Daftar Saham Yang Diuntungkan Program MBG
Pak Teguh langsung saja, apakah ada saham tertentu di BEI yang diuntungkan oleh program makan bergizi gratis (MBG)? Terima kasih
***
Ebook Investment Planning berisi kumpulan 25 analisa saham pilihan edisi terbaru Q4 2025 sudah terbit dan sudah bisa dipesan disini, gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio langsung dengan penulis. Tersedia juga edisi sebelumnya yang bisa dipesan pada harga diskon.
***
Jawab:
Jawaban singkatnya, ada pak. Jadi begini, pertama-tama kita kesampingkan dulu isu menu makan bergizi gratis yang justru ‘tidak bergizi’ yang banyak beredar di media sosial, dan mari kita lihat lagi standar menu MBG yang sudah disusun oleh Badan Gizi Nasional (BGN), sebagai berikut:
- Nasi dan lauk pauk berupa ayam, telur, dan/atau ikan, dilengkapi sup sayur, buah-buahan, dan susu
- Makanan ringan, seperti roti, kerupuk, tahu tempe kering, dan biskuit wafer
- Menu tambahan, seperti kacang-kacangan, minuman teh/jus buah, dan salad.
Sebelumnya, karena saya sendiri kebetulan punya anak usia sekolah, maka saya bisa lihat langsung bahwa meskipun MBG yang diterima terkadang tidak sesuai standar (pernah cuma dapet roti tawar dan pisang buat dua hari MBG), tapi di hari-hari lainnya maka menu tersebut terbilang memenuhi standar BGN seperti yang disebut di atas, dengan rincian: Nasi, ayam atau telur atau ikan, buah potong, susu cair UHT, dan tumis sayur. Demikian pula kalau saya ngobrol dengan para orang tua lainnya, maka mereka juga mengaku bahwa, meski tidak selalu, tapi anak-anak mereka menerima MBG di sekolahnya dengan menu yang sesuai standar BGN. However, meskipun bapak kepala BGN pernah melapor ke Presiden Prabowo bahwa mereka menyediakan satu ekor sapi potong di setiap dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), tapi anak-anak saya tidak pernah memperoleh menu daging sapi tersebut di sekolahnya. Paling banter ya cuma daging ayam saja.
Nah, jadi kalau bapak perhatikan maka ada beberapa jenis menu yang disebut diatas yang diproduksi oleh perusahaan Tbk, sebagai berikut. Sebelumnya mungkin perlu dicatat bahwa perusahaan yang ikut dapat ‘job’ dari MBG ini gak cuma perusahaan makanan dan minuman (mamin) saja, tapi juga perusahaan produsen alat-alat dapur, perusahaan kontraktor (untuk merombak rumah tinggal menjadi dapur SPPG), perusahaan transportasi untuk antar jemput MBG ke sekolah dll. Tapi agar tidak melebar kemana-mana maka kita fokus ke perusahaan mamin saja:
- Nasi alias beras: Buyung Poetra Sembada (HOKI), dan Wahana Inti Makmur (NASI).
- Roti: Nippon Indosari Corpindo (ROTI)
- Makanan dan minuman ringan: Mayora Indah (MYOR), Garudafood (GOOD), Indofood CBP (ICBP), Jaya Swakarsa Agung (TAYS).
- Ayam, telur, dan olahannya: Japfa Comfeed (JPFA), Charoen Pokphand (CPIN), Malindo Feedmill (MAIN)
- Ikan dan udang: Central Proteina Prima (CPRO), Era Mandiri Cemerlang (IKAN),
- Susu: Ultrajaya (ULTJ), Diamond Food (DMND), Cimory (CMRY)
Okay, lalu apakah dengan demikian semua saham-saham yang disebut di atas otomatis diuntungkan oleh MBG? Well, tentunya tidak sesederhana itu, karena untuk menu nasi, misalnya, maka sebagian besar dapur SPPG mengambil pasokan beras dari Perum Bulog, atau langsung dari petani di sentra-sentra produksi beras di Indonesia, jadi bukan dari perusahaan swasta seperti HOKI atau NASI (atau kalaupun ada ambil maka sedikit saja). Demikian pula untuk menu roti, makanan, dan minuman ringan, maka diprioritaskan diambil dari UMKM dan produksi rumahan, bukan perusahaan swasta besar.
