Pengumuman: Buku Kumpulan Analisis Saham berdasarkan Kinerja para emiten periode Kuartal III 2014 ('Ebook Kuartal III') akan terbit hari Senin, tanggal 10 November mendatang. Anda bisa memperolehnya dengan cara pre-order disini.

Kalkulator untuk Menghitung Nilai Intrinsik

Beberapa waktu lalu penulis menyajikan artikel tentang cara menghitung nilai intrinsik saham. Dan tak lama kemudian, penulis menerima banyak usulan dari teman-teman agar penulis membuatkan semacam alat atau kalkulator agar para investor bisa menghitung nilai intrinsik tersebut secara praktis. Karena itulah, penulis kemudian membuat ‘kalkulator’ dalam bentuk Microsoft Excel, dimana dengan kalkulator ini anda tinggal memasukkan angka-angka yang diperlukan, kemudian nanti hasilnya (nilai intrinsiknya) akan keluar dengan sendirinya.

Anda bisa mendownload kalkulator tersebut disini, gratis! Jangan lupa untuk menghilangkan tanda centang pada kotak 'download with ziddu accelerator', kalau nggak nanti anda download-nya file .exe. Jika anda tidak bisa mendownloadnya, maka anda bisa mengirim email ke teguh.idx@gmail.com dengan subjek 'kalkulator intrinsik', dan penulis akan mengirim kalkulatornya ke alamat email anda (file-nya kecil, cuma 20 KB). Tidak ada biaya untuk ini, tetap gratis.

Dan karena kalkulator ini bersifat free, maka anda juga diperbolehkan meng-sharing-nya kepada teman-teman anda sesama investor. Berikut screenshot/tampilan kalkulatornya, klik gambar untuk memperbesar.


Btw, berikut adalah beberapa hal yang perlu dicatat sebelum anda menggunakan kalkulator diatas:

  1. Ingat bahwa tidak semua saham bisa dihitung nilai intrinsiknya. Malah, dari sekitar 400-an saham di BEI, hanya sebagian kecil diantaranya yang memenuhi syarat agar nilai intrinsiknya bisa dihitung. Untuk mengetahui syarat-syarat apa saja yang harus dipenuhi sebuah saham agar nilai intrinsiknya bisa dihitung, baca lagi artikel tentang nilai intrinsik disini.
  2. Nilai intrinsik merupakan angka yang subjektif, dimana hasil perhitungannya bisa berbeda-beda tergantung asumsi-asumsi yang digunakan. Karena itulah, ketika anda menggunakan kalkulator ini dan memperoleh hasil bahwa nilai intrinsik saham A adalah 1,000, misalnya, maka bukan berarti nilai intrinsik saham A tersebut sudah pasti 1,000 juga, melainkan bisa lebih tinggi atau lebih rendah. Sehingga dalam hal ini, maka seperti biasa, disclaimer is on.
  3. Gunakan data-data dari laporan keuangan tahun penuh, bukan laporan keuangan kuartalan. Ketika artikel ini ditulis, laporan tahun penuh yang terakhir adalah yang untuk tahun 2012.
  4. Jika laporan keuangan perusahaan dalam mata uang US Dollar, maka angkanya bisa dikonversi dulu ke Rupiah dengan cara dikali kurs (Rp10,200 per US$).
Sementara cara menggunakan kalkulatornya bisa anda baca di kalkulator itu sendiri. Penulis berupaya mendesain kalkulator ini se-user friendly mungkin. Namun bila anda menemui kesulitan, maka anda bisa bertanya kepada teman anda sesama investor/trader, yang mungkin lebih mengerti.

