Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2022

Begini Dampaknya Jika Batas Auto Rejection Bawah (ARB) Menjadi 20 – 35% Per Hari

Gambar
Pada hari Rabu, 28 Desember 2022, beredar Surat Keputusan Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI), yang pada intinya berisi informasi perubahan jam perdagangan bursa dari sebelumnya 09.00 – 15.00 menjadi 09.00 – 16.00, dan aturan auto rejection bawah atau ARB, dari sebelumnya 7% menjadi 20 – 35% per hari. Lebih jelasnya bisa dilihat pada dua gambar berikut, klik gambar untuk memperbesar: However, masih di hari yang sama, muncul siaran pers yang membantah/mengkoreksi perubahan peraturan diatas, sehingga dengan demikian jam bursa masih tetap 09.00 – 15.00, dan batas ARB juga tetap 7% per hari. Penulis sendiri gak ngerti kenapa BEI seperti bingung begitu, tapi yang jelas topik ARB ini memang sangat menarik untuk dibahas. Karena bagi investor pemula angkatan corona yang baru masuk pasar pada bulan Maret 2020 atau lebih baru lagi, mereka tentunya belum pernah mengalami melihat saham turun sampai 35% hanya dalam sehari, karena peraturan batas ARB 7% memang baru berlaku pada bulan Maret 2020 ter

Alasan Kenapa Kita Jangan Beli Saham Gorengan

Gambar
Apakah Pak Teguh punya pengalaman memegang saham yang terkenal punya reputasi manajemen GCG buruk, atau saham gorengan yang banyak dipompom influencer (yang gampang ARA tapi gampang ARB juga), tapi tetap cuan lumayan, atau malah cuan besar? Jika punya, apa tips-tips dari bapak untuk memegang saham yang demikian? Pernah, tapi harus digaris bawahi bahwa pengalaman saya di saham demikian itu fifty-fifty, dalam artian pernah cuan tapi pernah rugi juga, dan dengan perbandingan nilai cuan dan rugi yang kurang lebih sama, sehingga hasil akhirnya adalah nol besar. Untuk pengalaman cuan, Oktober 2016 lalu saya ada beli saham Bumi Resources (BUMI) di harga 170, dan dia kemudian naik sampai 500 sebelum kemudian turun lagi. Analisanya bisa baca disini:  https://www.teguhhidayat.com/2015/10/bumi-resources-analisa-restrukturisasi.html , dimana analisa itu ditulis tahun 2015, atau setahun sebelum saya sendiri akhirnya masuk ke BUMI. Saya pernah pegang saham ini lho Sedangkan untuk pengalaman rugi,

IHSG Bisa Turun Sampai Berapa? Window Dressing Batal? Ini Jawabannya

Gambar
Pada tanggal 26 November 2022, pukul 16.21 WIB, penulis posting di Twitter sebagai berikut: ‘Ketika saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun, maka itu bikin PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk alias PT Telkom (TLKM) dan PT Astra International, Tbk (ASII) rugi sekian triliun. Akibatnya dua saham itu ikut turun sehingga bikin IHSG susah naik, dan imbasnya pasar saham jadi lesu/saham-saham lain secara umum juga susah naik. Ya beginilah jadinya kalau perusahaan rugi dipaksakan IPO.’ Ketika itu GOTO berada di posisi 185, turun signifikan dibanding puncaknya di 404 di bulan Juni. Sedangkan saham ASII pada waktu yang sama berada di posisi 6,175, TLKM 4,030, dan IHSG 7,044. Dan hingga hari Senin, 12 Desember kemarin, GOTO turun lebih lanjut ke 87, demikian pula saham ASII juga turun ke 5,675, TLKM 3,700, dan IHSG 6,734. Dan boleh anda cek, mayoritas saham-saham lainnya di BEI juga turun signifikan seiring dengan IHSG-nya yang sekarang sudah di 6,700-an, bukan lagi di 7,000-an. Sehingga ap

Seminar Tatap Muka Value Investing Advanced, Jakarta 15 Januari 2023

Gambar
Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan kelas tatap muka investasi saham dengan tema: ‘ Value Investing - Advanced Class ’, di Jakarta, hari Minggu 16 Januari 2022. Tidak seperti kelas seminar yang reguler, pada sesi kelas kali ini kita tidak lagi membahas cara membaca laporan keuangan, atau cara menghitung valuasi saham, melainkan lebih dalam lagi terkait strategi menghadapi koreksi pasar/resesi ekonomi, cara menemukan saham atau sektor yang bakal ‘naik panggung’, dst. Berikut materi selengkapnya:

Astra dan Telkom Kena Prank GOTO? Nasib Sahamnya Gimana?

Gambar
Dalam sebulan terakhir, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun dengan sangat cepat dari 224 hingga terakhir 115, dimana kalau anda baca-baca lagi ulasan sahamnya di blog ini (misalnya artikel ini , dan juga ini ), maka hal ini tidak mengejutkan. Karena memang kalau dari sudut pandang value investing/fundamental, GOTO sejak awal tidak layak investasi, sama sekali. Perusahaannya sendiri hingga Q3 2022 masih membukukan rugi bersih Rp20.3 triliun, membengkak dibanding rugi di periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp11.6 triliun. *** Ebook Market Planning   edisi Desember 2022 yang berisi analisis IHSG, rekomendasi saham, info jual beli saham, dan update strategi investasi bulanan sudah terbit. Anda bisa  memperolehnya disini , gratis info jual beli saham, dan tanya jawab saham/konsultasi portofolio untuk member. *** Nah, tapi yang mungkin jadi perhatian investor sekarang adalah penurunan saham PT Astra International, Tbk (ASII), dan juga PT Telekomunikasi Indonesia Tbk alias