Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Peluang Multibagger/Profit 100% Atau Lebih dari Saham Properti

Gambar
Kalau anda baca-baca di internet, banyak yang bilang bahwa nanti setelah selesai booming komoditas terutama batubara, maka saham-saham yang bakal terbang selanjutnya adalah dari sektor properti, dan penulis setuju dengan hal tersebut. Karena memang pasca booming saham-saham batubara pada tahun 2011 – 2012 lalu, maka yang naik selanjutnya adalah saham-saham sawit pada tahun 2012, dan terakhir saham-saham properti pada tahun 2012 – 2013, meski ada juga beberapa saham properti yang sudah mulai naik sejak tahun 2011-nya. Penjelasan mudahnya, karena kita merupakan eksportir terbesar di dunia untuk komoditas batubara dan sekaligus minyak sawit mentah alias  crude palm oil (CPO), maka ketika harga-harga komoditas naik tinggi maka nilai ekspor Indonesia juga ikut meroket, sehingga perekonomian nasional secara keseluruhan tumbuh signifikan. Pada tahun 2008 ketika dunia dilanda krisis global, produk domestik bruto (PDB) Indonesia tercatat $510 miliar. Lalu pada tahun 2011 ketika harga-harga komo

Dua Tahun Ini Saham Batubara Naik Semua, Kenapa Bumi Resources (BUMI) Disitu-situ Saja?

Gambar
Jadi ceritanya begini. Pada tahun 2011 lalu ketika harga batubara naik tinggi, saham BUMI juga naik sampai 3,600, sebelum kemudian turun dan mati di gocap. Tahun 2017 batubara booming sekali lagi, dan saham BUMI juga bangkit dan naik sampai 500. Nah, sebenarnya secara operasional, anak-anak usaha BUMI terus berkembang sejak tahun 2011 lalu hingga sekarang anak usaha terbesarnya, yakni PT Kaltim Prima Coal (KPC), sudah memproduksi lebih dari 100 juta ton batubara per tahun, yang merupakan angka produksi terbesar di Indonesia. Namun disisi lain kondisi keuangan BUMI terus memburuk terutama karena utang perusahaan yang kelewat besar. Pada tahun 2011, BUMI membukukan laba $215 juta, cukup besar berbanding ekuitasnya ketika itu $1.1 miliar. Tapi ketika setelah itu harga batubara turun maka perusahaan langsung merugi gila-gilaan terutama untuk bayar bunga utangnya, karena total kewajibannya sejak awal mencapai $6 - 7 miliar, dan sebagian diantaranya mengandung bunga sangat tinggi hingga 19%

Live Webinar Value Investing, Sabtu 2 Juli 2022

Gambar
Penulis ketika hadir di acara Berkshire Hathaway Annual Meeting 2022, pada tanggal 30 April 2022 di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, yang dihadiri langsung oleh investor legendaris Warren Buffett. Klik gambar untuk memperbesar Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan seminar online (webinar) investasi saham dengan tema Value Investing. Kelas webinar ini merupakan lanjutan dari kelas seminar reguler dengan tema Value Investing basic & Advanced, dimana kita akan  diskusi dua arah & tanya jawab , serta me-review kembali materi yang sudah disampaikan di videonya. Jadi pada webinar ini, anda berkesempatan untuk mengajukan sejumlah pertanyaan terkait materi seminarnya untuk nantinya dijawab langsung oleh penulis sebagai pemateri. Selain itu anda juga bisa mengajukan pertanyaan, atau konsultasi terkait point-point berikut: Analisa serta prospek dari emiten/saham tertentu, tentunya dari sudut pandang fundamental dan value investing, Pengetahuan umum

Informasi Isi Portofolio & Bukti Transaksi Jual Beli Saham Avere Investama Periode Januari – Mei 2022

Gambar
Minggu lalu pada artikel berjudul ‘Mencapai 1 miliar pertama itu berat, tapi setelah itu akan jauh lebih ringan’, dimana penulis menyampaikan bahwa kami menghasilkan profit +8.3% termasuk dividen di tahun 2020, profit +23.9% di tahun 2021, dan profit +52.3% di tahun 2022 hingga akhir bulan Mei, maka ada komentar, ‘Bisa tunjukkan transaksi jual beli sahamnya sebagai bukti bahwa benar bapak menghasilkan profit sekian persen?’ Nah, sebenarnya informasi soal saham-saham apa saja yang kami beli dan jual, beli/jualnya kapan dan berapa banyak, termasuk perubahan komposisi saham-saham yang kami pegang dari waktu ke waktu, itu sudah disampaikan secara sangat lengkap melalui program EMP , tapi memang program itu hanya bisa diakses oleh peserta terdaftar. Jadi biar saya publish sebagian diantaranya secara terbuka melalui postingan kali ini, and here we go. Jadi, setiap bulan sekuritas mengirim dokumen ‘statement account’ (dalam bentuk file PDF, dikirim ke email) yang berisi informasi komposisi

