Jadwal Training/Seminar Investasi Saham dengan Tema Value Investing: Amaris Hotel Thamrin City, Jakarta, Sabtu 30 Juli 2016. Keterangan selengkapnya baca disini.

Ebook Analisis Kuartal II 2016 akan terbit tanggal 8 Agustus mendatang, dan layanan preorder-nya sudah dibuka! Keterangan lebih lanjut baca disini.

Investor Tukang Jalan-Jalan

Bulan Ramadhan kemarin terbilang istimewa bagi keluarga penulis dirumah, karena putri kami, yang sudah menginjak usia 4 tahun, untuk pertama kalinya mulai belajar berpuasa. Sudah tentu, kami tidak menyuruhnya untuk puasa penuh dari imsak sampai maghrib, melainkan mulai dari yang menurut kami paling mudah dulu: Pada pagi hari sebelum berangkat ke Playgroup, si kecil tetap makan roti dan minum susu seperti biasa, namun ia berangkat ke sekolah tanpa diberi bekal, dan diberi tahu untuk tidak makan, minum, atau ngemil sampai nanti pulang lagi ke rumah sekitar pukul 11.00 siang. Setelah sampai dirumah, ia tetap tidak akan dikasih makan kecuali kalau ia sendiri yang bilang ‘Teteh lapar!’

Ebook Analisis Kuartal II 2016

Dear investor, setiap kuartal alias tiga bulan sekali, penulis membuat buku elektronik (ebook, dengan format PDF) yang berisi kumpulan analisis fundamental saham, yang kali ini didasarkan pada laporan keuanga para emiten untuk periode Kuartal II 2016. Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda (dan juga bagi penulis sendiri) untuk memilih saham yang bagus untuk trading, investasi jangka menengah, dan panjang.

(Masih) Soal Tax Amnesty, dan Prospek IHSG

Tadinya untuk minggu ini penulis hendak membahas analisa dari satu saham bagus dan murah yang kita temukan, namun kalau melihat perkembangan market belakangan ini maka sepertinya tidak ada topik lain yang lebih menarik ketimbang cerita tax amnesty dan juga kaitannya dengan IHSG, yang terus saja melaju hingga terakhir sudah di posisi 5,173. Dalam kondisi dimana IHSG bisa naik secepat itu hanya karena satu sentimen positif bernama ‘tax amnesty’, maka tentunya kemudian timbul beberapa pertanyaan: Apa dan bagaimana sih sebenarnya tax amnesty itu? Seperti apa dan seberapa besar pengaruhnya terhadap perekonomian dan IHSG? Dan yang paling penting, apakah posisi IHSG sekarang sudah cukup tinggi, ataukah masih bisa naik lebih tinggi lagi?

Seminar Value Investing, Jakarta, 30 Juli 2016

Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan training/seminar/workshop investasi saham dengan tema‘Value Investing – Buy at Lowest Price, Sell at Highest’, di Jakarta. Acara ini juga merupakan kesempatan untuk gathering bagi teman-teman sesama investor saham asal Kota Jakarta dan sekitarnya. Dan berikut keterangan selengkapnya:

Saham Perbankan + Tax Amnesty = ???

IHSG memulai perjalanan pasca liburan Idul Fitri dengan kenaikan yang awesome hingga nyaris 2 persen! And while sebagian besar investor domestik yang ketiduran abis nonton Cristiano Ronaldo mengangkat trophy Euro 2016 masih belum ‘ngeh kalo IHSG sudah diatas 5,000 lagi (terlihat dari perdagangan Senin kemarin yang sangat didominasi asing), sebagian lainnya sudah bisa melihat bahwa kenaikan IHSG, termasuk sejak sebelum liburan kemarin, didorong oleh saham-saham perbankan. Soo, kita kembali lagi ke pertanyaan klasik: Apakah masih tepat jika saya beli saham-saham bank sekarang?

