Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2021

Membedah Peran BPJS Ketenagakerjaan Sebagai ‘Market Maker’ di Pasar Saham

Gambar
Pada zaman Dinasti Han di China, tepatnya pada masa pemerintahan Kaisar Wu di abad ke-2 sebelum Masehi, Pemerintah Dinasti Han membutuhkan dana besar untuk ekspedisi militer melawan suku Xiongnu (Mongol) di Utara. Kemudian pada zaman itu, garam dan besi merupakan dua dari sejumlah komoditas utama yang dibutuhkan masyarakat banyak, yang harganya sangat fluktuatif/mudah naik dan turun karena supply dan demand- nya sering berubah-ubah. Misalnya pada masa panen raya dimana petani menggunakan hasil buminya untuk membeli ikan, daging, sayur, dan bahan makanan lainnya, maka kebutuhan garam untuk mengawetkan ikan dll meningkat signifikan, dan alhasil harganya naik, sebelum beberapa waktu kemudian turun lagi ketika panen raya berakhir. *** Ebook Investment Planning   yang berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi  Kuartal I 2021  sudah terbit! Anda bisa  memperolehnya disini , tersedia diskon selama IHSG masih dibawah 6,200, dan gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio, langsung

Rahasia Profit Milyaran di Saham dengan Metode ‘Compounding Interest’

Gambar
Warren Buffett dalam banyak tulisan di annual letter- nya sering menjelaskan tentang bagaimana powerful- nya konsep compounding interest, atau Bahasa Indonesianya bunga berbunga/bunga majemuk, dimana dalam hubungannya dengan investasi saham, maka kata ‘bunga’ disini diganti ‘profit’ (profit berprofit, alias profit yang menghasilkan profit lagi). Konsep ini pada intinya menunjukkan bahwa profit yang kita hasilkan di saham, jika diinvestasikan lagi secara terus menerus, maka hasilnya akan luar biasa besar setelah jangka waktu tertentu, tak peduli meski profit itu tampak kecil pada awalnya. Dan tidak hanya Buffett, ilmuwan terkemuka Albert Einstein juga pernah menyebut compounding interest sebagai 8 th wonder of the world. *** Ebook Market Planning   edisi Juni 2021 yang berisi analisis IHSG, rekomendasi saham, dan update strategi investasi bulanan sudah terbit! Anda bisa  memperolehnya disini . gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio untuk member. *** However, dari pengalaman men

Live Webinar Value Investing, Sabtu 10 Juli 2021

Gambar
Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan seminar online (webinar) investasi saham dengan tema Value Investing – Investasi Saham u/ Tabungan Jangka Panjang . Kelas webinar ini merupakan lanjutan dari kelas seminar reguler dengan tema Value Investing basic & Advanced, dimana kita akan  diskusi dua arah & tanya jawab , serta me-review kembali materi yang sudah disampaikan di videonya. Jadi pada webinar ini, anda berkesempatan untuk mengajukan sejumlah pertanyaan terkait materi seminarnya untuk nantinya dijawab langsung oleh penulis sebagai pemateri. Selain itu anda juga bisa mengajukan pertanyaan, atau konsultasi terkait point-point berikut: Analisa serta prospek dari emiten/saham tertentu, tentunya dari sudut pandang fundamental dan value investing, Pengetahuan umum tentang investasi saham, dunia keuangan, hingga ekonomi, termasuk penjelasan lebih detail tentang istilah-istilah tertentu di dunia pasar modal, Prospek dan arah pa

Kalau Saham Belum Dijual, Berarti Belum Rugi?

Gambar
Dalam berinvestasi saham, ada banyak mitos yang diketahui oleh pemula, dimana benar atau tidaknya mitos tersebut biasanya baru akan diketahui beberapa waktu kemudian seiring dengan bertambahnya pengalaman. Salah satu mitos tersebut adalah, ketika kita beli saham lalu saham itu naik, maka selama sahamnya belum dijual kembali, kita belum benar-benar profit. Sebaliknya ketika kita beli saham lalu saham itu turun, maka selama sahamnya belum dijual kembali, kita belum benar-benar rugi. *** Ebook Investment Planning   yang berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi  Kuartal I 2021  sudah terbit! Anda bisa  memperolehnya disini , tersedia diskon selama IHSG masih dibawah 6,200, dan gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio, langsung dengan penulis. *** Karena pemahaman tersebut, maka ketika saham yang kita beli naik barang 2 – 3% saja, kita sering buru-buru menjualnya agar profitnya terealisasi, selain karena khawatir besok-besok saham itu akan turun lagi. Sebaliknya ketika s