Buku Kumpulan Analisis Saham-saham Pilihan edisi Kuartal II 2017 ('Ebook Kuartalan') sudah terbit! Dan anda bisa langsung memperolehnya disini.

PGAS, dan Rencana Penurunan Harga Gas

Hingga hari ini, Kamis, 10 Agustus, Perusahaan Gas Negara (PGAS) masih belum merilis laporan keuangan Kuartal II 2017 dikarenakan adanya limited review. Namun jika kita melihat kinerja perusahaan di Kuartal I, dimana labanya masih turun tipis 3.8%, maka PGAS merupakan satu dari dua perusahaan besar di BEI (satunya lagi SMGR) yang kinerjanya masih belum pulih sejak Indonesia mengalami titik terendah perlambatan ekonominya pada tahun 2015 lalu. Dilihat dari sini saja maka wajar jika dalam dua tahun terakhir, saham PGAS ketinggalan jauh dibanding saham-saham blue chip lainnya. Namun demikian kinerja PGAS sebenarnya tidak seburuk itu juga, dan perusahaan tidak memiliki problem spesifik terkait operasional, GCG, maupun industri gas itu sendiri.

Prospek Saham-Saham Konstruksi: Update

Pada Desember 2016 lalu, penulis menyampaikan bahwa salah satu sektor yang mungkin bakal ‘naik panggung’ di tahun 2017 ini adalah sektor konstruksi, ketika itu dengan inti analisa sebagai berikut: 1. Saham-saham konstruksi belum naik banyak sepanjang tahun 2016, sehingga valuasinya relatif masih rendah, 2. Kinerja fundamental serta prospeknya masih bagus seiring dengan realisasi percepatan pembangunan infrastruktur oleh Pemerintah, dan 3. Penyebab belum ‘jalannya’ saham-saham konstruksi adalah karena faktor kurang stabilnya kondisi politik nasional menjelang Pilkada DKI Jakarta ketika itu, tapi penulis termasuk yang percaya bahwa isu politik ini nantinya akan mereda dengan sendirinya. Anda bisa baca lagi analisanya disini.

Klarifikasi: Rivan Kurniawan, Final

Melanjutkan klarifikasi kemarin (kalo belum tau ceritanya, boleh baca lagi disini), berikut adalah email permohonan maaf yang ditulis Pak Rivan secara langsung kepada penulis:

Dear Pak Teguh Hidayat

Klarifikasi: Rivan Kurniawan

Sejak masih sangat belia, penulis percaya bahwa jika kita hendak sukses di suatu bidang, apapun bidang tersebut, maka pertama-tama kita harus menjadi orang yang baik, orang yang jujur, yang berbagi kebaikan dengan orang lain, yang bersedia memberikan tempat duduk di bus atau kereta untuk ibu hamil atau orang lain yang lebih membutuhkan. Dan kalaupun kita tidak bisa melakukan itu, maka paling tidak jangan berbuat sesuatu yang merugikan orang lain, apalagi mengambil/memanfaatkan sesuatu yang merupakan milik/hak orang lain.

Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA)

Sepanjang akhir pekan kemarin gak ada pemberitaan yang lebih heboh di bursa selain cerita tentang Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA), dimana perusahaan dituding telah menjual beras  yang dioplos dengan beras bersubsidi pada harga premium, sehingga dianggap merugikan masyarakat banyak, dan itu langsung berdampak negatif bagi sahamnya: Jumat kemarin AISA ditutup auto reject di level 1,205, dan pada Senin pagi ini, ketika artikel ini ditulis, dia sudah turun lagi ke level 900-an. Pertanyaannya tentu, ini peluang apa bukan??

Ebook Analisis Kuartal II 2017

Dear investor, seperti biasa setiap kuartal alias tiga bulan sekali, penulis membuat buku elektronik (ebook, dengan format PDF) yang berisi kumpulan analisis fundamental saham, yang kali ini didasarkan pada laporan keuanga para emiten untuk periode Kuartal II 2017. Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda (dan juga bagi penulis sendiri) untuk memilih saham yang bagus untuk trading, investasi jangka menengah, dan panjang.

Cara Average Down & Average Up

Melanjutkan artikel minggu kemarin berjudul ‘Kenapa Saham Murah Masih Turun?’ (ini link-nya, kalau belum baca sebaiknya baca dulu), ada satu pertanyaan bagus: ‘Seperti yang sudah dijelaskan di artikelnya, ketika kita membeli saham bagus pada harga murah, maka bukan berarti saham tersebut akan langsung naik, melainkan bisa saja naiknya lama kemudian, atau malah justru turun dulu. Pertanyaannya, kalau dia turun dan saya hendak average down, maka bagaimana strateginya? Sebaliknya kalau sahamnya langsung naik tak lama setelah saya membelinya, padahal saya baru beli sedikit, maka bagaimana strateginya kalau saya mau average up?

Kenapa Saham Murah Kok Masih Turun??

Pada sesi kelas value investing di Jakarta, 8 Juli kemarin, salah seorang peserta bertanya, ‘Pak Teguh, kalo dari rumus cara menghitung valuasi saham yang diberikan, maka kelihatan bahwa saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM) terbilang sudah mahal pada harga 4,000-an. Tapi kenapa kok sahamnya masih naik terus dalam beberapa bulan terakhir ini?’

Prospek Saham-Saham Properti

IHSG menutup hari perdagangan pertama setelah libur panjang lebaran dengan naik 1.4% pada Senin 3 Juli kemarin ke posisi 5,910, sehingga dengan demikian IHSG sudah naik 11.6% sejak awal tahun 2017, atau cukup signifikan (dan ini sesuai dengan analisa kita di awal tahun, anda bisa baca lagi artikelnya disini). Namun seperti juga di tahun-tahun sebelumnya, selalu ada saja saham-saham di sektor tertentu yang seperti ketinggalan kereta (baca: naiknya nggak setinggi kenaikan IHSG), atau bahkan malah turun.

Beli Saham Tidak Likuid: Jualnya Gimana?

Pada sesi kelas value investing di Surabaya, 10 Juni kemarin, salah seorang peserta bertanya, ‘Pak Teguh, kalau dari contoh-contoh saham yang dipilih menggunakan metode value investing yang ditunjukkan, beberapa diantaranya merupakan saham kecil yang tidak likuid. Pertanyaannya, kalau kita beli saham tidak likuid tersebut, nanti jualnya gimana? Khawatirnya meskipun sahamnya kemudian memang naik tinggi, tapi tetep aja gak ada yang pasang bid sehingga gak bisa dijual, dan alhasil keuntungan yang diperoleh nggak bisa direalisasikan.