Ebook Kumpulan Analisis Saham Pilihan edisi Kuartal III 2018 sudah terbit! Anda bisa langsung memperolehnya disini.

Tertarik untuk membaca Koleksi Ebook Kuartalan sejak tahun 2011? Anda bisa membacanya disini.

Saham-Saham Yang Aman u/ Pensiun?

Ketika penulis lulus SMU, tahun 2003 lalu, ibu di rumah berpesan bahwa kalau bisa kamu masuk STPDN (yang sekarang berubah menjadi IPDN, atau Institut Pemerintahan Dalam Negeri), atau masuk STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara). Alasannya adalah, pertama, sekolah disitu katanya gratis, dan itu sangat menarik mengingat orang tua penulis ketika itu tidak cukup mampu untuk mengkuliahkan putra mereka ke universitas. Dan kedua, lulusan IPDN dan STAN juga dikatakan dijamin akan memperoleh pekerjaan sebagai abdi negara, alias PNS. Dan apa menariknya kalau kita jadi PNS? Well, dengan menjadi PNS maka kita otomatis menerima jaminan keamanan finansial, termasuk kita akan tetap menerima tunjangan dari negara, bahkan ketika nanti kita sudah tidak bekerja lagi, alias pensiun.

Certified Trainer: Zomi Wijaya

Indonesia Value Investing welcomes our new trainer and mentor, Zomi Wijaya! ‘Zomi is one of the most brilliant individuals in Indonesian stock market. His in depth knowledge and experience related to stock investing, especially value investing, will help many people to achieve their investment goals.’ -Teguh Hidayat-

Perusahaan Gas Negara

Hingga hari ini, Selasa, 21 Agustus, Perusahaan Gas Negara (PGAS) masih belum merilis laporan keuangan untuk Kuartal II 2018, namun kinerjanya di Kuartal I terbilang kurang bagus dimana labanya kembali turun dari US$ 98 menjadi 81 juta, dan ROE-nya masih tertahan di level 9.9%. Jika pada tahun 2018 ini laba PGAS kembali turun dibanding 2017, maka genap lima tahun sudah laba perusahaan turun terus, dan ini menjelaskan kenapa sahamnya, meski sempat gagah di level 6,000-an pada tahun 2014 lalu, sampai sekarang masih belum bangkit lagi.

Seminar Value Investing: Mempersiapkan Dana Pensiun, Jakarta, 1 Sept

Dear investor, sesuai request, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan kelas investasi saham dengan tema: ‘Value Investing: Preparing the Pension’. Pada kelas kali ini kita akan berdiskusi lebih spesifik lagi mengenai goal atau tujuan utama seorang investor, yakni untuk memiliki aset yang cukup besar hingga dari aset tersebut bisa dihasilkan dividend serta capital gain yang cukup untuk kebutuhan sehari-hari, dan alhasil kita tidak perlu bekerja lagi alias pensiun, atau menjadi full time investor yang punya lebih banyak waktu untuk keluarga, atau untuk melakukan apapun yang kita sukai. Berikut materi selengkapnya.

Ebook Investment Planning

Apa pekerjaan paling penting dalam berinvestasi di saham? Yep, jawabannya adalah menyusun perencanaan alias PLANNING, yang terdiri dari 1. Daftar saham pilihan yang akan dibeli, termasuk informasi prospek perusahaannya 2. Harga beli terbaik untuk saham-saham tersebut, dan 3. Strateginya baik itu untuk jangka pendek, menengah, dan panjang.

Daftar isi dari ebook edisi sebelumnya (Kuartal I 2018), lengkap beserta harga beli terbaik yang disarankan, rating/tingkat rekomendasi, strategi, dan tingkat risiko untuk tiap-tiap saham

Donasi Gempa Lombok

Dear investor, seperti yang kita ketahui, beberapa hari lalu Pulau Lombok diguncang gempa hingga 7.0 skala richter, yang disusul gempa-gempa yang lebih kecil hingga ratusan kali. Update terakhir menyebutkan bahwa korban jiwa mencapai 400 orang, sementara jumlah pengungsi juga mencapai 300 ribu orang. Mereka tentunya membutuhkan uluran tangan kita semua, baik itu kecil maupun besar.

Sumber ilustrasi: www.kitabisa.com

Krisis Turki, dan IHSG

Dalam sebulan terakhir, mata uang Negara Turki, Turkish Lira (TL), terjun bebas dari ₺4.8 ke ₺7.0 per US Dollar, atau drop lebih dari 30%, dan kejatuhan tersebut memperparah devaluasi TL yang sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir, dimana pada tahun 2014 lalu, TL masih berada di level ₺2.0 per USD. Atau dengan kata lain, mata uang Negara Turki telah kehilangan lebih dari dua per tiga nilainya hanya dalam empat tahun terakhir, dan ini otomatis menimbulkan pertanyaan: Apa yang terjadi? Apakah Turki sedang krisis atau semacamnya? Dan khususnya apa yang terjadi dalam sebulan terakhir hingga TL jatuh sangat cepat? Sebagai perbandingan, meskipun Indonesian Rupiah (IDR) juga cenderung melemah terhadap US Dollar, namun pada tahun 2014 lalu IDR berada di level Rp12,700, berbanding hari ini sekitar Rp14,500 per USD, yang artinya penurunannya total hanya 12% dalam empat tahun terakhir (tapi bahkan itupun sudah bikin kita khawatir, jadi bagaimana dengan Turki ini?)

Posisi real time Turkish Lira per hari Senin, 13 Agustus 2018, pukul 12.00 WIB, dimana TL sempat drop sampai ₺7.0 per USD, sebelum kemudian menguat sedikit ke ₺6.7 per USD. Sumber: www.tradingeconomics.com

Krakatau Steel

Krakatau Steel (KRAS) kembali melaporkan rugi US$ 16 juta di Kuartal II 2018, sehingga dari sini saja sahamnya sudah tidak layak invest, terutama karena dalam lima tahun terakhir, atau bahkan lebih lama lagi, KRAS selalu merugi. Hanya memang valuasi sahamnya yang sudah sangat murah, yakni PBV 0.3 kali, sementara perusahaannya sendiri punya segudang proyek pengembangan yang, kalau nanti sudah beroperasi, diperkirakan akan meningkatkan pendapatan KRAS secara signifikan, menyebabkan sahamnya mulai banyak dilirik investor. Jadi mungkin pertanyaannya sekarang simpel saja: Apakah KRAS akan menjadi The Next INDY? Atau justru malah menjadi The Next AISA?? Okay, kita langsung saja.