Pengumuman: Hari Sabtu ini, tanggal 26 April 2014, penulis akan hadir di acara gathering IDX Investor Club di Gedung BEI, Jln. Jend. Sudirman Kav.52-53, Jakarta, untuk memberikan training singkat selama 1.5 Jam dengan tema 'Cara Mudah dan Cepat dalam Menghitung Harga Wajar Saham'.

Acara ini khusus untuk anggota IDX Investor Club. Untuk menjadi anggota, baca keterangan selengkapnya disini.

Melirik Kembali Saham-Saham Perkebunan

Tak terasa kita sudah memasuki penghujung bulan April, dan itu artinya sebentar lagi para emiten akan merilis laporan keuangan untuk periode Kuartal I 2014. Malah hingga artikel ini ditulis, terdapat setidaknya tiga emiten yang sudah merilis laporan keuangan tersebut. Mereka adalah Bank Danamon (BDMN), Bank Mutiara (BCIC), dan Astra Agro Lestari (AALI). Yang mencuri perhatian adalah emiten/saham yang disebut terakhir, yakni AALI, dimana laba bersihnya tercatat Rp810 milyar, atau melompat lebih dari dua kali lipat dibanding periode yang sama tahun 2013. Disisi lain kalau kita melirik harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) di Bursa Malaysia, angkanya sudah stabil di RM2,600-an per ton, setelah sebelumnya sempat anjlok hingga RM2,200 per ton. Waktunya bagi perusahaan-perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk bangkit kembali?

Seminar Value Investing, Jakarta

Dear investor, penulis menyelenggarakan seminar/workshop edukasi investasi saham di Jakarta, dengan tema: ‘Value Investing – Strategi Investasi yang Praktis dan Sederhana ala Investor Besar!’. Dan berikut keterangan selengkapnya:

Bakrie Group: Still Believe?

Bicara mengenai Grup Bakrie memang nggak akan ada habisnya, dan itu bukan karena salah seorang pemiliknya, yakni Aburizal Bakrie, merupakan salah satu calon Presiden untuk Pilpres September nanti. Melainkan karena seluruh perusahaannya yang terdaftar di bursa saham, semuanya mencatatkan kinerja yang sangat amat luar biasa.. jeleknya! Hingga hari ini, Rabu tanggal 16 April 2014, terdapat setidaknya delapan emiten Grup Bakrie yang sudah merilis laporan keuangannya untuk tahun penuh 2013. Dan berikut adalah rangkuman kinerja laba rugi mereka, angka dalam milyaran Rupiah:

Jokowi, ARB, atau Prabowo?

Setelah menunggu sekian lama, tanggal 9 April kemarin rakyat Indonesia akhirnya melaksanakan Pemilu legislatif, dan seperti biasa hasil dari Pemilu tersebut bisa langsung diketahui tak lama kemudian. Berdasarkan data dari quick count, terdapat tiga partai pemenang untuk Pemilu kali ini, yakni PDI-P, Golkar, dan Gerindra. Para kader dari partai yang kalah sudah tentu akan mengatakan bahwa ini baru merupakan hasil dari quick count, dan bahwa kita masih harus menunggu perhitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun berdasarkan pengalaman dari pemilu-pemilu sebelumnya (termasuk juga pilkada), hasil quick count ini tidak akan berbeda jauh dengan hasil perhitungan resmi, dimana posisi tiga besar diatas kemungkinan tidak akan berubah.

Krakatau Steel: Development Updates

Sekitar setahun yang lalu, penulis merilis artikel berjudul The Sleeping Giant, dimana disitu penulis mengatakan bahwa meski hingga Kuartal III 2012, Krakatau Steel (KRAS) secara operasional masih mencatatkan kerugian, namun perusahaan ini memiliki banyak sekali rencana pengembangan usaha yang jika pengembangan tersebut berjalan lancar dan sukses, maka perusahaannya juga akan untung besar. Itulah sebabnya judul artikelnya ‘the sleeping giant’, dimana penulis mengandaikan bahwa KRAS ini adalah seperti raksasa yang tertidur, yang siap untuk bangun dan ‘mengamuk’ sewaktu-waktu, karena pasar baja di Indonesia sendiri sebenarnya memiliki prospek cerah seiring dengan meningkatnya pembangunan infrastruktur dan lain-lain.

