INFO: Buletin Analisis IHSG & Stockpick Pilihan edisi September 2016 akan terbit tanggal 1 September mendatang. Anda bisa memperolehnya disini.

Menentukan Timing Buy/Sell berdasarkan ‘Quiet Market Period’

Di artikel minggu lalu tentang IPO Waskita Beton Precast (WSBP), penulis menyampaikan tentang pentingnya faktor timing dalam menentukan apakah anda ikut IPO WSBP atau tidak, dimana jika anda menganggap bahwa IHSG masih berpeluang untuk naik lebih lanjut maka anda boleh ikut. Tapi jika anda menganggap bahwa IHSG sudah mahal dan bisa turun sewaktu-waktu, maka akan lebih aman jika nanti anda beli sahamnya di market. Jadi meski terdapat dua orang investor yang sama-sama menganggap bahwa WSBP layak investasi, namun keputusan untuk ikut IPO-nya bisa berbeda, tergantung jawaban mereka terhadap pertanyaan berikut: Apakah sekarang merupakan waktu yang tepat untuk belanja saham, entah itu WSBP atau lainnya?

Analisis IPO Waskita Beton Precast

IPO Waskita Beton Precast mungkin merupakan IPO yang paling ramai dibicarakan di market di tahun 2016 ini, karena beberapa faktor. Pertama, dia BUMN, dimana kalau melihat IPO-IPO BUMN sebelumnya yang terbilang sukses dari sisi kenaikan harga sahamnya, seperti Wijaya Karya Beton (WTON) atau PP Properti (PPRO), maka IPO Waskita Beton ini juga diprediksi akan sukses. Kedua, ketika IHSG naik banyak dalam tiga bulan terakhir ini, maka saham-saham BUMN lapis dua (yang harga sahamnya di nominal ratusan Rupiah) naiknya lebih banyak lagi, dan harga perdana Waskita Beton ini kebetulan juga akan berada di level Rp400 – 500 per saham. Dan ketiga, Waskita Beton bergerak di bidang yang berhubungan langsung dengan pembangunan infrastruktur, yakni pembuatan beton precast dan ready mix untuk konstruksi jalan raya, jembatan, dll, dimana sejak setahunan lalu, boleh dibilang tidak ada cerita lain yang lebih hot dan konsisten di market kecuali soal pembangunan infrastruktur ini.

Prospektus IPO Waskita Beton Precast

Belakangan ini di market sedang ramai dibicarakan tentang IPO Waskita Beton Precast, yakni salah satu anak usaha dari Waskita Karya (WSKT) yang bergerak di bidang pembuatan beton precast dan ready mix. IPO Waskita Beton ini menarik karena, jika menilik IPO-IPO anak usaha BUMN sebelumnya seperti Wijaya Karya Beton (WTON), atau PP Properti (PPRO) dimana sahamnya sukses naik banyak, apalagi saham-saham BUMN lainnya juga terus naik akhir-akhir ini, maka perkiraan kasarnya adalah bahwa saham Waskita Beton ini juga bakal naik banyak, terutama jika pada September nanti (sahamnya listing perdana tanggal 20 September) IHSG-nya gak keburu turun.

Ebook Analisis Kuartal II 2016

Dear investor, setiap kuartal alias tiga bulan sekali, penulis membuat buku elektronik (ebook, dengan format PDF) yang berisi kumpulan analisis fundamental saham, yang kali ini didasarkan pada laporan keuanga para emiten untuk periode Kuartal II 2016. Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda (dan juga bagi penulis sendiri) untuk memilih saham yang bagus untuk trading, investasi jangka menengah, dan panjang.

Value Opportunity: WOM Finance

Dalam berinvestasi di saham, ada banyak keuntungan jika anda memilih untuk menggunakan metode value investing. Yang pertama, anda bisa beli saham kemudian ditinggal tanpa perlu dilihat-lihat lagi (kecuali beberapa waktu sekali, katakanlah sebulan sekali), sehingga anda punya banyak waktu untuk melakukan apapun kegiatan yang anda sukai secara rileks dan santai. Dan kedua, anda berpeluang untuk menemukan ‘mutiara terpendam’, yakni saham yang bisa jadi menawarkan profit extraordinary hingga ratusan persen, hanya dalam waktu yang relatif singkat.

