Pengumuman: Buletin Analisis & Investment Plan edisi September sudah terbit! Anda bisa memperolehnya disini. Gratis tiga edisi buletin lama (Juni, Juli, dan Agustus) bagi pelanggan baru.

CPIN, PTBA, PGAS, dan SSIA

Halo Pak Teguh, minta pendapat soal Charoen Pokphand Indonesia (CPIN). CPIN termasuk saham LQ45 yang top pricenya pernah di sekitar 4,000 dan sempat turun ketika panic selling ke 1,300 (kurang lebih turun 67%, melebihi penurunan PGAS yang sekitar 50%) dan sekarang mantul ke 2,000 lagi. Secara awam saya melihat jika kita bisa dapat moment buy di 1,300 atau 1,400, tentu saja sekarang sudah profit 30 – 40%. Setahu saya CPIN merupakan perusahaan yang mempunyai track record bagus, mungkin lagi terimbas perekonomian global yg melemah dan USD yang melambung tinggi. Apakah CPIN termasuk saham yg layak dikoleksi?

Pembangunan Infrastruktur Sudah Dimulai!

Sejak beberapa tahun lalu, penulis punya hobi jalan-jalan menelusuri jalanan pedesaan yang belum pernah dilewati sebelumnya, untuk melihat pemandangan dan menghirup udara segar. Dan sore tadi, mumpung lagi nganggur, saya jalan-jalan dari rumah di Bandung ke arah Lembang hingga sampai ke Ciater (Subang), kemudian masuk jalan kecil yang, kalau berdasarkan petunjuk di Google Maps, nanti tembusnya ke Tanjungsari (Sumedang). Sekitar dua puluh kilometer kemudian, penulis menemukan pemandangan yang lumayan bikin kaget. Nih, anda lihat saja sendiri fotonya, klik untuk memperbesar.

Outlook IHSG Setelah Kebijakan BEI

Kamis kemarin, tanggal 27 Agustus 2015, Bursa Efek Indonesia (BEI) akhirnya menyelenggarakan konferensi pers untuk menjelaskan kepada publik terkait kondisi pasar saham Indonesia. Secara poin per poin, berikut ini adalah inti materi dari konferensi pers tersebut.

Konferensi Pers BEI, sumber: www.idx.co.id

Rupiah Sudah Tembus 14,100: Next?

Sepanjang beberapa bulan terakhir ini, Rupiah terus saja melemah nyaris setiap hari tanpa pernah sekalipun rebound. Setelah tembus angka cantik 14,000, 14,022, 14,045 (bukan nomor call center lho ini), pada penutupan kemarin dia sudah tembus Rp14,102 per US Dollar. Beberapa kalangan memperingatkan bahwa pelemahan Rupiah ini sudah sangat mengkhawatirkan. Menurut Achmad Danuri, direktur Center of Banking Crisis, berdasarkan stress test yang dilakukan maka jika Rupiah tembus 15,000, akan ada satu perusahaan asuransi yang gulung tikar. Dan jika Rupiah tembus 16,000, maka akan ada tiga bank kelas menengah yang kondisinya mendekati kolaps.

Kurs Rupiah sebagaimana yang ditampilkan di website Bank Indonesia

Antara Euforia dan Putus Asa

Setiap kali IHSG mengalami koreksi besar-besaran hingga pada level dimana nyaris seluruh investor dilanda kepanikan, maka penulis sejak tahun 2010 lalu sudah terbiasa membuat tulisan ‘counseling’ untuk menenangkan teman-teman investor. However, mulai tahun 2015 ini mungkin penulis akan mengubah kebiasaan tersebut dan membiarkan kepanikan itu terjadi, karena berdasarkan pengalaman, kepanikan adalah bagian dari siklus yang normal yang terjadi pada pasar saham. Maksud penulis adalah, tak peduli meski anda mencoba sekuat tenaga untuk menenangkan pasar, namun orang-orang tetap akan panik karena sekali lagi, itu adalah bagian dari siklus yang normal.

Time to Buy or.. Sell More?

Menteri BUMN, Rini Soemarno, mengatakan kepada wartawan bahwa Pemerintah menyiapkan dana paling tidak Rp10 trilyun untuk membeli kembali saham-saham perusahaan BUMN di Bursa (buy back). Tidak disebutkan perusahaan BUMN yang mana yang akan di-buy back, namun terdapat tiga clue: 1. Yang akan di-buy back adalah saham dari 13 BUMN terbesar, 2. Berasal dari sektor perbankan, konstruksi, dan lainnya, dan 3. Akan dipilih yang sahamnya turun paling dalam.

Menurut Menteri Rini, buy back tersebut akan dieksekusi mulai Selasa, 25 Agustus besok.

Panic Selling!

Senin pagi ini, menyusul indeks Dow Jones yang ambles lebih dari 3% pada Jumat lalu, IHSG juga tanpa ampun langsung jeblok lagi ke posisi 4,100-an. Sekarang ini penulis lagi menulis artikel mingguan seperti biasanya, tapi bagi anda yang lagi mengamati pasar maka yuk, kita bikin acara nobar (nonton bareng) IHSG disini. And here’s the big question: IHSG bisa turun sampai berapa???

Jika anda punya komentar/pertanyaan tentang situasi pasar saat ini, boleh menyampaikannya melalui kolom komentar dibawah.

Nippon Indosari Corpindo

Kalau pake teknik valuasi standar, maka dengan PER 22.3 dan PBV 5.2 kali pada harga 1,085, saham Nippon Indosari Corpindo (ROTI) sekilas tampak tidak menarik. However, jika kita berbicara mengenai ‘wonderful company’ seperti ROTI ini, maka kita mungkin memang tidak bisa membelinya pada ‘wonderful price’, atau dengan kata lain, kisaran harganya pada saat ini sudah terbilang wajar dan layak buy. And indeed, ROTI is a wonderful company, and I’ll tell you why.

Investor Gathering: IHSG 4,500, What’s Next?

Dear investor, penulis mengadakan acara investor gathering, yakni acara kumpul-kumpul sesama investor yang diadakan di Jakarta, dimana pada acara ini anda bisa:
  1. Ketemu dan bertanya/konsultasi soal investasi saham langsung dengan penulis (Teguh Hidayat)
  2. Bertemu, berkenalan, dan berdiskusi dengan teman-teman sesama investor
  3. Jika anda hendak berbagi pengalaman sebagai investor, analisis saham, atau topik tertentu yang menarik untuk dibicarakan, maka anda juga bisa menyampaikannya di acara gathering ini.

Devaluasi Yuan, Penyebab dan Dampaknya

Senin kemarin, tanggal 10 Agustus, Presiden Jokowi mampir ke markas BEI memperingati 38 tahun diaktifkannya kembali pasar modal di Indonesia. Dan biasanya sih, kalau Pak Dhe sudah nongol lagi di Sudirman seperti itu, maka pasar akan meresponnya secara positif dan IHSG naik. Tapi sekarang yang terjadi justru sebaliknya. Senin kemarin IHSG ditutup turun 0.75% ke posisi 4,770, dan sekarang IHSG malah sudah di 4,500-an. Alhasil hampir semua saham-saham di BEI kembali longsor dalam tiga hari terakhir, dan itu semakin memperburuk penurunan yang sudah terjadi sejak akhir April lalu.