Fundamental Is Back! Relaunching Grup Telegram Value Investing Avere Investama
Dear investor,
Pada awal tahun 2020 lalu, Avere Investama meluncurkan Grup Telegram EMP (Ebook Market Planning), yang menyajikan analisa pasar/IHSG, strategi investasi, serta open porto menggunakan rekening cermin dengan modal awal Rp1 miliar (tepatnya Rp991 juta), dimana member memperoleh notifikasi tentang saham-saham apa saja yang kami buy, hold, dan sell, lengkap dengan harga beli/jual, jumlah lot, serta trading plan-nya. Dan selama enam tahun berikutnya (hingga 2025), kami sukses cetak profit total +186.8% termasuk dividen (nilai porto tumbuh dari Rp991 juta menjadi Rp2,843 juta), berbanding kenaikan IHSG sebesar total +37.3% untuk periode waktu yang sama.
Berikut detail kinerja profit/loss kami dari tahun ke tahun. Untuk bukti
transaksi jual beli saham bisa dilihat disini: 2022,
2023,
2024,
dan 2025.
However, setelah kemunculan tren ‘saham konglo’ di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak tahun 2023 lalu yang kemudian berlanjut di tahun-tahun berikutnya, dimana pendekatan analisa fundamental/value investing yang kami gunakan tidak bisa diterapkan untuk menganalisa saham-saham tersebut, maka pada akhir 2025 lalu kami akhirnya memutuskan untuk menutup Grup Telegram EMP ini, termasuk rekening cermin diatas juga ditutup. Dan ini bukan karena kami gagal profit, karena faktanya di tahun 2025 itu Avere masih profit 29%. Melainkan karena kami melihat bahwa, selama saham-saham terbesar di BEI bergerak naik dan turun karena ‘digoreng bandar’ dan bukan karena perusahaannya beneran menghasilkan laba bersih yang besar, rutin bayar dividen dll, maka harus diakui bahwa pendekatan fundamental tidak lagi efektif untuk menghasilkan profit maksimal.
Hingga pada akhir Januari 2026 lalu, terjadi satu peristiwa penting: Morgan Stanley Capital International (MSCI) ikut menyoroti fenomena saham konglo ini, dimana mereka mengancam akan menurunkan pasar saham Indonesia dari emerging ke frontier market, kecuali jika pihak otoritas bursa memberikan informasi yang lebih lengkap terkait data kepemilikan saham dll, yakni agar MSCI tidak lagi memasukkan saham-saham konglo tersebut ke dalam indeks mereka. Dan meskipun setelah itu IHSG langsung crash gak karu-karuan dari 9,147 hingga kemarin mentok di 5,300, tapi seiring reformasi oleh BEI dan otoritas jasa keuangan (OJK) untuk memperbaiki tata kelola bursa, maka kami justru melihat ini semua sebagai momentum kembalinya ‘jurus’ fundamental di pasar saham Indonesia.
Karena itulah, setelah sebelumnya jual habis hampir seluruh saham lalu pindah ke Surat Berharga Negara (SBN), maka sejak bulan Mei – Juni 2026 kemarin kami belanja all in lagi, tentunya dengan tetap menggunakan analisa fundamental. Kemudian untuk mengetes apakah benar fundamental is back atau tidak, maka kami sengaja buka lagi rekening cermin di S****b** Sekuritas dengan modal awal Rp1 miliar, pada bulan Juni 2026 kemarin, dimana kami memilih sekuritas tersebut karena mereka bisa menyajikan data persentase kinerja profit dll secara detil dan jelas, sehingga kami tinggal ambil screenshot saja. Berikut bukti screenshot bahwa kami setor tiga kali antara tanggal 12 dan 19 Juni, sebesar total Rp1 miliar. Klik gambar untuk memperbesar.
Kemudian pada screenshot diatas juga tampak bahwa kami membeli saham untuk pertama kalinya pada tanggal 15 Juni 2026 (mohon maaf kode sahamnya disensor) pada harga Rp380 senilai Rp114 juta, yakni ketika yakni IHSG berada di posisi 6,253. Sehingga untuk kedepannya, perbandingan kinerja kami dengan IHSG akan dihitung sejak tanggal 15 Juni tersebut.
Dan berikut adalah screenshot perkembangan kinerja Avere hingga penutupan pasar hari ini, 14 Agustus 2026, dibandingkan dengan IHSG. Harap catat bahwa kinerja IHSG yang sebesar -25.96% disini dihitung sejak awal tahun 2026. Jadi jika kita hitungnya sejak tanggal 15 Juni, maka berdasarkan posisi penutupan IHSG di 6,402, maka berikut informasi perbandingan kinerja yang benar sampai dengan 14 Agustus 2026: Avere mencatat profit +23.9% termasuk dividen berbanding kenaikan IHSG +2.4%, dihitung sejak 15 Juni 2026.
Terakhir, berikut adalah posisi porto kami per penutupan pasar 14 Agustus, dimana kami memegang 4 saham, cash Rp50 juta, dan total nilai portofolio termasuk floating profit/loss Rp1.25 miliar.
Kesimpulan
Kesimpulannya, meski tentunya masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa ‘fundamental is back’, namun kami masih akan terus mengelola rekening cermin diatas, dimana tentunya harapannya adalah bahwa profit yang sudah diperoleh sejauh ini akan meningkat. Kemudian jika pada akhir tahun 2026 nanti kami sukses untuk menghasilkan kinerja profit yang secara signifikan lebih tinggi dibanding kenaikan/penurunan IHSG, maka Avere akan re-launching Grup Telegram EMP mulai tahun 2027 dan seterusnya, untuk kembali membantu anda sebagai investor fundamentalis untuk menghasilkan keuntungan konsisten dari pasar saham Indonesia, dan juga dengan cara yang jauh lebih santai karena, ingat bahwa dengan metode analisa fundamental maka kita tidak akan trading setiap hari. Melainkan kita hanya akan beli saham bagus lalu hold saja, dan setelah itu biarkan perusahaan bekerja.
Anyway, untuk saat ini mari kita berharap bahwa
BEI/OJK akan terus melanjutkan reformasi bursa, MSCI akhirnya mencabut
ancamannya untuk menurunkan Indonesia ke frontier, dan IHSG pelan tapi
pasti akan naik lagi, dimana kali ini pendorongnya adalah saham-saham
fundamental. Just stay tune, nanti kami akan kabari lagi.
Bandung, 14 Agustus 2026
Teguh Hidayat
***
Ebook Investment Planning terbaru berisi kumpulan 25 analisa saham pilihan edisi Q2 2026 sudah terbit, dan sudah bisa dipesan disini. Tersedia diskon selama IHSG masih dibawah 7,500, serta gratis tanya jawab saham/konsultasi portofolio langsung dengan penulis.



