Postingan

Menampilkan postingan yang sesuai dengan penelusuran untuk Harga saham BBCA per lembar

Apakah Investasi Saham Bisa Diwariskan? Bagaimana Caranya?

Gambar
Pada hari Jumat, 18 Agustus 2013, Bank BCA (BBCA) merilis keterbukaan informasi yang menyebutkan bahwa Presiden Direktur perusahaan, Bapak Jahja Setiaatmadja, menjual saham BBCA yang dimilikinya kepada kedua orang anaknya, yakni Elizabeth Ariestia dan Enrica Ariestia, sebanyak masing-masing 4 juta lembar pada harga Rp9,250 per saham, dengan tujuan hibah . Sehingga jumlah saham BBCA yang dimiliki oleh Bapak Jahja berkurang dari sebelumnya 40.8 juta, menjadi 32.8 juta lembar. Dari sini timbul pertanyaan, apa yang dimaksud dengan transaksi hibah dalam hal ini? Dan apakah ini bisa disebut sebagai warisan saham karena penerimanya adalah anak? *** Ebook Market Planning   edisi September 2023 yang berisi analisis IHSG, rekomendasi saham, info jual beli saham, dan update strategi investasi bulanan sudah terbit. Anda bisa  memperolehnya disini , gratis info jual beli saham, dan tanya jawab saham/konsultasi portofolio untuk member. *** Untuk menjawab itu maka pertama-tama kita kenalan...

Intiland Development

Gambar
Beberapa waktu lalu, tepatnya tanggal 9 Juni 2010, saya pernah merekomendasikan Bank BTN (BBTN) sebagai salah satu pilihan jangka panjang di blog ini. Ini link-nya: http://teguhidx.blogspot.com/2010/06/saham-saham-untuk-jangka-panjang.html . Ketika itu, BBTN masih berada di posisi 1,370. Dan sekitar dua bulan berikutnya, BBTN memang terus naik hingga menyentuh posisi 1,960 sebagai posisi puncaknya, pada 23 Juli. Namun setelah itu, BBTN cenderung bergerak turun. Dan ketika artikel ini ditulis, BBTN berada di posisi 1,820, atau sudah turun 7.14% dibanding posisi puncaknya. Apa yang terjadi?

Mengenal Investor Saham Ritel Perorangan Dengan Aset Hampir Rp4 triliun

Gambar
Pada hari Rabu, 7 Februari 2024 kemarin, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk., atau Bank BNI (BBNI) merilis laporan tahunan 2023, dimana disitu terdapat info menarik: Pada laporan komposisi 20 pemegang saham terbesar per tanggal 31 Desember 2023, maka pemegang saham terbesar ketiga di BBNI bukanlah fund asing ataupun perusahaan  asset management, melainkan hanya seorang investor retail individual asal Sidoarjo, Jawa Timur, dengan kepemilikan 678 juta lembar saham. Nah, lalu kenapa ini menarik? Karena ini nih: Ketika artikel ini ditulis, harga saham BBNI tercatat Rp5,750 per saham. Sehingga jika harga tersebut dikali 678 juta lembar, maka investor individual tadi memegang saham BBNI senilai.. Rp3.9 triliun! *** Ebook Investment Planning berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi terbaru  Q4 2023 sudah terbit, dan sudah bisa dipesan disini , gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio, langsung dengan penulis. *** Okay, lalu siapa nama lengkap dari investor ter...

Saham Terbaik dari Sisi Pertumbuhan Riil Perusahaan

Gambar
Jika anda hendak berinvestasi di pasar saham melalui reksadana, maka salah satu indikator utama yang dipakai dalam menentukan reksadana mana yang terbaik adalah dengan melihat track record kinerjanya dalam jangka panjang, katakanlah lima tahun terakhir. Jika CAGR (compound annual growth rate, alias rata-rata pertumbuhan tahunan) dari suatu reksadana tercatat lebih baik dari kenaikan IHSG pada periode waktu yang sama, maka simpelnya bisa kita katakan bahwa reksadana tersebut memiliki kinerja yang bagus. Jika selisihnya terbilang besar, katakanlah rata-rata 17% per tahun sementara rata-rata kenaikan IHSG pada periode yang sama hanya 7% (sehingga selisihnya mencapai 10%), maka itu lebih bagus lagi.

May Effect: The Results

Gambar
IHSG diprediksi akan rebound 1-2% pada Senin ini, karena penurunan pada jumat kemarin sudah merupakan kali ketiga dalam seminggu terakhir. Dan sejauh ini prediksi tersebut masih akurat. Saat artikel ditulis, IHSG sudah naik 1.13% ke posisi 2,653. Dengan demikian, kita bisa mengatakan bahwa posisi IHSG di 2,623 pada penutupan jumat kemarin, sejauh ini merupakan posisi terendah IHSG sejak terjadinya terjadinya koreksi bulan Mei. Kemudian pertanyaannya, jika posisi terendah jumat kemarin dibandingkan dengan posisi puncak IHSG pada 30 April lalu, saham-saham apa saja yang sudah turun paling banyak sepanjang bulan Mei ini? Dan apa penyebabnya?

Prospek Saham Bank BRI Menjelang, dan Pasca Right Issue

Gambar
Hingga Kuartal II 2021, Bank BRI (BBRI) melaporkan laba bersih Rp12.5 trilyun, naik dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp10.2 trilyun. Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelum pandemi (2019), dimana ketika itu BBRI mencatat laba Rp16.2 trilyun, maka secara agregat kinerja BBRI masih turun dalam dua tahun terakhir, dan penyebab utamanya sama seperti yang juga dialami oleh bank-bank lain: Tingginya rasio kredit macet yang disebabkan oleh belum pulihnya kondisi ekonomi, yang memaksa BBRI membukukan kenaikan signifikan atas cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN). Yup, pada Q1 2020 ini, angka CKPN tersebut mencapai Rp18.8 trilyun, naik dua kali lipat dibanding Q2 2020 sebesar Rp9.4 trilyun, imbas dari persentase kredit macet atau non performing loan  BBRI yang masih agak tinggi yakni 3.3% gross, dan 0.9% net . *** Ebook Investment Planning   yang berisi kumpulan 30 analisa saham pilihan edisi  Kuartal II 2021 sudah terbit, dan...