Cara Lapor Pajak Bagi Investor Saham

Belakangan ini penulis banyak menerima pertanyaan soal bagaimana cara melaporkan pajak bagi investor saham, dan ini menunjukkan bahwa sepertinya masih ada banyak investor yang belum aware soal pajak ini, termasuk mungkin tidak pernah melaporkan Surat Pajak Tahunan (SPT). Padahal ketika membuka rekening di sekuritas maka salah satu syaratnya harus punya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan pemilik NPWP wajib melaporkan SPT setiap tahun. Thanks to kebijakan tax amnesty, para investor belakangan ini mulai sadar soal kewajiban pajaknya, dan jika anda termasuk yang masih bingung soal pajak ini maka disini kita akan membahasnya secara lengkap. Okey, kita langsung saja.

Investor Tukang Jalan-Jalan

Bulan Ramadhan kemarin terbilang istimewa bagi keluarga penulis dirumah, karena putri kami, yang sudah menginjak usia 4 tahun, untuk pertama kalinya mulai belajar berpuasa. Sudah tentu, kami tidak menyuruhnya untuk puasa penuh dari imsak sampai maghrib, melainkan mulai dari yang menurut kami paling mudah dulu: Pada pagi hari sebelum berangkat ke Playgroup, si kecil tetap makan roti dan minum susu seperti biasa, namun ia berangkat ke sekolah tanpa diberi bekal, dan diberi tahu untuk tidak makan, minum, atau ngemil sampai nanti pulang lagi ke rumah sekitar pukul 11.00 siang. Setelah sampai dirumah, ia tetap tidak akan dikasih makan kecuali kalau ia sendiri yang bilang ‘Teteh lapar!’

(Masih) Soal Tax Amnesty, dan Prospek IHSG

Tadinya untuk minggu ini penulis hendak membahas analisa dari satu saham bagus dan murah yang kita temukan, namun kalau melihat perkembangan market belakangan ini maka sepertinya tidak ada topik lain yang lebih menarik ketimbang cerita tax amnesty dan juga kaitannya dengan IHSG, yang terus saja melaju hingga terakhir sudah di posisi 5,173. Dalam kondisi dimana IHSG bisa naik secepat itu hanya karena satu sentimen positif bernama ‘tax amnesty’, maka tentunya kemudian timbul beberapa pertanyaan: Apa dan bagaimana sih sebenarnya tax amnesty itu? Seperti apa dan seberapa besar pengaruhnya terhadap perekonomian dan IHSG? Dan yang paling penting, apakah posisi IHSG sekarang sudah cukup tinggi, ataukah masih bisa naik lebih tinggi lagi?

Seminar Value Investing, Jakarta, 30 Juli 2016

Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan training/seminar/workshop investasi saham dengan tema‘Value Investing – Buy at Lowest Price, Sell at Highest’, di Jakarta. Acara ini juga merupakan kesempatan untuk gathering bagi teman-teman sesama investor saham asal Kota Jakarta dan sekitarnya. Dan berikut keterangan selengkapnya:

Saham Perbankan + Tax Amnesty = ???

IHSG memulai perjalanan pasca liburan Idul Fitri dengan kenaikan yang awesome hingga nyaris 2 persen! And while sebagian besar investor domestik yang ketiduran abis nonton Cristiano Ronaldo mengangkat trophy Euro 2016 masih belum ‘ngeh kalo IHSG sudah diatas 5,000 lagi (terlihat dari perdagangan Senin kemarin yang sangat didominasi asing), sebagian lainnya sudah bisa melihat bahwa kenaikan IHSG, termasuk sejak sebelum liburan kemarin, didorong oleh saham-saham perbankan. Soo, kita kembali lagi ke pertanyaan klasik: Apakah masih tepat jika saya beli saham-saham bank sekarang?