Ebook Investment Planning berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi terbaru  Q4 2023 sudah terbit, dan sudah bisa dipesan disini , gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio, langsung dengan penulis. *** Yup, salah satunya adalah Hermanto Tanoko , pemilik Grup Tancorp yang membawahi banyak anak usaha seperti Cat Avian, Depo Bangunan, Air Minum Cleo, dst, dimana Bapak Hermanto diketahui memegang saham PT Bank Danamon, Tbk (BDMN), tepatnya sebanyak 4.6 juta lembar pada tanggal 31 Desember 2022, yang jika dikali harga sahamnya saat ini yakni Rp2,840,

Live Webinar Value Investing, Sabtu 9 Maret 2024

Gambar
Penulis (Teguh Hidayat) di acara Berkshire Hathaway Annual Meeting 2022 di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, yang dihadiri langsung oleh investor legendaris Warren Buffett. Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan seminar online (webinar) investasi saham dengan tema Value Investing. Kelas webinar ini merupakan lanjutan dari kelas seminar reguler dengan tema Value Investing basic & Advanced, dimana kita akan  diskusi dua arah & tanya jawab , serta me-review kembali materi yang sudah disampaikan di videonya. Jadi pada webinar ini, anda berkesempatan untuk mengajukan sejumlah pertanyaan terkait materi seminarnya untuk nantinya dijawab langsung oleh penulis sebagai pemateri. Selain itu anda juga bisa mengajukan pertanyaan, atau konsultasi terkait point-point berikut: Analisa serta prospek dari emiten/saham tertentu, tentunya dari sudut pandang fundamental dan value investing, Pengetahuan umum tentang investasi saham, dunia keuangan, hingga ekonom

Mengenal Investor Saham Ritel Perorangan Dengan Aset Hampir Rp4 triliun

Gambar
Pada hari Rabu, 7 Februari 2024 kemarin, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., atau Bank BNI (BBNI) merilis laporan tahunan 2023, dimana disitu terdapat info menarik: Pada laporan komposisi 20 pemegang saham terbesar per tanggal 31 Desember 2023, maka pemegang saham terbesar ketiga di BBNI bukanlah fund asing ataupun perusahaan  asset management, melainkan hanya seorang investor retail individual asal Sidoarjo, Jawa Timur, dengan kepemilikan 678 juta lembar saham. Nah, lalu kenapa ini menarik? Karena ini nih: Ketika artikel ini ditulis, harga saham BBNI tercatat Rp5,750 per saham. Sehingga jika harga tersebut dikali 678 juta lembar, maka investor individual tadi memegang saham BBNI senilai.. Rp3.9 triliun! *** Ebook Investment Planning berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi terbaru  Q4 2023 sudah terbit, dan sudah bisa dipesan disini , gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio, langsung dengan penulis. *** Okay, lalu siapa nama lengkap dari investor tersebut? Dalam h

Ebook Investment Planning Kuartal IV 2023 - Sudah Terbit!

Gambar
Penulis (Teguh Hidayat) di acara Berkshire Hathaway Annual Meeting 2022 di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, yang dihadiri langsung oleh investor legendaris Warren Buffett. Dear investor, seperti biasa setiap kuartal alias tiga bulan sekali, penulis membuat Ebook Investment Planning (EIP, dengan format PDF) yang berisi kumpulan analisis fundamental  saham-saham pilihan , yang kali ini didasarkan pada laporan keuangan para emiten untuk periode  Kuartal IV 2023 . Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda (dan juga bagi penulis sendiri) untuk memilih saham yang bagus untuk trading jangka pendek, investasi jangka menengah, dan panjang.

Penjelasan Rugi GOTO Rp80 triliun dari Transaksinya Dengan TikTok

Gambar
Pada hari Rabu, 31 Januari 2024, PT GoTo Gojek Tokopedia, Tbk (GOTO) merilis keterbukaan informasi terkait penyelesaian transaksinya dengan TikTok, sekaligus informasi dampak dari transaksi tersebut terhadap kinerja laporan keuangan (LK) perusahaan. Dan yang mengejutkan adalah, GOTO melaporkan rugi Rp80.3 triliun, dimana jika transaksinya dengan TikTok dianggap sudah terjadi di tahun 2023 lalu, maka setelah ditambah rugi operasionalnya, total kerugian GOTO sampai dengan Q3 2023 kemarin mencapai Rp88 triliun! Untuk diketahui, itu adalah rekor kerugian terbesar sepanjang sejarah, yang pernah dicatat oleh perusahaan Tbk di Indonesia. *** Ebook Market Planning   edisi Februari 2024 yang berisi analisis IHSG, rekomendasi saham, info jual beli saham, dan update strategi investasi bulanan sudah terbit. Anda bisa  memperolehnya disini , gratis info jual beli saham, dan tanya jawab saham/konsultasi portofolio untuk member. *** Nah pertanyaannya, kenapa GOTO tetap berkolaborasi dengan TikTok j

Cara Profit Maksimal Dari Saham Gorengan?