Antara Medco, Newmont, dan Bumi Resources

Pada hari Jumat, tanggal 1 Juli kemarin, manajemen Medco Energi Internasional (MEDC) mengumumkan bahwa perusahaan akan mengakuisisi PT Amman Mineral Internasional (AMI), dimana AMI sebelumnya telah mengakuisisi 82.2% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) senilai US$ 2.6 milyar atau setara Rp34.3 trilyun berdasarkan kurs Rp13,200 per USD, sehingga dengan demikian MEDC nantinya akan menjadi pemegang saham tidak langsung di NNT. Tak lama kemudian saham MEDC langsung naik hingga ditutup di posisi 1,870, atau terbang 24.7% hanya dalam sehari. Nah, anda mungkin tertarik dengan kenaikan MEDC yang luar biasa tersebut, namun disini penulis akan mengajak anda untuk menggali lebih dalam lagi soal aksi korporasi MEDC ini, plus peluang investasi yang mungkin timbul. Okay, here we go!

Habis Brexit, Terbitlah Tax Amnesty!

Pada Kamis, tanggl 23 Juni kemarin, rakyat Inggris alias United Kingdom (UK) resmi menyelenggarakan referendum untuk menentukan apakah mereka akan tetap menjadi anggota European Union (EU), atau keluar. Dan diluar ekspektasi banyak pihak, ternyata kubu ‘exit’ menang tipis 51.9%, berbanding kubu ‘stay’ 48.1%. Alhasil selanjutnya gampang ditebak: Pada hari Jumatnya bursa-bursa saham di Eropa seketika berjatuhan, dimana DAX Jerman, FTSE Inggris, dan CAC Perancis, semuanya turun antara 3 – 8% dalam sehari. Diluar Eropa, Dow Jones juga ambruk 3%, dan IHSG pada Jumat kemarin sempat turun 2.4% ke posisi 4,758, namun pada sesi kedua naik lagi hingga akhirnya ditutup diposisi 4,835, sehingga secara keseluruhan IHSG hanya turun 0.8% pada Jumat tersebut.

Antara 'Brexit' dan IHSG

Salah satu hot news yang beredar di market sekarang ini adalah terkait ‘Brexit’, yang merupakan kependekan dari ‘British Exit’, dan itu merujuk pada referendum di Inggris pada tanggal 23 Juni nanti (dua hari lagi), dimana rakyat Britania Raya alias United Kingdom (UK) akan memilih, apakah mereka tetap akan masuk keanggotaan Uni Eropa, atau keluar. Problemnya, salah satu kekuatan ekonomi terbesar di Uni Eropa itu justru UK. Sehingga jika Inggris keluar dari Uni Eropa maka itu adalah seperti Lionel Messi keluar dari FC Barcelona: Itu nyaris tidak mungkin terjadi, tapi jika itu sampai terjadi maka bakal gawat jadinya.

Agung Podomoro Land, dan Kasus Reklamasi

Pada tanggal 1 April lalu, Direktur Utama Agung Podomoro Land (APLN), Ariesman Widjaja, ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus reklamasi Teluk Jakarta. Selanjutnya mudah ditebak: Pada hari Senin-nya, tanggal 4 April, saham APLN langsung AR kiri dari posisi 300 ke 270, dan lanjut turun hingga mentok di 232 pada pertengahan Mei lalu. Namun belakangan APLN perlahan tapi pasti mulai pulih kembali, dan ketika artikel ini ditulis dia sudah berada di posisi 248, dimana secara teknikal tampak bahwa dia akan lanjut naik, sementara disisi lain PBV-nya di harga sekarang cuma 0.7 kali. An opportunity?

Pentingnya Visi Seorang Investor, Part 2

Okay, itu satu. Yang kedua, kemampuan untuk melihat jauh kedepan akan sangat berguna ketika kita menerapkan metode value investing itu sendiri. Seperti yang kita ketahui, pekerjaan seorang value investor sangatlah sederhana: Cari saham bagus dan murah, lalu beli, lalu tunggu sampai dia naik sendiri. Sementara jika anda tidak menemukan saham yang memenuhi dua kriteria tersebut (bagus dan murah, karena kadang-kadang kita berada dalam situasi pasar dimana saham-saham bagus udah pada mahal semua), maka anda harus tunggu diluar, alias pegang cash.