Panic Selling, Round 2!

Hari ini pasar dibuka anjlok 2.0% ke posisi 4,037, dan bukan tidak mungkin sore nanti IHSG bisa ditutup di posisi three years low dibawah 4,000. So it is official guys, we are in the panic selling round two! Saat ini penulis sedang membuat artikel untuk minggu ini, namun sembari menunggu, mari kita dengar apa komentar anda soal kondisi pasar dalam seminggu terakhir ini, yang dengan sangat cepat turun dari 4,400-an hingga sekarang sebentar lagi tembus dibawah 4,000. Intinya, what happen? IHSG bisa turun sampai posisi berapa? Are we in despair yet? Anda bisa menulisnya melalui kolom komentar dibawah.


Komentar

Unknown mengatakan…
Panic selling round 2 ini terjadi karena rupiah yg jg dengan cepat naik dan tidak mungkin dalam waktu dekat ini rupiah bisa ke 15.000..apa benar pak Teguh? Terima kasih :)
Unknown mengatakan…
Sya yg pertama kali kuatir akan kondisi ini. Pertama krisis cina sudah lewat, fed rate tetap.
Tapi ihsg masih lanjut melemah. Sedang sya sudah masuk ke saham dgn kondisi 65%. What happen, we are in krisis ekonomi global. I think that.
Anonim mengatakan…
mungkin kali ini yg membuat orang jd putus asa pak Teguh, PANIC SELLING II..
Anonim mengatakan…
Abis panic selling, trus panic buying. Market selalu begitu. Ingat pesen opa benjamin graham. "Most of the time common stocks are subject to irrational and excessive price fluctuation in both directions as the consequence of the ingrained tendensy of most people to speculate or gamble"
Unknown mengatakan…
siap siap belanja...
Unknown mengatakan…
Kalo market panic selling, ya saya panic bongkar celengan Pak..

Kita engga bisa nebak bottom market dimana, yg ada kita kembali ke fundamental perusahaannya.. So far yg saya pegang sesuai dengan tujuan investasi saya di saham..

Jadi kalo lagi pannic selling ya saya panic buying (kalo ada duit) 😹

Kalo saat panic selling gini kita baru sadar pentingnya money management.. :)
Unknown mengatakan…
Utk saham TAXI kenapa anjlok sampai harga 290 ya pak Teguh? Apakah karena ada masalah dgn perusahaan, atau hanya karena grup Express pny hutang USD yang sangat besar saja?

ARTIKEL PILIHAN

Price Earning Ratio dan Price to Book Value

Special Report: Menggali Laporan Keuangan Hanson International

Membedah Laporan Keuangan Jiwasraya

Seminar: Berburu Saham ‘Mutiara Terpendam’

Peluang Mutiara Terpendam di Saham Batubara

Kasus Jiwasraya & Bumiputera, dan Saham Gorengan

Hanson International vs OJK