Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Live Webinar Value Investing, Sabtu 25 September 2021

Gambar
Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan seminar online (webinar) investasi saham dengan tema Value Investing – Investasi Saham u/ Tabungan Jangka Panjang . Kelas webinar ini merupakan lanjutan dari kelas seminar reguler dengan tema Value Investing basic & Advanced, dimana kita akan  diskusi dua arah & tanya jawab , serta me-review kembali materi yang sudah disampaikan di videonya. Jadi pada webinar ini, anda berkesempatan untuk mengajukan sejumlah pertanyaan terkait materi seminarnya untuk nantinya dijawab langsung oleh penulis sebagai pemateri. Selain itu anda juga bisa mengajukan pertanyaan, atau konsultasi terkait point-point berikut: Analisa serta prospek dari emiten/saham tertentu, tentunya dari sudut pandang fundamental dan value investing, Pengetahuan umum tentang investasi saham, dunia keuangan, hingga ekonomi, termasuk penjelasan lebih detail tentang istilah-istilah tertentu di dunia pasar modal, Prospek dan arah pa

Prospek Saham Indah Kiat Pulp & Paper (INKP)

Gambar
Hingga Kuartal II 2021, PT Indah Kiat Pulp & Paper, Tbk (INKP) membukukan laba bersih $283 juta, naik hampir 40% dibanding periode yang sama tahun 2020, dan mencerminkan ROE 12.5%. Kemudian yang menarik adalah valuasinya: Pada harga Rp7,400 per saham, PER-nya tercatat 4.9 kali, dan PBV 0.6 kali. Ditambah sahamnya cukup likuid, market cap besar (sekitar Rp40 trilyun), dan di masa lalu sahamnya pernah terbang sampai 20,000 ketika perusahaan memang membukukan kinerja yang sangat bagus di tahun 2018, maka praktis sahamnya sangat bisa dipertimbangkan secara value investing. Nah, tapi INKP ini sebenarnya perusahaan apa sih? *** Ebook Investment Planning   yang berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi  Kuartal II 2021 sudah terbit, dan sudah bisa dipesan disini . Gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio, langsung dengan penulis. *** Kalau dari bidang usahanya maka mungkin anda sudah mengetahui bahwa INKP ini adalah perusahaan kertas. Lebih spesifiknya, INKP adalah satu dari

Mengenal FOMO: Awal dari Saham ARB Berjilid-jilid

Gambar
Hingga ketika artikel ini ditulis, saham PT Bukalapak.com, Tbk (BUKA) berada di posisi 840, atau tidak jauh berbeda dari harga IPO-nya di 850. Sehingga terlepas dari kualitas fundamental perusahaannya, bagi investor yang membeli sahamnya ketika IPO maka mereka belum menderita kerugian yang besar. Tapi ceritanya berbeda dengan investor yang FOMO membeli saham BUKA ini pada harga 1,100, 1,200, hingga 1,300, yakni ketika sahamnya langsung ARA ( autoreject atas) pada hari perdagangan pertama dan keduanya, Agustus lalu: Para investor ini belum apa-apa langsung menderita rugi besar, dan kemungkinan sekarang ini mereka sedang kebingungan, apakah BUKA ini sebaiknya di- hold, atau cut loss saja? Dan seringkali, perasaan kebingungan ini lebih mengganggu secara psikologis/lebih bikin stress, ketimbang kerugiannya itu sendiri. *** Ebook Investment Planning   yang berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi  Kuartal II 2021 sudah terbit, dan sudah bisa dipesan disini . Gratis tanya jawab saha

Prospek Saham Bank BRI Menjelang, dan Pasca Right Issue

Gambar
Hingga Kuartal II 2021, Bank BRI (BBRI) melaporkan laba bersih Rp12.5 trilyun, naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp10.2 trilyun. Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelum pandemi (2019), dimana ketika itu BBRI mencatat laba Rp16.2 trilyun, maka secara agregat kinerja BBRI masih turun dalam dua tahun terakhir, dan penyebab utamanya sama seperti yang juga dialami oleh bank-bank lain: Tingginya rasio kredit macet yang disebabkan oleh belum pulihnya kondisi ekonomi, yang memaksa BBRI membukukan kenaikan signifikan atas cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN). Yup, pada Q1 2020 ini, angka CKPN tersebut mencapai Rp18.8 trilyun, naik dua kali lipat dibanding Q2 2020 sebesar Rp9.4 trilyun, imbas dari persentase kredit macet atau non performing loan  BBRI yang masih agak tinggi yakni 3.3% gross, dan 0.9% net . *** Ebook Investment Planning   yang berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi  Kuartal II 2021 sudah terbit, dan sudah bisa dipesan

Investor Saham Tidak Perlu Khawatir Tapering, Ini Alasannya

Gambar
Dalam beberapa waktu terakhir penulis banyak menerima pertanyaan tentang wacana tapering oleh bank sentral Amerika Serikat (Federal Reserve), dimana di banyak media itu disebut-sebut akan menurunkan harga saham/IHSG, melemahkan Rupiah, dan bahkan bisa bikin Indonesia krisis lagi. Jadi apakah sebaiknya sekarang kita jual semua pegangan saham lalu pegang cash dulu, tunggu sampai saham-saham turun baru kita belanja lagi? Dan penulis jawab, kalau saya sih tidak melakukan itu (jualan), melainkan kita tetap belanja lalu hold saham-saham bagus seperti biasa. Hanya memang pasar saham/IHSG itu sendiri mungkin belum akan naik dalam waktu dekat ini, tapi itu bukan karena masalah tapering itu tadi (selain karena taperingnya juga belum dilakukan dan juga belum menjadi rencana, melainkan masih sebatas wacana), tapi karena ekonomi Indonesia memang belum pulih sepertihalnya di Amerika . Lebih lengkapnya bisa ditonton di video berikut. Nah kalau menurut anda sendiri, bagaimana kita sebagai investor s

Sharing Pengalaman Kritis karena Covid, dan Pelajaran Sesudahnya

Gambar
Semuanya berawal ketika ibu mertua saya mengeluh pusing pada 11 Juli 2021, dimana setelah dibawah ke dokter, disarankan untuk tes PCR karena gejala beliau mirip covid-19. Dan ternyata hasilnya positif. Besoknya tanggal 12 Juli, kami sekeluarga ikut tes PCR, dan hasilnya saya dan istri juga positif, tapi yang lainnya termasuk kedua anak kami negatif. Maka jadilah saya, istri, dan ibu mertua isolasi mandiri di rumah saya di Cimahi, sedangkan anak-anak dititip di rumah saudara. Di rumah, istri bertugas merawat ibundanya, sedangkan saya bertugas menjaga mereka berdua. Sebelumnya perlu diketahui bahwa istri saya sudah divaksin dua kali, sedangkan saya dan ibu mertua belum divaksin (saya sendiri sebenarnya waktu itu sudah mau divaksin, tapi saya batalkan karena memilih menunggu ketersediaan vaksin Astra-Zeneca atau Moderna, karena katanya Sinovac belum diakui di Eropa dan Amerika). Namun seperti halnya istri, saya juga tidak merasakan gejala apapun kecuali tenggorokan terasa agak gatal saja.