Laporan Kinerja Investasi 2021

Dear investor, mulai awal tahun 2020 lalu, penulis mulai melacak kinerja porfotolio Avere Investama dengan metode ‘rekening cermin’, yang penjelasannya bisa dibaca disini. Dan untuk tahun 2020 tersebut, kami membukukan kinerja +8.3% termasuk dividen, berbanding kinerja IHSG -5.1%. Sedangkan untuk tahun 2021, kami membukukan kinerja +23.9% termasuk dividen, berbanding IHSG +10.1%. Sehingga secara kumulatif selama dua tahun terakhir (2020 dan 2021), kami membukukan profit +34.2% termasuk dividen, berbanding IHSG +4.5%.

Berikut adalah perkembangan kinerja portofolio dari bulan ke bulan, sepanjang tahun 2021. Klik gambar untuk memperbesar:

Jika dibuat dalam persentase gain/loss dihitung dari awal tahun, maka hasilnya sebagai berikut:

Catatan:

  1. Kinerja Avere termasuk dividen, sedangkan kinerja IHSG tidak termasuk dividen. Kami tidak menemukan data kinerja IHSG termasuk dividen, jadi kami gunakan data yang ada saja.
  2. Kinerja diatas dicatat tiap akhir bulan.
  3. Nilai/posisi porto pada awal tahun 2021 adalah Rp1,073,225,774, dan ditutup pada akhir tahun di posisi Rp1,329,855,851.
  4. Kinerja porto terburuk (dihitung sejak awal tahun) terjadi pada akhir Januari 2021 yakni -1.4%. Sedangkan kinerja porto terbaik terjadi pada pertengahan November yakni +32.0%.
  5. Sepanjang 12 bulan, 11 bulan diantaranya kami sukses mencatat kinerja outperform IHSG, dan hanya 1 bulan (Februari) kinerja kami underperform IHSG.
  6. Total dividen yang diterima berkontribusi +1.1% terhadap kinerja portofolio secara keseluruhan.
  7. Hasil akhir: Kami beat the market dengan margin +13.8%, atau +12.7% jika dividen tidak dihitung.

Untuk tahun 2022, kami menggunakan nilai awal portofolio Rp1,329,855,851. Untuk ikut melacak kinerja kami di tahun 2022, serta melihat saham-saham apa saja yang kami beli, hold, dan jual, maka bisa bergabung dengan layanan Ebook Market Planning pada link berikut.

Cimahi, 31 Desember 2021
Teguh Hidayat

ARTIKEL PILIHAN

Live Webinar Value Investing, Sabtu 26 November 2022

Ebook Investment Planning Kuartal III 2022 - Sudah Terbit

Intiland Development (DILD): Saham Properti Calon Multibagger?

Indonesia TIDAK Akan Resesi Tahun 2023, Ini Alasannya

Cara Menemukan Saham yang Berpotensi Naik 100% atau Lebih, dalam Waktu 1 Tahun atau Kurang

Prospek Saham Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST)

Mencapai 1 Miliar Pertama Itu Berat, Tapi Setelah Itu Akan Jauh Lebih Ringan