Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2016

Pengumuman: TeguhHidayat.com tetap online/admin kami tetap aktif selama libur lebaran, sehingga semua email dan pesan whatsapp yang masuk akan segera dibalas seperti biasa.

Bank CIMB Niaga

Gambar
Bank CIMB Niaga (BNGA) pertama kali mencuri perhatian penulis pada awal tahun 2015 ketika sahamnya turun dari 1,400-an ke 900-an, ketika itu karena perusahaan melaporkan laba bersih Rp2.3 trilyun pada tahun 2014, atau jeblok hampir separuh dibanding tahun sebelumnya, karena melonjaknya beban cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN). However, pada harga 900, PBV BNGA sudah dibawah 1 kali, dan itu sangatlah murah mengingat BNGA bukanlah bank kecil abal-abal gak jelas, melainkan salah satu dari sepuluh bank terbesar di tanah air, dan juga dengan merk bank yang cukup populer.

Jasa Marga Menjelang Right Issue: Peluang!

Gambar
Jasa Marga (JSMR) melaporkan laba bersih Rp926 milyar pada Semester Pertama 2016, atau tumbuh 44% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sehingga dengan demikian JSMR menjadi satu dari sedikit perusahaan besar di BEI yang masih membukukan kinerja yang tumbuh positif pada tahun 2016 sejauh ini. Tapi kenapa kok sahamnya malah turun?

Mengapa Saya Panik?

Gambar
Pernahkah anda mengendarai motor/mobil tapi lupa bawa SIM? Well, penulis pernah. Beberapa waktu lalu saya naik motor dengan santai dari rumah di Selatan menuju daerah Pluit. Tapi sorenya sebelum pulang ke rumah, pas buka dompet untuk bayar sesuatu, penulis baru sadar nggak bawa SIM C, karena waktu di rumah lupa menukarnya dengan SIM A (karena di dompet udah banyak banget kartu, penulis terbiasa hanya bawa salah satu SIM, kalau nggak SIM A ya C. Kalau naiknya busway maka gak bawa SIM sama sekali). Dan ketika itulah, penulis mulai khawatir: Gimana kalau dalam perjalanan pulang nanti ketemu razia pulisi? Karena, you know, ngurus tilang ke pengadilan itu kadang lebih ribet ketimbang ke kantor pajak, apalagi disana banyak setannya (baca: calo).

BEI Menghapus Batas Bawah 10%?

Gambar
Semingguan ini ramai pemberitaan bahwa Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kembali menetapkan auto rejection (AR) simetris, dari yang saat ini asimetris. Pemberitaan tersebut muncul setelah Direktur Pengawasan Transaksi BEI, Hamdi Hassyarbaini, pada tanggal 30 Agustus menyatakan kepada wartawan bahwa pasar saham Indonesia sekarang ini sudah stabil dimana IHSG telah naik signifikan, sehingga peraturan AR asimetris sudah tidak diperlukan lagi. Nah, mungkin anda bertanya-tanya, apa itu AR simetris? Apa itu AR asimetris?