Buletin Analisis IHSG & Rekomendasi Saham Bulanan edisi Juli 2016 akan terbit tanggal 1 Juli mendatang. Anda bisa memperolehnya disini.

Antara 'Brexit' dan IHSG

Salah satu hot news yang beredar di market sekarang ini adalah terkait ‘Brexit’, yang merupakan kependekan dari ‘British Exit’, dan itu merujuk pada referendum di Inggris pada tanggal 23 Juni nanti (dua hari lagi), dimana rakyat Britania Raya alias United Kingdom (UK) akan memilih, apakah mereka tetap akan masuk keanggotaan Uni Eropa, atau keluar. Problemnya, salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Uni Eropa itu justru UK. Sehingga jika Inggris keluar dari Uni Eropa maka itu adalah seperti Lionel Messi keluar dari FC Barcelona: Itu nyaris tidak mungkin terjadi, tapi jika itu sampai terjadi maka bakal gawat jadinya.

Agung Podomoro Land, dan Kasus Reklamasi

Pada tanggal 1 April lalu, Direktur Utama Agung Podomoro Land (APLN), Ariesman Widjaja, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus reklamasi Teluk Jakarta. Selanjutnya mudah ditebak: Pada hari Senin-nya, tanggal 4 April, saham APLN langsung AR kiri dari posisi 300 ke 270, dan lanjut turun hingga mentok di 232 pada pertengahan Mei lalu. Namun belakangan APLN perlahan tapi pasti mulai pulih kembali, dan ketika artikel ini ditulis dia sudah berada di posisi 248, dimana secara teknikal tampak bahwa dia akan lanjut naik, sementara disisi lain PBV-nya di harga sekarang cuma 0.7 kali. An opportunity?

Pentingnya Visi Seorang Investor, Part 2

Okay, itu satu. Yang kedua, kemampuan untuk melihat jauh kedepan akan sangat berguna ketika kita menerapkan metode value investing itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, pekerjaan seorang value investor sangatlah sederhana: Cari saham bagus dan murah, lalu beli, lalu tunggu sampai dia naik sendiri. Sementara jika anda tidak menemukan saham yang memenuhi dua kriteria tersebut (bagus dan murah, karena kadang-kadang kita berada dalam situasi pasar dimana saham-saham bagus udah pada mahal semua), maka anda harus tunggu diluar, alias pegang cash.

Pentingnya Visi Seorang Investor

Tahun 2005, penulis yang ketika itu masih kuliah tingkat tiga di kampus Jurusan Statistika, Unpad Jatinangor, diajak oleh teman satu angkatan di kampus, Ivan namanya, untuk bergabung dengan organisasi Himpunan Mahasiswa Statistika (Himasta) Unpad. Sebelumnya Ivan ini terpilih sebagai wakil ketua Himasta tersebut, dan ia sedang mencoba membangun timnya dengan merekrut beberapa mahasiswa lainnya, termasuk penulis, untuk juga masuk ke Himpunan. Ketika itu penulis hanya bertanya, ‘Gue ntar ngapain di Himasta? Gue gak begitu suka ber-organisasi’.

Seminar Value Investing, Jakarta, 18 Juni 2016

Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan training/seminar/workshop investasi saham dengan tema‘Value Investing – Buy at Lowest Price, Sell at Highest’, di Jakarta. Acara ini juga merupakan kesempatan untuk gathering bagi teman-teman sesama investor saham asal Kota Jakarta dan sekitarnya, sambil buka puasa bersama. Dan berikut keterangan selengkapnya:

Pergerakan Saham-Saham BUMN: What Happen?

Pada jaman dahulu kala, pada masa-masa kegelapan ketika IHSG bisa terbang atau sebaliknya nyungsep hingga 5 – 7% dalam sehari, dan hampir semua orang lebih suka tik tok saham gorengan ketimbang beli saham bagus kemudian disimpan, Grup Bakrie menguasai pasar dengan Bakrie Seven Brothers-nya (B7), dimana pergerakan Bumi Resources (BUMI) bahkan lebih diperhatikan pelaku pasar ketimbang IHSG itu sendiri. Begitu berkuasanya Grup Bakrie ketika itu, sampai-sampai ketika Sri Mulyani menolak men-suspend saham BUMI yang terus meluncur ke dasar jurang pada market crash tahun 2008, maka posisi beliau sebagai Menteri Keuangan langsung digoyang melalui kasus Bank Century. Nobody mess up with us! Kata orang-orang Grup Bakrie ketika itu.

Strategi Investasi untuk Saat Ini

Anda mungkin memperhatikan bahwa IHSG bergerak membosankan akhir-akhir ini, dalam artian dia tidak naik melainkan cenderung turun, tapi penurunannya juga pelaaaan sekali. Akhir April kemarin IHSG ditutup di posisi 4,839, dan ketika artikel ini ditulis, dia berada di posisi 4,753, atau hanya minus 1.7%. Jika posisi ini bertahan sampai akhir bulan nanti, maka bulan Mei ini menjadi bulan pertama sepanjang tahun 2016 dimana IHSG turun, namun kalau penurunannya hanya 1 – 2% maka nggak bisa disebut sebagai ‘Sell in May and Go Away’ juga, karena penurunan segitu tentu saja gak signifikan, dan memang penulis sendiri bisa melihat bahwa tidak terjadi kepanikan di pasar (normalnya, pasar hanya akan panik kalau IHSG sudah main perosotan).

Ebook Analisis Kuartal I 2016

Dear investor, setiap kuartal alias tiga bulan sekali, penulis membuat buku elektronik (ebook, dengan format PDF) yang berisi kumpulan analisis fundamental saham, yang kali ini didasarkan pada laporan keuanga para emiten untuk periode Kuartal I 2016. Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda (dan juga bagi penulis sendiri) untuk memilih saham yang bagus untuk trading, investasi jangka menengah, dan panjang.

Cara Mendidik Anak untuk Investasi Saham

Di buku ‘The Calm Investor’, penulis mengatakan bahwa seorang anak sudah bisa diajari untuk investasi di saham sejak usia 6 tahun. Dan seorang teman kemudian bertanya, bagaimana caranya? Orang dewasa aja kalau belajar saham kadang susahnya setengah mati, apalagi anak kecil? Well, tapi bagaimana kalau penulis katakan bahwa justru anak kecil bisa belajar saham lebih cepat dari orang dewasa, dan berpeluang lebih besar untuk menghasilkan profit?

Central Omega Resources - Update

Pada April 2012, penulis menemukan ‘mutiara terpendam’ di saham Central Omega Resources (DKFT), yang ketika itu berada pada posisi 1,670 (sebelum stocksplit. Setelah DKFT melakukan stocksplit pada bulan Agustus dengan rasio 1:5, 1,670 itu menjadi setara dengan 334), dan analisisnya sederhana: DKFT ini membukukan laba Rp177 milyar di tahun 2011, yang sepenuhnya berasal dari ekspor bijih nikel dari dua tambangnya di Morowali (Sulawesi Tengah) dan Konawe (Sulawesi Tenggara), dimana dua tambang tersebut masih dalam tahap eksplorasi awal. Jadi jika nanti dilakukan eksplorasi lebih lanjut, maka DKFT akan memproduksi lebih banyak bijih nikel, dan otomatis pendapatan perusahaan akan meningkat signifikan. Pihak manajemen sendiri mentargetkan laba bersih Rp475 milyar di tahun 2012, dan Rp792 milyar di tahun 2013, dan itu tentu saja target yang sangat atraktif. Kita pernah membahasnya di artikel ini.