Mitrabahtera Segara Sejati

Bagi anda yang sudah hafal dengan gaya investasi penulis, anda mungkin sudah tahu alasan kenapa penulis membahas saham yang satu ini. Yup, Mitrabahtera Segara Sejati (MBSS) terlalu menarik untuk diabaikan mengingat valuasinya yang rendah, yakni PER 4.4 dan PBV 0.7 kali pada harga saham 1,050, sementara tidak ada yang salah kinerja perusahaan. Hingga tahun penuh 2013, MBSS mencatatkan laba bersih US$ 39 juta, yang mencerminkan return on equity (ROE) 16.3%, dan ekuitasnya sendiri bertumbuh 14.4%. Outlook kedepan? Well, juga no problem.

Menghitung Risiko Kerugian dalam Investasi Saham

Risiko mengalami kerugian dalam berinvestasi saham adalah bagian yang tidak terpisahkan dari investasi saham itu sendiri. Kebanyakan investor, baik yang masih baru maupun yang sudah berpengalaman, biasanya sudah sadar akan adanya risiko tersebut, namun jarang diantara mereka yang mau menaruh perhatian khusus terhadapnya. Setiap kali penulis bertemu dengan kawan-kawan sesama investor, biasanya mereka hanya suka membicarakan tentang seberapa besar potensi keuntungan yang bisa diraih, tanpa mau sedikitpun menyinggung tentang risiko kerugian yang bisa saja diderita. Intinya, ketika seorang investor mulai berinvestasi di saham, maka yang terbayang di benaknya adalah keuntungan sebesar sekian, tapi tidak terbayang sama sekali tentang berapa besar kerugian yang mungkin diderita, atau mungkin lebih tepatnya tidak mau membayangkan tentang hal tersebut. Dan itu wajar-wajar saja, memangnya siapa yang mau rugi?

Ketika Harga Saham Tidak Lagi Berarti Apapun

Beberapa hari lalu, manajemen Bank BTPN (BTPN) mengumumkan bahwa Sumitomo Mitsui Banking Corporation (Sumitomo) kembali membeli 15.7% saham BTPN melalui pasar negosiasi, dengan harga pembelian Rp6,500 per saham, atau jauh diatas harga pasar ketika itu yakni Rp4,300 per saham. Dengan demikian, Sumitomo resmi memegang 40% saham BTPN, namun inti ceritanya bukan terletak disitu, melainkan: Kenapa kok Sumitomo mau-maunya menggelontorkan dana hingga Rp15.2 trilyun untuk mengambil alih 40% saham BTPN di harga Rp6,500, padahal harga BTPN itu sendiri di pasar cuma Rp4,300?

Jokowi for President!

Jumat kemarin tanggal 14 Maret 2013, sekitar pukul 3 sore, Gubernur Jakarta, Joko Widodo alias Jokowi, mengumumkan kepada media bahwa beliau telah diberi mandat oleh Ketua Umum Partai PDI-P, Megawati Soekarnoputri, untuk maju sebagai capres. Dan setelah Jokowi sendiri mengakhiri kalimatnya dengan menyatakan, ‘Bismillah, saya siap’, maka dengan demikian mantan Walikota Solo ini resmi mencalonkan diri sebagai Presiden di Pilpres tahun 2014 yang akan digelar sebentar lagi. Daaaan ternyata.. para investor pasar modal menanggapi kabar ini dengan sangat antusias! Hanya satu atau dua menit setelah pencapresan Jokowi diumumkan, IHSG melaju dengan sangat kencang hingga secara dramatis ditutup menguat 3.2 persen! Atau tertinggi sepanjang tahun 2014, padahal sebelumnya IHSG sempat turun hingga 1%.