Berikut ini adalah contoh penggunaan kalkulatornya, dalam hal ini untuk menghitung saham Bank BRI (BBRI). Sebelumnya, kita cek dulu apakah BBRI ini memenuhi syarat untuk bisa dihitung nilai intrinsiknya:
  1. Punya kinerja konsisten, setidaknya dalam lima tahun terakhir? Ya. Dalam kurun waktu 2008 - 2012, BBRI selalu mencatat kenaikan ekuitas dan juga laba bersih, dan tidak pernah mencatat laba minus alias rugi (Catat bahwa untuk saham-saham yang lain, terkadang laba perusahaannya mengalami naik turun dalam lima tahun terakhir. Tapi selama perusahaan tersebut tidak sampai mencatat kerugian, maka dia juga boleh dibilang memenuhi syarat pertama ini, meski tentu, anda sebaiknya memilih saham yang kinerja/labanya naik terus tanpa pernah turun).
  2. Memiliki Return on Equity (ROE) yang besar, dalam hal ini 10% atau lebih? Ya. Terakhir pada tahun 2012, ROE BBRI tercatat 38.7%. Pada tahun-tahun sebelumnya, ROE BBRI juga rata-rata segitu.
  3. Utangnya kecil, atau dalam hal ini struktur permodalannya kuat? Ya. Pada tahun 2012 BBRI mencatat CAR (capital adequacy ratio) sebesar 17.0%, jauh diatas batas minimum CAR yang ditetapkan oleh Bank Indonesia/BI sebesar 11%, yang itu berarti jumlah modal BBRI masih cukup tinggi dibanding jumlah utang/kewajibannya.
Dengan demikian, BBRI memenuhi syarat.

Sekarang kita masukkan angka-angkanya. Pada kolom equity, masukkan angka ekuitas/modal bersih BBRI per akhir tahun 2012, yakni Rp64,882 milyar (jangan lupa, angkanya harus dalam milyar Rupiah, sehingga angka yang dimasukkan ke kalkulatornya adalah 64,882). Di kolom shares volume, masukkan angka jumlah saham BBRI (modal ditempatkan dan disetor penuh), yakni 24,669 juta lembar (angkanya harus dalam jutaan lembar). Di kolom EPS, masukkan EPS BBRI, yakni 779.

Kemudian kita hitung CAGR (compounded annual growth rate), interest rate, dan MOS (margin of safety). Pada kolom laba awal (2008), masukkan angka laba bersih BBRI di tahun 2008, yakni Rp5,958 milyar (angkanya jangan lupa harus dimasukkan dalam milyar Rupiah, jadi yang anda ketik di kalkulatornya adalah 5,958). Sedangkan pada kolom laba akhir (2012), masukkan angka laba bersih BBRI di tahun 2012, yakni 18,687.

Lalu pada kolom BI Rate, masukkan angka BI Rate yang terakhir, misalnya 6.50. Dan pada kolom current price (untuk menghitung MOS), masukkan angka posisi terakhir saham BBRI, katakanlah 8,150.

Dengan demikian semua kolom sudah terisi, dan kolom nilai intrinsik serta MOS-nya akan sudah terisi secara otomatis, dimana kita akan memperoleh nilai intrinsik BBRI adalah 28,426, dan MOS-nya adalah 248.8%. Silahkan dicek.

However, jika anda perhatikan cara perhitungan di kalkulatornya, nilai intrinsik BBRI bisa menjadi sangat besar begitu karena growth rate-nya sangat tinggi, yakni mencapai 33.1% per tahun (berdasarkan CAGR-nya dalam lima tahun terakhir) berturut-turut selama sepuluh tahun kedepan, dan itu adalah angka yang sangat optimis. Warren Buffett sendiri dalam menghitung nilai intrinsik saham menyarankan agar kita bersikap realistis, dimana meskipun sebuah perusahaan mencatat kinerja dan pertumbuhan yang luar biasa di masa lalu, namun untuk kedepannya kita jangan mengasumsikan begitu saja bahwa perusahaan tersebut akan kembali mencatat prestasi yang sama. Bagi Buffett, growth 15 - 20% per tahun sudah cukup baik.

Karena itulah, jika kita menganggap bahwa growth rate yang konservatif bagi BBRI ini adalah 15%, atau maksimal 20% per tahun, maka nilai intrinsik yang dihasilkan juga akan menjadi lebih realistis. Sekarang kita coba, silahkan anda masukkan angka 15 atau 20 di kolom CAGR (angka laba awal dan laba akhirnya bisa dikosongkan dulu). Hasilnya nilai intrinsik BBRI akan menjadi masing-masing 11,747 dan 14,793, sementara MOS-nya akan menjadi masing-masing 44.1 dan 81.5%. Dengan demikian, kita bisa bisa katakan bahwa nilai intrinsik BBRI berdasarkan asumsi konservatif, adalah somewhere between 11,747 and 14,793.

Lalu bagaimana kalau CAGR perusahaan dalam lima tahun terakhir kurang dari 15%? Ya gak papa, berarti growth rate-nya bisa pakai angka CAGR tersebut (gak usah dikurangi lagi).

Demikian, untuk saham-saham lainnya bisa anda coba sendiri. Semoga bermanfaat!
Share artikel ini melalui (klik salah satu): Facebook Twitter Linkedin

11 komentar:

Anonim mengatakan...

MANtAP pak TEguh, bisa di buat kan Kalkulator untuk harga wajar SAHAM juga pak ?

Dickson Ngadimin mengatakan...

Terima Kasih atas bantuan dalam bentuk calculatornya mas Teguh.

Ilham Negara mengatakan...

maaf mas teguh, kok book valuenya dikali 1000 yah, hasil nilai intrinsiknya jadi kegedean nih mas..

CMIIW

terima kasih

Teguh Hidayat mengatakan...

Iya pak, rumusnya bener kok dikali seribu. Jangan lupa masukkan angka equity-nya dalam milyar Rupiah, dan shares volume-nya dalam jutaan lembar (bukan milyaran lembar)

Anonim mengatakan...

maaf pak menanggapi saham yg nilainya 50 harap ditutup aja sama bapepam dan perusahaan dinyatakan pailit uangnya di kembalikan ke nasabah, nanti nasabah yg masuk beli saham angka 50 jadi korban perampokan akibat dipailitkan, uang nasabah hilang kalah main.. saham BTEL, UNSP, ELTY, DEWA, KARK, CPRO, SIPD, STAR, BCIC, ASIA, MAMI, BNBR dll .. ini setor uang ratusan juta hilang kena sistem bapepam

Anonim mengatakan...

Mas Teguh, bs minta tlg untuk diksh 1 contoh perhitungan sahamnya. agar kita bs coba sendiri perhitungan saham yang lainnya.

thanks atas sharingnya mas Teguh :)

Anonim mengatakan...

Mas Teguh, kalau dilihat dari perhitungan di atas menggunakan EPS sebagai datanya, sementara ada yang menggunakan free cash flow. Mana yang lebih akurat ? Tq.

Anonim mengatakan...

Mas Teguh, angka di kolom equtity dan share volume kok nggak pengaruh di perhitungan nilai intrinsic? saya coba ganti ke angka berapun nggak merubah nilai intrinsiknya. Apa memang begitu?

Teddy Pangestu mengatakan...

Mas Teguh,
apakah kalkulator ini dapat dipergunakan untuk perusahaan yang belum genap 5 tahun berada di lantai bursa?

Winson Susanto mengatakan...

pak teguh , untuk kolom laba bersih 2008 sm 2012
Terkadang di laporan keuangan gak di tulis laba bersih nya .
Yg ada laba komprehensif , laba bruto sama laba yg bisa di distribusikan ke pemegang saham .
Jdi kita pake laba yg mana?

Dharma Surya mengatakan...

Terima kasih Mas Teguh, Blog Anda sangat bermanfaat sekali buat saya, dan mungkin buat orang lain juga. Teruslah menulis dan berbagi ilmu yg mungkin orang lain tidak tahu. God bless you, salam dari Pku :)