Sehingga, kalau kita ingin tahu menyaring yang mana dari saham-saham di atas yang turut ‘kecipratan’ profit dari MBG, maka kata kuncinya adalah: Pangsa pasar. Yup, perusahaan yang bersangkutan haruslah menguasai pangsa pasar di bidangnya, syukur-syukur berstatus sebagai market leader, sehingga BGN dan dapur SPPG mau tidak mau harus membeli dari mereka, karena tidak ada pilihan lainnya lagi. Nah, jadi dalam hal ini saya langsung notice dua nama. Yang pertama CPIN, karena dia pemimpin pasar di bidang pakan ayam (SPPG mungkin beli ayam dan telur dari peternak rakyat, tapi peternak ini beli pakan ayam dari CPIN), dan yang kedua ULTJ, yang merupakan pemimpin pasar di bidang susu cair ultra high temperature (UHT). Jadi saya coba pelajari lagi ULTJ ini, dan ternyata benar bahwa sejak bulan Juli 2025 lalu, perusahaan memproduksi ‘susu sekolah’ untuk program MBG, dimana penjualan produk susu sekolah ini berkontribusi sekitar 2.1% dari total pendapatan perusahaan hingga akhir tahun 2025. Berikut informasinya dari materi public expose ULTJ, klik untuk memperbesar:
However, untuk CPIN maka saya tidak memperoleh konfirmasi bahwa perusahaan turut diikutsertakan dengan program MBG ini, yang mungkin karena itu tadi: Dapur SPPG lebih banyak beli ayam dari peternak rakyat, bukan dari korporasi besar seperti CPIN ini. Nah, tapi ketika saya coba cek perusahaan pakan ayam terbesar kedua di Indonesia, yakni JPFA, maka dari public expose terakhir di bulan September 2025, perusahaan mengakui bahwa mereka ada menyuplai bahan baku ke sejumlah dapur SPPG, baik secara langsung maupun melalui koperasi, dan bahwa dengan adanya MBG ini jelas memberikan dampak positif bagi Japfa. Ingat sekali lagi bahwa, kalaupun SPPG beli ayam dari peternak rakyat, maka peternak ini beli pakan ayam dari CPIN dan JPFA, yang masing-masing memegang 37% dan 21% pangsa pasar pakan ayam di Indonesia.
Kesimpulannya, yep, kita dapat setidaknya dua nama disini: ULTJ, dan JPFA. Dan memang kalau bapak cek kinerja terakhir kedua perusahaan di tahun penuh 2025, maka baik itu ULTJ dan juga JPFA mencatat kenaikan laba bersih yang cukup signifikan (19% dan 33%) dibanding tahun penuh 2024, meskipun perlu dicatat bahwa program MBG kemungkinan belum berkontribusi signifikan terhadap kenaikan kinerja tersebut, dimana seperti disebut diatas, sampai dengan akhir tahun 2025 maka produk susu sekolah baru menyumbang 2.1% dari total pendapatan ULTJ.
Nah, tapi itu di tahun 2025 kemarin, jadi bagaimana prospeknya untuk tahun 2026 ini? Here we go: Di sepanjang tahun 2025, anggaran MBG tercatat Rp71 triliun, dengan realisasi serapannya sebesar Rp51 triliun. Lalu untuk 2026 ini? Anggarannya naik menjadi.. Rp335 triliun! Dan hebatnya lagi di tengah isu krisis energi dan penghematan anggaran seperti sekarang, maka Pemerintah sudah menegaskan bahwa anggaran MBG tidak akan dipotong, sama sekali. Nah, jadi kalau realisasi serapannya kita anggap Rp250 triliun saja, maka itu artinya naik lima kali lipat dibanding 2025. Jadi mungkin karena itulah Danantara kemarin ikut membangun peternakan ayam senilai Rp20 triliun, karena dengan anggaran MBG se-gigantic itu maka imbasnya permintaan akan daging ayam dan hasil olahannya akan jauh lebih besar dibanding kemampuan industri peternakan di Indonesia, termasuk dari perusahaan raksasa seperti CPIN dan JPFA, untuk menyuplai daging ayam itu sendiri. And, yes, saya juga tidak menampik kekhawatiran bahwa setengah dari anggaran itu mungkin ujungnya hanya akan muter-muter saja di circle para pejabat pemilik dapur SPPG. Tapi berhubung angka Rp335 triliun itu teramat-sangat besar, maka sisanya yang beneran sampai ke pihak swasta serta masyarakat umum tentunya masih sangat banyak. Contoh riilnya ya ULTJ tadi, yang jelas ikut dapat proyek meskipun owner-nya bukan orang partai.
Kesimpulannya, yep, meskipun kita baru akan bisa menilai seberapa besar
dampak program MBG terhadap kinerja ULTJ dan JPFA ketika nanti kedua perusahaan
merilis laporan keuangan untuk periode Q1 2026, bulan Mei nanti, tapi saya kira
kita sudah bisa cicil masuk dari sekarang, karena kalau kita lihat situasi di
lapangan maka secara teori kedua perusahaan ini memang sudah diuntungkan (harga
ayam naik terus, dan terjadi kelangkaan susu UHT karena diborong oleh SPPG). Dan
nanti kita lihat lagi perkembangannya, 3 – 6 bulan dari sekarang.
***
Ebook Investment Planning berisi kumpulan 25 analisa saham pilihan edisi terbaru Q4 2025 sudah terbit dan sudah bisa dipesan disini, gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio langsung dengan penulis. Tersedia juga edisi sebelumnya yang bisa dipesan pada harga diskon.

Komentar