Bagi anda yang berencana untuk membuka rekening di sekuritas, atau sedang mempertimbangkan untuk pindah ke sekuritas yang lebih baik, baca keterangan selengkapnya disini.

Seminar Value Investing: Makassar, Jakarta, dan Semarang

Dear investor, penulis menyelenggarakan training/seminar/workshop edukasi investasi saham dengan tema: ‘Value Investing – Strategi Investasi yang Praktis dan Sederhana ala Investor Besar!’, di tiga kota berbeda yakni Makassar, Jakarta, dan Semarang. Acara ini juga merupakan kesempatan untuk kumpul alias gathering bagi teman-teman sesama investor saham di kota yang bersangkutan. Dan berikut keterangan selengkapnya:

Ilustrasi Value Investing

Cara Membedakan Laporan Keuangan ‘Palsu’

Berdasarkan pengalaman penulis ketika beberapa kali mengadakan seminar investasi saham, salah satu pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh peserta seminar ketika sesi tanya jawab adalah soal bagaimana cara kita mengetahui apakah laporan keuangan sebuah perusahaan menyajikan angka-angka (pendapatan, laba bersih dll) yang sebenarnya atau tidak. Atau dengan kata lain, bagaimana jika kita melihat bahwa laporan keuangan sebuah perusahaan tampak bagus dengan laba bersih yang besar dll, namun ternyata itu karena pihak perusahaan memalsukan laporan keuangannya tersebut? Nah, berhubung ini mungkin merupakan pertanyaan dari banyak sekali teman-teman investor, maka sekalian saja kita bahas disini. Okay, kita langsung saja.

Kedawung Setia Industrial

Kalau anda ketik kata ‘Kedawung Setia Industrial’ di Google, maka anda akan menemukan fakta menarik bahwa perusahaan ini, meski hanya merupakan perusahaan kecil dengan volume transaksi saham yang juga tidak likuid, namun sudah cukup sering dibahas oleh analis/investor dari sisi fundamentalnya, dan terutama: Dari sisi valuasinya yang sangat rendah. Dan memang, dengan PBV yang hanya 0.4 kali pada harga Rp369 per saham, sementara kinerja perusahaannya juga tidak bisa dikatakan buruk, saham PT Kedawung Setia Industrial, Tbk (KDSI) sangat menarik bagi para bargain hunter. Lalu sebenarnya perusahaan apa sih, KDSI ini?

Investor vs Broker: Can't We Just be Friends?

Anda sudah nonton film The Wolf of Wallstreet? (Jika belum, nonton dulu sana). Film tersebut menceritakan tentang kisah karier Jordan Belfort, seorang broker/pialang saham di Pasar Saham Amerika (Wallstreet) pada tahun 90-an, yang sangat ahli dalam meyakinkan para nasabahnya untuk membeli dan menjual saham-saham tertentu, dimana ia kemudian memperoleh trading fee dari situ. Karena keahliannya tersebut ia sukses mendirikan perusahaan pialangnya sendiri, Stratton Oakmont, dan menjadi sangat kaya raya pada usia yang belum genap 30 tahun. Namun endingnya cukup ironis: Belfort ditangkap pihak berwajib karena ketahuan melakukan insider trading, yang menyebabkan kerugian nasabahnya hingga puluhan juta Dollar.

Outlook Sektor Sawit: Antara Harga CPO dan Biodiesel

Setelah sempat turun sedikit pada bulan Mei – Juni kemarin, sepanjang dua bulan terakhir IHSG terus naik hingga terakhir ditutup di posisi 5,199. Jika trend-nya begini terus, maka sepertinya cuma soal waktu saja sebelum IHSG akan kembali mencatat new high, dimana posisi tertinggi yang pernah diraih IHSG selama ini adalah 5,251, yang dicapai pada Mei 2013 lalu. Dalam kondisi pasar yang kondusif seperti sekarang, maka hampir semua saham tampak naik signifikan. Meski demikian, saham-saham di sektor perkebunan kelapa sawit justru turun rata-rata 10% dalam dua bulan terakhir, padahal kinerja mereka pada Kuartal II 2014 terbilang bagus dengan perolehan laba yang naik signifikan. What’s wrong?

Seminar Value Investing, Medan

Dear investor, penulis menyelenggarakan training/seminar/workshop edukasi investasi saham di Medan, Sumatera Utara, dengan tema: ‘Value Investing – Strategi Investasi yang Praktis dan Sederhana ala Investor Besar!’Acara ini juga merupakan kesempatan untuk kumpul alias gathering bagi teman-teman sesama investor saham di Kota Medan dan sekitarnya. Berikut keterangan selengkapnya:

Cara Membangun 'Passion' dalam Berinvestasi

Pada hari Minggu ini, berhubung ibunya anak-anak mengajak dua jagoan kami menonton lomba Agustusan, sementara penulis sendiri kurang tertarik untuk ikut lomba panjat pinang atau semacamnya, maka jadilah saya diam saja dirumah, dan mengisi waktu dengan membaca-baca berbagai macam tulisan di internet. Selain membaca segala sesuatu tentang dunia finansial khususnya tentang investasi di pasar saham, penulis juga menyukai sepakbola, kuliner, dan terutama: Sejarah. Jika ada kelas ujian dimana penulis harus menyebutkan siapa saja nama-nama Kaisar dari Dinasti Han di Tiongkok, maka saya akan bisa menjawabnya dengan lengkap, mulai dari Kaisar Gaozu sebagai pendiri dinasti, hingga terakhir Kaisar Xian. Nah, dari sinilah penulis kemudian punya ide untuk menulis artikel ini, yang mudah-mudahan bisa memberi anda sedikit inspirasi.

Seminar Value Investing, Surabaya

Dear investor, penulis menyelenggarakan training/seminar/workshop edukasi investasi saham di Surabaya, Jawa Timur, dengan tema: ‘Value Investing – Strategi Investasi yang Praktis dan Sederhana ala Investor Besar!’Acara ini juga merupakan kesempatan untuk kumpul alias gathering bagi teman-teman sesama investor saham di Surabaya dan sekitarnya. Berikut keterangan selengkapnya:

Ebook Analisis Kuartal II 2014

Dear investor, seperti biasa setiap kuartal sekali, penulis membuat buku elektronik (ebook, dengan format PDF) yang berisi kumpulan analisis (“Ebook Kuartalan”), yang kali ini didasarkan pada laporan keuangan (LK) para emiten periode Kuartal II 2014 (Q2 2014). Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda untuk memilih saham yang bagus untuk trading, investasi jangka menengah, dan panjang.

Multi Indocitra: Another Value Stock

Multi Indocitra (MICE) mungkin bukanlah perusahaan yang cukup populer entah itu di mata investor pasar modal maupun masyarakat umum, namun perusahaan ini adalah produsen dari salah satu merk produk perlengkapan kebutuhan bayi paling terkenal di Indonesia: Pigeon, dan juga kosmetik dengan merk yang sama. MICE juga sempat memiliki bisnis sampingan dengan membuat lampu hemat energi merk ‘Hori’, namun sepertinya gagal sehingga perusahaan kembali fokus ke bisnis utamanya, yakni perlengkapan kebutuhan bayi dan kosmetik.