Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2024

Saham Perbankan Ini Masih Murah, dan Ada Dipegang Oleh Konglomerat

Gambar
Pada ulasan minggu lalu, kita sudah membahas sedikit tentang Winarno Tjajadi, seorang konglomerat pemilik perusahaan perkebunan kelapa sawit yang juga menjadi pemegang saham di Bank BNI, Tbk (BBNI), dengan nilai kepemilikan mencapai hampir Rp4 triliun. Nah, tapi tahukah anda bahwa Bapak Winaro bukanlah satu-satunya crazy rich yang berinvestasi secara pasif di saham perusahaan Tbk., melainkan masih ada banyak lagi yang lainnya? *** Ebook Investment Planning berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi terbaru  Q4 2023 sudah terbit, dan sudah bisa dipesan disini , gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio, langsung dengan penulis. *** Yup, salah satunya adalah Hermanto Tanoko , pemilik Grup Tancorp yang membawahi banyak anak usaha seperti Cat Avian, Depo Bangunan, Air Minum Cleo, dst, dimana Bapak Hermanto diketahui memegang saham PT Bank Danamon, Tbk (BDMN), tepatnya sebanyak 4.6 juta lembar pada tanggal 31 Desember 2022, yang jika dikali harga sahamnya saat ini yakni Rp2,840,

Live Webinar Value Investing, Sabtu 9 Maret 2024

Gambar
Penulis (Teguh Hidayat) di acara Berkshire Hathaway Annual Meeting 2022 di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, yang dihadiri langsung oleh investor legendaris Warren Buffett. Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan seminar online (webinar) investasi saham dengan tema Value Investing. Kelas webinar ini merupakan lanjutan dari kelas seminar reguler dengan tema Value Investing basic & Advanced, dimana kita akan  diskusi dua arah & tanya jawab , serta me-review kembali materi yang sudah disampaikan di videonya. Jadi pada webinar ini, anda berkesempatan untuk mengajukan sejumlah pertanyaan terkait materi seminarnya untuk nantinya dijawab langsung oleh penulis sebagai pemateri. Selain itu anda juga bisa mengajukan pertanyaan, atau konsultasi terkait point-point berikut: Analisa serta prospek dari emiten/saham tertentu, tentunya dari sudut pandang fundamental dan value investing, Pengetahuan umum tentang investasi saham, dunia keuangan, hingga ekonom

Mengenal Investor Saham Ritel Perorangan Dengan Aset Hampir Rp4 triliun

Gambar
Pada hari Rabu, 7 Februari 2024 kemarin, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., atau Bank BNI (BBNI) merilis laporan tahunan 2023, dimana disitu terdapat info menarik: Pada laporan komposisi 20 pemegang saham terbesar per tanggal 31 Desember 2023, maka pemegang saham terbesar ketiga di BBNI bukanlah fund asing ataupun perusahaan  asset management, melainkan hanya seorang investor retail individual asal Sidoarjo, Jawa Timur, dengan kepemilikan 678 juta lembar saham. Nah, lalu kenapa ini menarik? Karena ini nih: Ketika artikel ini ditulis, harga saham BBNI tercatat Rp5,750 per saham. Sehingga jika harga tersebut dikali 678 juta lembar, maka investor individual tadi memegang saham BBNI senilai.. Rp3.9 triliun! *** Ebook Investment Planning berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi terbaru  Q4 2023 sudah terbit, dan sudah bisa dipesan disini , gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio, langsung dengan penulis. *** Okay, lalu siapa nama lengkap dari investor tersebut? Dalam h

Ebook Investment Planning Kuartal IV 2023 - Sudah Terbit!

Gambar
Penulis (Teguh Hidayat) di acara Berkshire Hathaway Annual Meeting 2022 di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat, yang dihadiri langsung oleh investor legendaris Warren Buffett. Dear investor, seperti biasa setiap kuartal alias tiga bulan sekali, penulis membuat Ebook Investment Planning (EIP, dengan format PDF) yang berisi kumpulan analisis fundamental  saham-saham pilihan , yang kali ini didasarkan pada laporan keuangan para emiten untuk periode  Kuartal IV 2023 . Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda (dan juga bagi penulis sendiri) untuk memilih saham yang bagus untuk trading jangka pendek, investasi jangka menengah, dan panjang.

Penjelasan Rugi GOTO Rp80 triliun dari Transaksinya Dengan TikTok

Gambar
Pada hari Rabu, 31 Januari 2024, PT GoTo Gojek Tokopedia, Tbk (GOTO) merilis keterbukaan informasi terkait penyelesaian transaksinya dengan TikTok, sekaligus informasi dampak dari transaksi tersebut terhadap kinerja laporan keuangan (LK) perusahaan. Dan yang mengejutkan adalah, GOTO melaporkan rugi Rp80.3 triliun, dimana jika transaksinya dengan TikTok dianggap sudah terjadi di tahun 2023 lalu, maka setelah ditambah rugi operasionalnya, total kerugian GOTO sampai dengan Q3 2023 kemarin mencapai Rp88 triliun! Untuk diketahui, itu adalah rekor kerugian terbesar sepanjang sejarah, yang pernah dicatat oleh perusahaan Tbk di Indonesia. *** Ebook Market Planning   edisi Februari 2024 yang berisi analisis IHSG, rekomendasi saham, info jual beli saham, dan update strategi investasi bulanan sudah terbit. Anda bisa  memperolehnya disini , gratis info jual beli saham, dan tanya jawab saham/konsultasi portofolio untuk member. *** Nah pertanyaannya, kenapa GOTO tetap berkolaborasi dengan TikTok j