Mencapai 1 Miliar Pertama Itu Berat, Tapi Setelah Itu Akan Jauh Lebih Ringan

Gambar
Beberapa waktu lalu penulis nge- tweet sebagai berikut, ‘Sebagai investor saham, mencapai seratus juta pertama itu berat, dan mencapai satu miliar pertama itu lebih berat lagi! Tapi setelah itu maka kesananya akan jauh lebih ringan.’ Dan yang penulis maksud ‘seratus juta’ dan ‘satu miliar’ disini adalah nilai aset bersih kita di saham dalam Rupiah, yang terkumpul dari 1. Akumulasi profit dari dividen dan capital gain/ kenaikan harga saham baik itu yang sudah direalisasikan/sahamnya sudah dijual kembali atau belum, atau 2. Hasil kita nyetor dana lagi ke sekuritas, atau kombinasi keduanya. Dan seperti yang saya tebak, tweet itu menerima beragam tanggapan. Ada yang membacanya sebagai motivasi, tapi ada juga yang skeptis karena menganggap itu terlalu mengawang-awang. Karena memang jangankan satu miliar, seratus juta Rupiah sekalipun merupakan angka yang sangat besar bagi kebanyakan orang, dan tampak sangat sulit untuk bisa dicapai. Dan memang di twit-nya saya sudah jelas bilang, ‘Mencapa

Kapan Waktunya Profit Taking Dari Saham Batubara?

Gambar
Jika anda mengikuti blog ini sejak setidaknya satu atau dua tahun terakhir, maka posisi anda mungkin sama seperti kami di Avere Investama yang sudah sejak satu setengah tahun lalu membeli banyak saham-saham batubara, dan masih hold sampai sekarang sehingga posisinya sudah profit signifikan, seiring dengan kenaikan saham PT Bukit Asam, Tbk (PTBA) dkk. Namun demikian kita tahu bahwa batubara adalah sektor yang cyclical, jadi harga batubara yang sekarang ini sedang tinggi pada akhirnya nanti akan turun lagi, dan demikian pula saham-saham batubara akan ikut turun. Sehingga pertanyaannya, kapan sebaiknya kita jual alias profit taking dari saham-saham batubara? Karena kalau kita telat jualnya ketika saham-saham batubara kembali turun, maka nanti profitnya tidak maksimal dong? Tapi sebaliknya jika kita terlalu cepat jualnya padahal ITMG dkk masih lanjut naik, maka profitnya juga jadi tidak maksimal. Jadi sebaiknya gimana? Karena itulah pada video kali ini, saya akan sharing pengalaman kami

Ebook Investment Planning Kuartal I 2022 - Sudah Terbit!

Gambar
Dear investor, seperti biasa setiap kuartal alias tiga bulan sekali, penulis membuat Ebook Investment Planning (EIP, dengan format PDF) yang berisi kumpulan analisis fundamental  saham-saham pilihan , yang kali ini didasarkan pada laporan keuangan para emiten untuk periode  Kuartal I 2022 . Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda (dan juga bagi penulis sendiri) untuk memilih saham yang bagus untuk trading jangka pendek, investasi jangka menengah, dan panjang.

Pengaruh Larangan Ekspor CPO Terhadap Prospek Saham Perkebunan Kelapa Sawit

Gambar
Pada hari Kamis, 21 April 2022, Presiden Jokowi secara langsung mengumumkan bahwa Pemerintah resmi melarang ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), yang merupakan bahan baku utama minyak goreng, hingga batas waktu yang belum ditentukan. Tujuan larangan ini sangat jelas, yakni untuk menjaga ketersediaan CPO di dalam negeri, sehingga harga minyak goreng yang sempat naik sangat tinggi menjadi lebih terkendali. Nah, tapi bagaimana dampak larangan ini terhadap kinerja perusahaan sawit? Apakah itu artinya kinerja pendapatan dan PP London Sumatera (LSIP) dkk akan turun? *** Libur panjang, waktunya belajar investasi saham lagi! Khususnya dengan metode value investing, bisa mulai dari sini . Tersedia  diskon khusus lebaran bagi anda yang bergabung sebelum atau pada hari Minggu, 8 Mei 2022. Bonus: Alumni bisa mengikuti live webinar pada hari Sabtu, 14 Mei 2022, langsung dengan Teguh Hidayat, secara gratis. *** Sebelum menjawab pertanyaan diatas, pertama-tama kita telisik

Investasi Saham Itu Gampang Kalau Modalnya Besar? Ini Faktanya

Gambar
Beberapa waktu lalu penulis pernah baca tulisan di salah satu medsos, kurang lebih seperti ini, ‘Investasi saham itu mudah kalo modalnya gede. Misal modal 2 M, cuan 1% saja sudah 20 juta, sudah cukup buat sehari-hari.’ Nah, setelah baca kalimat tersebut secara sekilas saja maka penulis langsung ingin balas komentar, ‘Iya bener cuan 1% dapet 20 juta, tapi ya kalau loss 1% maka ruginya 20 juta juga kan? Dan itu bahkan belum termasuk fee buat sekuritas. Memangnya kamu sudah siap mental untuk rugi sebesar itu?’ *** Ebook Market Planning   edisi Mei 2022 yang berisi analisis IHSG, rekomendasi saham, info jual beli saham, dan update strategi investasi bulanan akan terbit tanggal 1 Mei mendatang. Anda bisa  memperolehnya disini , gratis info jual beli saham, dan tanya jawab saham/konsultasi portofolio untuk member. *** Tapi menariknya, setelah saya baca-baca lagi komentarnya, maka banyak yang mengiyakan kalimat diatas, bahwa investasi saham itu baru akan 'kerasa hasilnya' kalau moda