Ebook Rekomendasi Saham edisi Desember, plus analisa window dressing dll sudah terbit! Dan anda bisa memperolehnya disini. Gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio saham untuk subscriber. Info telp/WA 0813-1482-2827 (Yanti).

Ibukota Pindah: Sektor Apa Saja yang Diuntungkan?

Ketika Pemerintah Kerajaan Inggris secara resmi mengakui kemerdekaan Amerika Serikat (AS) pada tahun 1783, maka ibukota AS adalah di New York, dimana di kota itulah George Washington dilantik sebagai Presiden Pertama AS, tahun 1789. Namun segera setelah dilantik, Presiden Washington langsung mengusulkan pemindahan ibukota ke arah selatan, agar lokasi ibukota tersebut berada ditengah-tengah wilayah negara AS yang baru berdiri, sehingga diharapkan bahwa pembangunan akan tersebar lebih merata. Sebelumnya perlu diketahui bahwa pada abad ke-18, wilayah AS hanyalah di kawasan pantai timur mulai dari Kota Boston di utara, hingga Kota Jacksonville di selatan (jadi kawasan pantai barat dimana di kemudian hari berkembang menjadi kota Los Angeles atau San Francisco, ketika itu belum menjadi bagian dari AS). Sedangkan lokasi New York adalah tidak jauh dari Boston, sehingga dianggap ‘terlalu ke utara’.

Inverted Yield Curve, dan Hubungannya Dengan Krisis Ekonomi

Menurut Investopedia, inverted yield curve, atau secara harfiah bermakna ‘kurva imbal hasil terbalik’, adalah kondisi dimana instrumen utang di Amerika Serikat, dalam hal ini US Treasury Bond (surat utang negara) dengan waktu jatuh tempo yang panjang memberikan hasil/bunga yang lebih kecil dibanding treasury bond jangka pendek. Disebut terbalik, karena normalnya obligasi jangka panjang (jatuh tempo diatas 10 tahun) memberikan bunga yang lebih besar dibanding obligasi jangka pendek (5 tahun atau kurang). Analoginya sama seperti kalau anda taruh deposito di bank, dimana semakin lama jangka waktu simpanannya, maka bunganya per tahun akan lebih besar.

Rekaman Video Investor Gathering w/ BEI Jawa Barat

Dear investor, pada hari Rabu, 14 Agustus 2019, penulis memenuhi undangan dari BEI Jawa Barat untuk mengisi acara investor gathering & seminar di Hotel Grand Tjokro, Kota Bandung, dimana kita membahas tentang prospek dari sejumlah emiten (totalnya ada 42 emiten, tapi penulis hanya bahas yang menurut penulis fundamentalnya bagus saja) yang dalam waktu dekat akan menyelenggarakan public expose. Dan Alhamdulillah, pesertanya penuh, dan acaranya juga berjalan lancar. Dan penulis sengaja merekam video acara kemarin untuk diposting di Youtube, agar anda juga bisa ikut memperoleh materi seminarnya. Okey, here we go, mulai dari Part 1 sampai terakhir Part 6:

Kemungkinan Resesi Global di Tahun 2020?

Dear investor, seperti yang disampaikan sebelumnya, Ebook Investment Planning (atau ‘Ebook Kuartalan’) edisi Kuartal II 2019 sudah terbit hari Jumat kemarin, 9 Agustus 2019, dan sudah bisa diperoleh di link berikut. Nah, kepada teman-teman yang mengambil ebooknya, penulis memberi kesempatan untuk mengajukan sejumlah pertanyaan dan konsultasi seputar investasi saham. Dan hingga hari Selasa, 13 Agustus ini, saya sudah menerima cukup banyak pertanyaan tersebut. Jadi untuk pertanyaan yang penulis anggap mewakili pertanyaan dari banyak investor, kita sajikan lagi disini plus jawabannya. Okay, here we go.

'If You Wait Until You Know Everything, It's Too Late!'

Salah satu cara untuk belajar dari value investor terbesar sepanjang masa, Warren Buffett (WB), adalah dengan menonton video seminar dan wawancaranya, dimana jumlahnya lumayan banyak sejak ia pertama kali masuk televisi sekitar tahun 1962 lalu. And thanks to Youtube, kita bisa menonton video tersebut setiap saat, kalau penulis sendiri biasanya di malam hari menjelang tidur. Nah, dari sekian banyak video, ada satu video wawancara yang menarik, yakni ketika WB pada tahun 2018 dimintai pendapat oleh reporter Wall Street Journal (WSJ) tentang krisis finansial di tahun 2008 di Amerika Serikat. Lebih jelasnya bisa dilihat pada link video berikut: