Tahun 2023 Indonesia Gelap+Resesi? Kata Siapa?

Pada bulan Oktober 2022 lalu, kalau anda masih ingat, ada banyak berita serta postingan influencer di media sosial yang, dengan argumennya masing-masing, menyebut bahwa Indonesia dan juga dunia akan mengalami resesi ekonomi di tahun 2023 nanti. However, penulis sendiri ketika itu termasuk yang berpendapat sebaliknya, yakni bahwa Indonesia akan aman-aman saja. Analisa selengkapnya bisa dibaca lagi disini, dimana artikelnya diposting juga pada bulan Oktober 2022.

***

Ebook Investment Planning berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi terbaru Kuartal II 2023 akan terbit 8 Agustus, dan sudah bisa dipesan disini. Tersedia diskon preorder, serta gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio, langsung dengan penulis.

***

Dan memang sampai dengan sekarang yakni bulan Juli 2023, ekonomi nasional serta global masih aman-aman saja, dan gak ada cerita resesi atau apapun. Perhatikan: Pertumbuhan ekonomi Indonesia sampai Kuartal I 2023 masih stabil diatas 5%, inflasi terus melandai dan terakhir tinggal 3.52% (dari puncaknya 5.95% di bulan September 2022), pengangguran juga turun ke 5.45% (dari puncaknya 7.07%), dan Rupiah stabil dibawah Rp15,000 per USD. Memang IHSG sendiri sampai hari ini masih belum kemana-mana, dan justru cenderung turun, tapi penulis melihat itu karena banyaknya saham IPO pada valuasi tinggi yang ujung-ujungnya turun dan akhirnya menyeret IHSG untuk ikut turun saja. Tapi jika yang kita lihat adalah ekonomi sektor riil di lapangan, maka secara umum tidak ada masalah apa-apa, sama sekali. Termasuk ketika pada bulan Maret 2023 lalu pasar saham di seluruh dunia, termasuk Indonesia, anjlok karena kepanikan investor menyusul bangkrutnya Silicon Valley Bank (SVB) di Amerika Serikat, maka seperti yang penulis bahas disini, peristiwa itu ternyata benar tidak berdampak apa-apa ke Indonesia.

Kemudian yang menarik adalah, beberapa bulan sebelum viral cerita ‘2023 Indonesia gelap’, maka pada sekitar bulan Juli 2022 (setahun lalu), juga muncul banyak berita dan kekhawatiran bahwa Amerika Serikat akan resesi, yang kemudian memicu anjloknya bursa Wallstreet ketika itu. Namun salah seorang hedge fund manager asal AS bernama Bill Ackman, yang pada saat itu diperkirakan memiliki net worth $2.8 miliar versi Majalah Forbes, memiliki pendapat yang sepenuhnya berbeda, dimana ia melalui akun Twitter pribadinya menjelaskan bahwa Amerika tidak akan resesi, lengkap dengan poin-poin analisanya. Anda bisa baca lagi ulasannya disini. Dan ternyata benar: Amerika Serikat sampai hari ini tidak mengalami resesi. Menariknya lagi, barusan penulis googling, pada hari ini (Juli 2023) nilai kekayaan Bill Ackman diperkirakan mencapai $3.6 miliar, aka tumbuh sekitar $800 juta dibanding setahun sebelumnya, thanks to keputusannya setahun lalu untuk tetap tenang dan terus belanja saham-saham bagus, yakni ketika investor lain justru panik dan kabur dari bursa saham.

Twit Bill Ackman di bulan Juli 2022

Okay Pak Teguh, lalu apa yang sebenarnya ingin anda sampaikan disini? Ini nih: Pada tulisan tentang Bill Ackman diatas, saya mengatakan bahwa pendapat Mr. Ackman tentang apakah Amerika bakal resesi atau tidak penting untuk kita catat, karena 1. Sebagai investor asal Amerika itu sendiri maka ia lebih paham situasi di lapangan ketimbang kita sebagai investor luar, dan 2. Mr. Ackman memiliki track record investasi yang sangat baik, dan makanya ia sukses menjadi seorang billionaire.

Jadi maksud penulis adalah, ketika di bulan Juni – Juli 2022 lalu ramai cerita bahwa Amerika akan resesi, maka di media serta media sosial ada buanyak sekali analis, investor, pengamat, hingga influencer yang menyampaikan opininya terkait topik resesi tersebut. Tapi kenapa saya hanya percaya Mr. Ackman, bahkan meski pendapatnya beda sendiri dengan pendapat orang kebanyakan? Ya karena cuma orang ini beneran banyak duitnya! Dan cuma dia yang terbukti profit konsisten dalam jangka panjang dari investasinya di saham, obligasi dll. Sehingga meski Bill Ackman tidak sepopuler para influencer yang aktif di berbagai platform media sosial (Mr. Ackman hanya aktif di Twitter, itupun dia jarang nge-tweet), namun penulis menganggap bahwa ia lebih paham luar dalam tentang topik resesi ini dibanding orang lain. Sayangnya kebanyakan orang lebih percaya influencer, karena memang para influencer ini memiliki kemampuan luar biasa dalam hal membuat konten medsos dengan tampilan visual dan audio yang menarik dan bikin orang awam penasaran, dan alhasil konten-kontennya mudah untuk viral, bahkan meski bisa jadi informasinya keliru/tidak akurat.

Nah, tapi setelah membaca tulisan diatas, maka anda sekarang mengerti bahwa ada dua jenis ‘pakar investasi’ di internet: 1. Mereka yang mahir membuat konten menarik+viral dengan topik investasi (content creator), dan alhasil punya banyak pengikut di medsos namun track recordnya tidak jelas, dan 2. Mereka yang mungkin tidak terlalu aktif di media sosial namun sudah terbukti memiliki track record kinerja investasi yang konsisten profit dalam jangka panjang (investor). Memang kadang ada juga investor handal sekaligus content creator/influencer terkenal. Tapi jika harus mengikuti salah satunya, maka anda sekarang sudah tahu harus ikut pendapat yang mana. Yang penting ingat kata kuncinya: Track record.

Okay Pak Teguh, lalu bagaimana prediksinya untuk tahun pemilu 2024 nanti? Apakah ekonomi tetap akan tumbuh dan IHSG serta saham-saham kali ini akan naik, atau masih sama saja gak kemana-mana seperti sekarang? Terus saham apa saja yang bagus? Well, karena itu sudah beda topik maka itu akan kita bahas minggu depan.

***

Ebook Investment Planning berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi terbaru Kuartal II 2023 akan terbit 8 Agustus, dan sudah bisa dipesan disini. Tersedia diskon preorder, serta gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio, langsung dengan penulis.

Dapatkan postingan terbaru dari blog ini via email. Masukkan alamat email anda di kotak dibawah ini, lalu klik subscribe

Komentar

ARTIKEL PILIHAN

Ebook Investment Planning Kuartal II 2024 - Terbit 8 Agustus

Live Webinar Value Investing Saham Indonesia, Sabtu 20 Juli 2024

Indo Tambangraya Megah: Masih Royal Dividen?

Prospek Saham Samudera Indonesia (SMDR): Bisakah Naik Lagi ke 600 - 700?

Mengenal Investor Saham Ritel Perorangan Dengan Aset Hampir Rp4 triliun

Saham Telkom Masih Prospek? Dan Apakah Sudah Murah?

Prospek IPO Barito Renewables Energy (BREN): Lebih Cuan dari PGEO?