Ebook Kumpulan 30 Saham Pilihan edisi Kuartal IV 2019 sudah terbit! Dan anda bisa memperolehnya disini. Gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio saham untuk subscriber.

Strategi Crisis Protocol Ketika Bursa Anjlok, Part 4

Berikutnya, ketika krisis terjadi, maka siapapun akan rugi, dan itu normal, sehingga kita harus bisa melihat jauh kedepan. Ini juga mungkin sulit dipahami oleh temen-temen pemula, karena bukannya kalau investor saham yang masih pegang cash justru akan untung besar karena bisa belanja saham-saham bagus pada harga super diskon? Nah, dalam hal ini kita perlu sepakati dulu definisi ‘krisis’ disini: Kalau IHSG hanya turun 10 – 20% dari puncaknya, dan itu karena ada sentimen negatif sesaat yang tidak berdampak pada ekonomi, atau memang karena pasar sudah naik tinggi sebelumnya, maka itu bukan krisis, melainkan hanya koreksi pasar biasa yang cukup sering terjadi, biasanya antara 1 atau 2 tahun sekali. Dan pada kondisi ini, betul bahwa investor yang pegang cash akan cuan besar.

Strategi Crisis Protocol Ketika Bursa Anjlok, Part 3

Okay, sekarang kita ke bagian crisis protocol ketika krisis itu terjadi. Dan penulis sebelumnya mohon maaf karena baru posting tulisannya sekarang, karena memang sengaja saya posting pas weekend agar anda bisa konsen bacanya tanpa sedikit-sedikit ngeliat naik turunnya harga saham. Sebab dalam semingguan terakhir ini kita berada dalam kondisi yang terakhir kali terjadi Oktober 2008 lalu, atau sebulan setelah Lehman Brothers dinyatakan bangkrut, dimana saham-saham terus mengalami autoreject bawah (ARB), nyaris setiap hari.

Strategi 'Crisis Protocol', Ketika Bursa Saham Anjlok, Part 2

Okay, lanjut, berikutnya soal utang. Bagi anda yang sudah membaca blog ini sejak lama, anda mungkin hafal kalau penulis sangat anti utang, tidak hanya di saham tapi juga di kehidupan sehari-hari, dan penulis juga rajin mengingatkan ke temen-temen investor agar jangan pernah beli saham pakai margin. Salah satunya melalui tulisan ini, yang diposting pada April 2018 lalu.

Strategi ‘Crisis Protocol’, Ketika Bursa Saham Anjlok

Menurut Cambridge English Dictionary, crisis, atau krisis, adalah periode dimana terjadi kesulitan, masalah, dan/atau bahaya besar. Krisis adalah juga periode dimana seseorang atau suatu organisasi harus segera membuat keputusan yang bisa jadi sangat penting/krusial. Sebab, periode krisis adalah periode yang bisa jadi merupakan titik balik (turning point) dari suatu kondisi dan situasi yang sudah terjadi selama beberapa waktu sebelumnya.

Proyeksi IHSG dan Ekonomi Nasional, Pasca Indonesia Positif Coronavirus

Dua hari lalu, tanggal 2 Maret 2020 sekitar pukul 11.00 WIB, Pemerintah melalui Presiden langsung mengumumkan bahwa terdapat dua pasien positif Covid-19/Coronavirus di Indonesia, yang ketika itu sudah dirawat dan diisolasi di RS Dr. Sulianti Saroso, Jakarta Utara. Dengan demikian Indonesia resmi bergabung dengan negara-negara lainnya yang juga sudah terpapar covid, dan pasar langsung merespon dimana IHSG yang pada sesi 1 sempat naik, memasuki sesi 2 berbalik turun dan akhirnya ditutup turun 1.6% pada tanggal 2 Maret tersebut. However, pada tulisan dua hari lalu, penulis katakan bahwa kabar Indonesia sudah terpapar covid itu justru akan berdampak positif terhadap pasar. Maksudnya bagaimana?

Anjloknya Dow Jones, Wabah Coronavirus, dan Dampaknya Terhadap IHSG

Minggu lalu, tepatnya hari Senin 20 Februari, Pemerintah Korea Selatan mengumumkan keadaan darurat setelah warganya yang positif Covid-19 bertambah dua kali lipat, dari 51 menjadi 104 pasien, hanya dalam semalam. Ini adalah kali pertama sebuah negara, diluar China, memberlakukan keadaan darurat terkait merebaknya kasus Covid-19/Coronavirus. Hanya selang tiga hari kemudian, giliran Pemerintah Italia menghentikan festival di Venice, membatalkan banyak kegiatan termasuk sejumlah pertandingan sepakbola Serie A, hingga memerintahkan warga di sejumlah kota untuk tidak keluar rumah, setelah ditemukan lebih dari seratus kasus Covid, tiga pasien diantaranya meninggal dunia.