Ebook Kumpulan Analisis Saham Pilihan edisi Kuartal III 2018 sudah terbit! Anda bisa langsung memperolehnya disini.

Tertarik untuk membaca Koleksi Ebook Kuartalan sejak tahun 2011? Anda bisa membacanya disini.

Nippon Indosari Corpindo (ROTI)

Penulis pertama kali membahas Nippon Indosari Corpindo (ROTI) pada Agustus 2015 (3 tahun lalu, baca lagi ulasan lengkapnya disini), ketika itu dengan kesimpulan bahwa emitennya masuk kategori wonderful company yang cocok untuk investasi jangka panjang, dan sahamnya pada harga 1,085, yang ketika itu mencerminkan PER 22.3 dan PBV 5.2 kali terbilang murah untuk ukuran saham consumer goods dengan intangiable asset berupa merk ‘Sari Roti’ yang sangat terkenal. Dan memang, ROTI kemudian naik banyak hingga sempat tembus 1,700 pada September 2016, atau mencetak profit 60% dalam waktu setahun lebih sedikit (belum termasuk dividen), dan sahamnya juga rutin menjadi salah satu dari 30 saham pilihan yang dibahas di ebook kuartalan.

Bank BTPN Syariah (BTPS)

Sejak dulu, kalau kita hendak investasi jangka panjang di Bursa Saham Indonesia untuk simpanan pensiun atau tujuan lainnya, maka pilihan sektornya hanya ada dua: Consumer goods dan perbankan. However, bagi anda pemilik rekening syariah maka anda tentunya gak bisa membeli saham-saham perbankan, sehingga pilihannya terbatas pada saham consumer saja. Pilihan lainnya adalah saham bank syariah, namun seperti yang sudah disampaikan di artikel ini, kinerja fundamental bank syariah umumnya tidak sebagus kinerja bank konvensional. Beruntung, untuk Bank BTPN Syariah (BTPS), kalau berdasarkan kinerjanya di Kuartal III 2018 yang terbilang sangat baik, maka sahamnya mungkin bisa anda pertimbangkan. Okay, kita langsung saja.

Ebook Investment Planning - Kuartal III 2018

Dear investor, seperti biasa setiap kuartal alias tiga bulan sekali, penulis membuat buku elektronik (ebook, format PDF) yang berisi kumpulan analisis fundamental saham-saham pilihan, yang kali ini didasarkan pada laporan keuangan para emiten untuk periode Kuartal III 2018. Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda (dan juga bagi penulis sendiri) untuk memilih saham yang bagus untuk trading jangka pendek, investasi jangka menengah, dan panjang.

Geliat Investor Muda di Pasar Saham Indonesia

Ada yang menarik ketika penulis memenuhi undangan BEI Kantor Perwakilan Kalimantan Selatan untuk mengisi sharing session (talkshow berbagi pengalaman dan tanya jawab seputar investasi saham) di Banjarmasin, Sabtu 13 Oktober kemarin: Dari 150-an peserta yang hadir, hampir semuanya merupakan mahasiswa atau karyawan berusia 20-an atau 30-an, dan hanya sedikit yang berusia diatas 40-an. Dan ini sangat berbeda dibanding ketika penulis terakhir kali mengisi acara seperti ini sebelumnya, dimana pesertanya rata-rata sudah senior secara usia. Tidak hanya para peserta talkshow, tapi para karyawan BEI Kalsel itu sendiri rata-rata masih berusia 20-an, bahkan ada yang masih fresh graduate.

Prospek IPO Duck King

Kalau penulis menyebut nama PT Jaya Bersama Indo, mungkin anda tidak tahu itu perusahaan apa. Tapi kalau kita sebut Restoran Duck King, maka kemungkinan anda ‘ngeh nama tersebut, apalagi jika anda adalah pecinta kuliner seperti penulis. Yup, Restoran Duck King adalah jaringan rumah makan spesialis menu oriental yang cukup populer di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Surabaya, karena mereka memiliki gerai di banyak mall-mall besar di kota-kota tersebut. Dan kenapa mereka bisa punya banyak gerai sekaligus? Ya karena memang makanan disitu enak, sehingga pelanggan setianya ada banyak. Penulis sendiri bisa katakan bahwa, sebagai penyuka dimsum dan nasi hainan, saya sudah mencoba hampir semua restoran chinese di mall-mall di Jakarta, tapi hanya di Duck King yang saya kemudian jadi langganan.

Surya Toto Indonesia (TOTO)

Saham PT Surya Toto Indonesia, Tbk (TOTO) mungkin tidak termasuk saham yang diminati oleh para pelaku pasar karena likuiditasnya yang seret, namun nama perusahaan terbilang populer sebagai produsen barang-barang sanitary seperti toilet, bak kamar mandi, wastafel, dan semacamnya, sementara merk ‘Toto’ sendiri sudah seperti jaminan mutu untuk produk-produk yang berhubungan dengan kamar kecil. Perusahaan dengan intangiable asset berupa strong power of brand seperti TOTO ini biasanya cocok untuk investasi jangka panjang. Jadi ketika dalam tiga tahun terakhir sahamnya malah terus saja turun dari 700-an hingga Agustus 2018 kemarin mentok di 264, maka penulis jadi penasaran: Apa yang salah?