Pendapat Saya Tentang Penutupan Kode Broker, dan Bandarmology

Gambar
Sebagai value investor, apa pendapat Pak Teguh tentang bandar saham? Benarkah di saham itu ada bandarnya, yang katanya mereka itulah yang mengatur naik turunnya harga saham tertentu? Bandar saham itu memang ada, dari dulu sudah ada, baik itu asing maupun lokal. Pada tahun 1997, salah seorang bandar saham paling legendaris di bursa, Benny Tjokrosaputro, pernah menggoreng/memanipulasi harga saham Bank Pikko, yang sekarang sudah bangkrut dan tidak terdaftar lagi di BEI, dan menimbulkan kerugian investor ritel yang tidak sedikit. Atas kasus tersebut, Bapepam-LK (yang sekarang bernama OJK), menjatuhkan hukuman denda Rp1 milyar ke Om Benny. Itu yang ketahuan, sedangkan yang tidak ketahuan lebih banyak lagi. Faktanya sekarang ini kalau kamu punya duit barang Rp30 – 40 milyar saja, maka kamu sudah bisa menggoreng saham-saham kecil tertentu sampai to the moon , lalu menggunakan medsos untuk nge-pompom para trader galau untuk membeli saham tersebut pada harga pucuk, dan setelah itu cuan. Jad...

Perbandingan Bank Mandiri, BRI, dan BCA

Gambar
Bank Mandiri (BMRI), Bank BRI (BBRI), dan Bank BCA (BBCA) sejak dulu merupakan tiga bank terbesar di Indonesia dari sisi nilai aset, dan sampai sekarang juga masih demikian. Pada akhir Kuartal II 2012, total aset dari ketiga bank tersebut tercatat Rp1,454 trilyun, atau mewakili sekitar 38.0% total aset perbankan di Indonesia per akhir Mei 2012. Bagi para pelaku pasar, saham dari ketiga bank tersebut selalu menarik untuk dipakai trading, karena likuiditasnya yang sangat bagus. Sekarang, bagaimana fundamentalnya?

Prospek IPO Bank Jabar Banten

Gambar
Sebagaimana yang sudah anda ketahui, salah satu Bank daerah yang paling populer, Bank Jabar Banten, akan menggelar IPO untuk 20% sahamnya yaitu sebanyak 1.8 milyar lembar saham dengan nominal Rp 250 per saham. IPO akan digelar pada tanggal 1, 2, dan 5 juli mendatang. Dan Bank Jabar Banten akan listing di bursa terhitung sejak 8 Juli 2010, dengan ticker BJBR (kalau ga salah). Bagaimana prospeknya? Layakkah dikoleksi?

Benarkah W. Buffett Jual Saham-Saham Perbankan? Ada Hubungannya dengan Penurunan BBRI dkk?

Gambar
Pada hari Rabu, 13 Mei, muncul berita di Barrons.com yang menyebutkan bahwa Berkshire Hathaway (BRK) telah menjual saham US Bancorp (USB), salah satu bank terbesar di Amerika Serikat (AS), senilai setidaknya $16.3 juta. Dengan penjualan ini, BRK masih memegang saham USB, namun persentase kepemilikannya berkurang dari tadinya 10% sekian menjadi tinggal 9% sekian. Berdasarkan peraturan dari SEC ( security and exchange commission, semacam OJK-nya AS), jika suatu individu/institusi memegang saham perusahaan tertentu sebanyak setidaknya 10% dari jumlah saham beredar, maka kalau institusi ini menambah atau mengurangi kepemilikannya di perusahaan itu tadi, mereka harus melaporkannya ke SEC. Tapi berhubung BRK sekarang pegang USB kurang dari 10% saham beredar, maka kalau besok-besok Warren Buffett (WB) hendak jual habis USB ini, ia tidak perlu melapor apa-apa lagi ke SEC.

Bank BRI

Gambar
Bank Rakyat Indonesia atau lebih akrab disebut Bank BRI (BBRI) merupakan bank terbesar kedua di Indonesia pada saat ini jika dilihat dari ukuran asetnya. Posisi tersebut baru saja diperoleh pada 1Q10 kemarin. Pada akhir 2009 lalu, BRI masih merupakan bank terbesar ketiga di Indonesia setelah Bank Mandiri dan BCA. Memangnya kinerja BRI pada 1Q10 ini sangat baik? Sangat baik sih nggak, tapi bisa disebut cukup baik. Mari kita cek.

Membedah Laporan Keuangan Jiwasraya

Gambar
Ketika Hendrisman Rahim terpilih sebagai direktur utama PT Asuransi Jiwasraya, tahun 2008, kinerja Jiwasraya di tahun tersebut tengah terpuruk dimana perusahaan hanya membukukan laba bersih Rp16 milyar, drop dari Rp34 milyar di tahun sebelumnya, sedangkan asetnya juga menyusut dari Rp5.1 menjadi Rp4.8 trilyun. Dan salah satu penyebabnya adalah karena stock market crash ketika itu dimana IHSG jeblok 50.1% sepanjang tahun 2008, yang otomatis menyebabkan Jiwasraya menderita rugi signifikan dari penempatan investasinya di saham, entah secara langsung maupun melalui reksadana.