Pengumuman: Buletin Analisis & Rekomendasi Saham Bulanan edisi November 2014 akan terbit tanggal 1 November mendatang. Anda bisa memperolehnya disini.

Seminar Value Investing: Jogja, dan Bali!

Dear investor, penulis kembali menyelenggarakan training/seminar/workshop edukasi investasi saham dengan tema: ‘Value Investing – Strategi Investasi yang Praktis dan Sederhana ala Investor Besar!’, kali ini di Yogyakarta, dan Bali. Acara ini juga merupakan kesempatan untuk kumpul alias gathering bagi teman-teman sesama investor saham di Jogja dan Bali. Dan berikut keterangan selengkapnya:

Ilustrasi Value Investing

Ebook Analisis Kuartal III 2014

Dear investor, seperti biasa setiap kuartal sekali, penulis membuat buku elektronik (ebook, dengan format PDF) yang berisi kumpulan analisis (“Ebook Kuartalan”), yang kali ini didasarkan pada laporan keuangan (LK) para emiten periode Kuartal III 2014 (Q3 2014). Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda untuk memilih saham yang bagus untuk trading, investasi jangka menengah, dan panjang.

Tanya Jawab Value Investing

Dalam setiap kali kesempatan seminar/pelatihan value investing, penulis selalu memberi kesempatan kepada para peserta untuk bertanya terkait materi yang disampaikan, baik itu dalam acara seminarnya ataupun setelah seminarnya (melalui email). Beberapa peserta menanyakan pertanyaan yang bisa saya jawab dengan jawaban yang singkat, dan beberapa lagi membutuhkan jawaban yang agak panjang. Berikut adalah beberapa dari pertanyaan-pertanyaan tersebut plus jawabannya. Silahkan cek, anda mungkin pernah juga punya pertanyaan yang sama.

Saya hanya mau beli saham-saham yang likuid, dalam hal ini yang masuk daftar LQ45, atau istilahnya saham-saham blue chip. Tapi kenapa valuasinya mahal semua? Sangat jarang, kalau tidak mau dikatakan tidak ada, saham-saham LQ45 yang PER-nya kurang dari 7 kali, atau PBV-nya kurang dari 1.0 kali. Kalaupun ada biasanya fundamentalnya jelek, jadi gak layak buy juga. Jadi apa yang harus saya lakukan?

Inilah Susunan Kabinet Jokowi

Setelah ditunggu selama hampir satu minggu, Presiden Jokowi akhirnya mengumumkan susunan kabinet yang berisi total 34 menteri, sudah termasuk menteri koordinator (menko). Kabinet tersebut dinamakan ‘Kabinet Kerja’, dan berikut adalah nama-nama menteri selengkapnya:

Bank Danamon

Bank Danamon (BDMN) menjadi emiten pertama di BEI yang sudah merilis laporan keuangannya untuk periode Kuartal III 2014 (Q3 2014). Dan hasilnya? Well, BDMN sejak awal tahun 2014 lalu merupakan salah satu emiten perbankan yang manajemennya tidak mampu mengatasi dampak negatif dari kenaikan BI Rate, dimana meski pendapatannya naik namun laba usaha serta laba bersihnya turun cukup signifikan karena kenaikan beban bunga, dan trend tersebut masih terjadi hingga saat ini. Hingga Q3 2014, BDMN mencatatkan laba bersih Rp2.1 trilyun, turun 29.9% dibanding periode yang sama tahun 2013.

Prospek IPO Blue Bird

Satu lagi perusahaan dengan nama besar ikut melantai di bursa saham tanah air. PT Blue Bird, Tbk., dan memang hanya itu saja nama perusahaannya, merupakan perusahaan penyedia layanan taksi terbesar di Indonesia, sekaligus merupakan yang paling populer, sehingga tak heran jika berita tentang IPO-nya direspon dengan antusias oleh pasar. However, seperti ‘barang terkenal’ lainnya, saham Blue Bird tidak dijual pada harga murah, melainkan akan dilepas pada rentang harga Rp7,200 – 9,300 per saham, padahal nilai nominalnya cuma Rp100. Jadi pertanyaannya sekarang, apakah harga tersebut terbilang worth? Okay, kita langsung saja.

Perkembangan Politik & Pengaruhnya Terhadap IHSG

Dalam salah satu annual letter-nya, Warren Buffett pernah ngomong begini, ‘Kami berharap bahwa anda akan bersama kami untuk seterusnya (baca: menjadi pemegang saham Berkshire Hathaway untuk seterusnya), dan tidak akan keluar/menjual saham anda hanya karena anda khawatir ketika terjadi gejolak ekonomi dan politik di Amerika Serikat.’ Nah, perhatikan bahwa Buffett menyebutkan dua kata: ekonomi, dan politik. Buffett mengatakan kalimat tersebut karena, berdasarkan pengalamannya selama menjadi investor, terdapat setidaknya dua hal yang bisa membuat pasar saham Amerika, termasuk kinerja para perusahaan didalamnya, mengalami penurunan, yakni jika ‘ada masalah’ terhadap perekonomian ataupun situasi politik, baik dalam skala nasional maupun global.

Penyebab Turunnya IHSG

Akhir-akhir ini terjadi penurunan tajam dari harga saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat mencapai posisi 5,263 sebagai posisi tertingginya pada tanggal 8 September lalu, saat ini sudah turun ke posisi 4,949 (per penutupan pasar tanggal 3 Oktober). Penurunan tersebut tidak terlepas dari penjualan saham-saham oleh investor asing, dimana dalam dua hari terakhir, foreign net sell tercatat total Rp2.3 trilyun. Apa alasan sebenarnya yang menyebabkan investor asing keluar dari pasar saham Indonesia?

Fakta Dibalik Right Issue BW Plantation

Di artikel minggu lalu tentang kapan kita sebagai investor harus membeli, menjual, atau meng-hold saham tertentu (atau istilahnya portfolio rebalancing), penulis mengatakan bahwa anda bisa membeli saham-saham tertentu jika ada peristiwa luar biasa yang bisa terjadi setiap saat (jadi nggak perlu nunggu akhir bulan, apalagi akhir tahun), katakanlah jika ada saham tertentu yang harganya tiba-tiba saja anjlok. Dan kebetulan, beberapa hari yang lalu memang ‘peristiwa luar biasa’ tersebut sekali lagi terjadi, dimana saham BW Plantation (BWPT) tiba-tiba saja jeblok dari 1,000-an pada awal September lalu, hingga sekarang tinggal 460, atau kehilangan lebih dari separuh nilai pasarnya hanya dalam hitungan minggu. Udah gitu, hari ini sahamnya di-suspend pula!