Gambar
Apakah bapak punya minimal 2 - 3 pengalaman memegang saham yang terkenal punya reputasi manajemen GCG buruk, tapi tetap profit lumayan, atau malah cuan besar? Jika iya, apa tips-tips dari bapak untuk memegang saham yang demikian? Jawab: Pernah pak, tapi harus digaris bawahi bahwa pengalaman saya di saham demikian itu fifty-fifty, dalam artian pernah profit tapi pernah rugi juga, dan dengan perbandingan nilai profit dan rugi yang kurang lebih sama, sehingga hasil akhirnya nol besar. Untuk pengalaman profit, Oktober 2016 saya ada beli saham Bumi Resources (BUMI) di harga 170, dan dia kemudian naik sampai 500 sebelum kemudian turun lagi. Analisanya bisa baca disini:  https://www.teguhhidayat.com/2015/10/bumi-resources-analisa-restrukturisasi.html , dimana analisa itu ditulis tahun 2015, atau setahun sebelum saya sendiri akhirnya masuk ke BUMI. *** Ebook Investment Planning berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi terbaru  Q4 2023 akan terbit hari Senin, 12 Februari 2024, dan suda

Peluang dan Strategi Untuk Saham Astra International (ASII)

Gambar
Hingga Q3 2023 kemarin, PT Astra International, Tbk (ASII) melaporkan laba bersih Rp25.7 triliun, yang jika disetahunkan menjadi Rp35.3 triliun. Menariknya, tidak hanya angka laba tersebut masih tumbuh signifikan dibanding tahun 2022, tapi itu juga merupakan rekor laba bersih terbesar dalam sejarah perusahaan. Namun alih-alih naik, saham ASII sejak Juli 2023 lalu justru terus turun dari posisi 7,000 hingga terakhir tinggal 5,100, hingga valuasi sahamnya menjadi sangat rendah dengan PER 6.0 dan PBV hanya 1.1 kali, dimana terakhir kali saham ASII dihargai pada valuasi serendah itu adalah pada pertengahan tahun 2020 lalu, yakni ketika masih zaman awal-awal resesi pandemi Covid-19. Sedangkan kinerja perusahaan pada saat ini tentu saja sudah jauh lebih baik dibanding tahun 2020 tersebut, dengan laba bersih dua kali lipat lebih besar. *** Ebook Investment Planning berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi terbaru  Q4 2023 akan terbit hari Senin, 12 Februari 2024, dan sudah bisa dipesan

Seminar Tatap Muka Value Investing, Jakarta 20 Januari 2024

Gambar
Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan kelas tatap muka investasi saham dengan tema:  ‘Value Investing – Meraih Profit Konsisten Dalam Jangka Panjang’  di Jakarta , Sabtu 20 Januari 2024. Di seminar ini pada intinya kita akan belajar tentang pengertian investasi saham (dan apa bedanya dengan trading), konsep & pengertian value investing, cara menilai fundamental perusahaan, cara menghitung harga wajar saham, beberapa tips dan trik dalam berinvestasi, hingga cara menabung saham untuk simpanan jangka panjang. Berikut materi selengkapnya. Ilustrasi value investing

Cara Mengetahui Pilihan Saham Kita Sudah Benar Atau Belum

Gambar
Pak Teguh saya investor pemula, dan saya sudah banyak baca-baca tentang analisa fundamental, value investing dll baik itu dari tulisan bapak maupun sumber lain. Kemudian saya juga sudah mulai coba-coba menganalisa saham sendiri, jadi tidak lagi hanya mengikuti rekomendasi orang lain. Pertanyaannya pak, bagaimana cara kita mengetahui analisa saham yang kita buat masih keliru atau sudah benar? Karena kadang saya sudah mengerjakan analisa hingga memperoleh kesimpulan bahwa saham A bagus, tapi karena saya ragu-ragu maka saya tetap tidak beli sahamnya. Jika kemudian saham A itu naik maka saya menyesal karena tidak beli, tapi sebaliknya jika sahamnya turun maka saya merasa lega. Tapi entah itu sahamnya naik atau turun, saya tetap tidak dapat apa-apa. Mohon bantuannya pak. *** Live Webinar Value Investing , Sabtu 3 Februari 2024, pukul 08.00 – 10.00 WIB. Untuk mendaftar klik disini . *** Jawab: Sebagai investor pemula, apa yang bapak kerjakan sudah benar. Investor besar manapun tidak ada