Buku Kumpulan Analisis Saham-saham Pilihan edisi Kuartal II 2017 ('Ebook Kuartalan') akan terbit hari Senin, 7 Agustus mendatang. Anda bisa memperolehnya dengan cara preorder disini.

Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA)

Sepanjang akhir pekan kemarin gak ada pemberitaan yang lebih heboh di bursa selain cerita tentang Tiga Pilar Sejahtera Food (AISA), dimana perusahaan dituding telah menjual beras  yang dioplos dengan beras bersubsidi pada harga premium, sehingga dianggap merugikan masyarakat banyak, dan itu langsung berdampak negatif bagi sahamnya: Jumat kemarin AISA ditutup auto reject di level 1,205, dan pada Senin pagi ini, ketika artikel ini ditulis, dia sudah turun lagi ke level 900-an. Pertanyaannya tentu, ini peluang apa bukan??

Ebook Analisis Kuartal II 2017

Dear investor, seperti biasa setiap kuartal alias tiga bulan sekali, penulis membuat buku elektronik (ebook, dengan format PDF) yang berisi kumpulan analisis fundamental saham, yang kali ini didasarkan pada laporan keuanga para emiten untuk periode Kuartal II 2017. Ebook ini diharapkan akan menjadi panduan bagi anda (dan juga bagi penulis sendiri) untuk memilih saham yang bagus untuk trading, investasi jangka menengah, dan panjang.

Cara Average Down & Average Up

Melanjutkan artikel minggu kemarin berjudul ‘Kenapa Saham Murah Masih Turun?’ (ini link-nya, kalau belum baca sebaiknya baca dulu), ada satu pertanyaan bagus: ‘Seperti yang sudah dijelaskan di artikelnya, ketika kita membeli saham bagus pada harga murah, maka bukan berarti saham tersebut akan langsung naik, melainkan bisa saja naiknya lama kemudian, atau malah justru turun dulu. Pertanyaannya, kalau dia turun dan saya hendak average down, maka bagaimana strateginya? Sebaliknya kalau sahamnya langsung naik tak lama setelah saya membelinya, padahal saya baru beli sedikit, maka bagaimana strateginya kalau saya mau average up?

Kenapa Saham Murah Kok Masih Turun??

Pada sesi kelas value investing di Jakarta, 8 Juli kemarin, salah seorang peserta bertanya, ‘Pak Teguh, kalo dari rumus cara menghitung valuasi saham yang diberikan, maka kelihatan bahwa saham Telekomunikasi Indonesia (TLKM) terbilang sudah mahal pada harga 4,000-an. Tapi kenapa kok sahamnya masih naik terus dalam beberapa bulan terakhir ini?’

Prospek Saham-Saham Properti

IHSG menutup hari perdagangan pertama setelah libur panjang lebaran dengan naik 1.4% pada Senin 3 Juli kemarin ke posisi 5,910, sehingga dengan demikian IHSG sudah naik 11.6% sejak awal tahun 2017, atau cukup signifikan (dan ini sesuai dengan analisa kita di awal tahun, anda bisa baca lagi artikelnya disini). Namun seperti juga di tahun-tahun sebelumnya, selalu ada saja saham-saham di sektor tertentu yang seperti ketinggalan kereta (baca: naiknya nggak setinggi kenaikan IHSG), atau bahkan malah turun.

Beli Saham Tidak Likuid: Jualnya Gimana?

Pada sesi kelas value investing di Surabaya, 10 Juni kemarin, salah seorang peserta bertanya, ‘Pak Teguh, kalau dari contoh-contoh saham yang dipilih menggunakan metode value investing yang ditunjukkan, beberapa diantaranya merupakan saham kecil yang tidak likuid. Pertanyaannya, kalau kita beli saham tidak likuid tersebut, nanti jualnya gimana? Khawatirnya meskipun sahamnya kemudian memang naik tinggi, tapi tetep aja gak ada yang pasang bid sehingga gak bisa dijual, dan alhasil keuntungan yang diperoleh nggak bisa direalisasikan.

Right Issue BUMI: Memperoleh Pernyataan Efektif dari OJK. What’s Next?

Di artikel dua minggu lalu (ini link-nya) tentang rencana right issue Bumi Resources (BUMI), tepatnya mengenai perubahan pada penerbitan obligasi wajib konversi (OWK) yang kemudian menyebabkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunda memberikan pernyataan efektif alias persetujuannya terhadap right issue tersebut, penulis mengatakan bahwa artikel tersebut nanti akan ada lanjutannya lagi. Karena cerita bahwa right issue BUMI ini belum memperoleh restu dari OJK, itu barulah satu dari sekian banyak drama yang terjadi di sekitar saham yang dulunya pernah disebut-sebut sebagai ‘saham sejuta umat’ ini.

Seminar Value Investing, Jakarta, 8 Juli 2017

Dear investor, penulis (Teguh Hidayat) menyelenggarakan training/seminar/workshop investasi saham dengan tema ‘Value Investing – Buy at Lowest Price, Sell at Highest’, di Jakarta. Acara ini juga merupakan kesempatan untuk gathering bagi teman-teman sesama investor saham di Jakarta dan sekitarnya (atau dari luar kota juga boleh hadir). Berikut keterangan selengkapnya:

Uang THR Buat Beli Saham? Why Not??

Salah satu moment yang ditunggu-tunggu oleh hampir semua orang menjelang lebaran, terutama mereka yang bekerja sebagai pegawai negeri ataupun swasta, adalah pemberian Tunjangan Hari Raya alias THR. Nah, kalau jaman dulu, pemberian THR ini sangat penting karena bisa membuat satu keluarga yang sehari-harinya mungkin hanya makan tahu dan tempe saja, maka khusus pada hari lebaran mereka bisa makan daging dan juga beli pakaian yang bagus-bagus. Tapi bagaimana dengan jaman sekarang?

Bumi Resources: Obligasi Wajib Konversi??

Jika mengacu pada jadwal, right issue Bumi Resources (BUMI) seharusnya sudah memperoleh pernyataan efektif/persetujuan dari OJK pada tanggal 26 Mei kemarin. Namun hingga ketika artikel ini ditulis ternyata belum ada pernyataan efektif apapun, sehingga wajar jika kemudian timbul pertanyaan: Apakah OJK tidak setuju dengan pelaksanaan right issue tersebut, atau bagaimana? Keragu-raguan investor juga tercermin pada pergerakan saham BUMI yang pada satu waktu naik signifikan, tapi di waktu yang lain turun signifikan pula.